Sponsors Link

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli, Penyebab dan Dampaknya

Sponsors Link

Dalam ilmu ekonomi, inflasi memiliki arti proses naiknya harga secara umum dan juga terus menerus atau berkelanjutan yang berhubungan dengan pasar dan disebabkan karena banyak hal dari mulai konsumsi swasta yang meningkat, likuiditas di pasar yang berlebih dan memicu konsumsi atau spekulasi dan untuk mencukupi kurangnya distribusi peluncuran barang. Inflasi juga bis diartikan sebuah proses menurunnya nilai mata uang yang terjadi terus menerus.

ads

Inflasi merupakan proses sebuah peristiwa dan bukan tingkat tinggi rendahnya harga. Ini mengartiksn tingkat harga hanya dianggap tinggi dan belum tentu menunjukkan inflasi. Berikut ini akan jelaskan apa saja pengertian inflasi menurut para ahli, penyebab dan juga dampak yang bisa ditimbulkan. Sesudah anda mempelajari tentang pengertian pelaku ekonomi, maka untuk ulasan kali ini akan kami lanjutkan dengan pengertian inflasi menurut para ahli yang harus dipahami.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Istilah inflasi juga memiliki arti peningkatan pasokan uang yang terkadang dilihat sebagai penyebab peningkatan harga. Sedangkan pengertian inflamasi menurut para ahli terdapat dua versi yakni menurut ekonom Parkin dan Bade serta menurut Nopirin.

  • Menurut Parkin dan Bade: Pengertian inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan harga yang secara mendasar memang berkaitan dengan harga dan bisa disebut dengan berapa banyaknya uang untuk mendapatkan sebuah barang.
  • Menurut Nopirin: Inflasi adalah naiknya harga harga umum beberapa barang secara terus menerus selama periode tertentu akibat ciri ciri manusia sebagai pelaku ekonomi.

Penyebab Inflasi

Inflasi bisa terjadi karena dua hal yakni tarikan permintaan kelebihan likuiditas, uang atau alat tukar dan yang kedua adalah desakan, tekanan produksi serta distribusi, kurangnya produksi, produk atau jasa termasuk juga kurangnya distribusi.

Penyebab inflasi yang pertama akan lebih berpengaruh pada peran negara dalam kebijakan moneter bank sentral, sementara untuk penyebab kedua lebih berpengaruh pada peran negara dalam pelaksanaan kebijakan  dan dalam hal ini dipegang oleh pemerintah goverment seperti fiskal, perpajakan, retribusi, insentif atau disinsentif yang membuat peran pasar dalam perekonomian sangatlah penting.

Jenis Jenis Inflasi

Berdasarkan asalnya, inflasi bisa dibagi menjadi dua golongan yakni inflasi berasal negeri dan juga inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi yang berasal dari dalam negeri contohnya adalah karena defisit anggaran yang dibiayai dengan mencetak uang baru dan juga kegagalan yang dihasilkan menjadi harga pangan yang mahal.

Sedangkan inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi akibat kenaikan contoh barang ekspor dan impor dalam hal harga. Ini dapat terjadi karena biaya produksi barang luar negeri yang tinggi atau karena tingkat kenaikan impor barang.

Inflasi juga bisa dibagi dengan besarnya efek pada harga pertanggungan. Apabila kenaikan harga hanya berhubungan dengan satu atau dua item tertentu, maka inflasi disebut dengan inflasi tertutup atau closed inflation. Akan tetapi jika kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi tersebut dinamakan dengan inflasi terbuka atau open inflation.

Sementara jika serangan inflasi yang terjadi cukup parah sampai harga terus berubah setiap saat dan meningkat dan banyak orang yang tidak bisa menahan uang lebih lama karena nilai uang, maka disebut dengan inflasi yang tidak terkendali sehingga cara mengatasi kesenjangan sosial ekonomi sebaiknya harus dilakukan.

Berdasarkan dari tingkat keparahannya, inflasi juga bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Inflasi ringan: kurang dari 10% per tahun.
  • Inflasi sedang: Antara 10% hingga 30% per tahun.
  • Inflasi berat: Antara 30% hingga 100% per tahun.
  • Hiperinflasi: Lebih dari 100% per tahun.

Dampak Inflasi

Inflasi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif. Jika inflasi yang terjadi ringan, maka bisa memberikan efek positif yakni bisa mendorong perekonomian lebih baik untuk meningkatkan pendapatan nasional dan banyak orang yang akan semangat untuk bekerja, menabung dan menahan investasi yang juga sebagai salah satu upaya Indonesia sebagai negara maju.

Namun jika masa inflasi parah atau tidak terkendali, maka kondisi ekonomi bisa menjadi kacau dan lesu sekaligus membuat banyak orang tidak bersemangat dalam bekerja, menabung atau berinvestasi dan produksi sebab harga meningkat dengan cepat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Friday 16th, August 2019 / 05:10 Oleh :
Kategori : Ekonomi