Sponsors Link

Pengertian Historiografi, Ciri, Fungsi dan Jenisnya

Sponsors Link

Historiografi merupakan kajian tentang metode sejarawan dalam pengembangan sejarah sebagai disiplin akademis. Sedangkan secara meluas, historiografi mengartikan setiap karya sejarah tentang topik tertentu. Historiografi tentang topik khusus meliputi tentang bagaimana sejarawan mengkaji topik tersebut dengan memakai sumber, teknik dan juga pendekatan teoretis tertentu.

ads

Pengertian Historiografi Menurut Para Ahli

Berikut ini akan kami berikan beberapa pengertian historiografi menurut para ahli.

  • Menurut Prof Dr Ismaun M.Pd: Historiografi mengartikan pelukis sejarah, gambaran sejarah dan tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu yang disebut dengan sejarah seperti contohnya sejarah zaman pra aksara.
  • Menurut Prof Dr Helius Sjamsudin M.A: Historiografi merupakan sebuah sintetis dari sejarawan dari semua hasil penelitiannya atau penemuannya dalam sebuah penulisan yang utuh.
  • Menurut Drs Sugiyanto M Hum: Historiografi merupakan puncak kegiatan penelitian sejarah sesudah memilih subjek yang diminati dalam penelitian sejarah lalu mencari sumber dan menafsirkan informasi yang terkandung didalamnya seperti contohnya tentang tokoh tokoh sejarah pada masa Buddha.
  • Menurut Drs Haryono M.Pd: Historiografi merupakan sebuah kisah masa lalu yang direkonstruksi oleh sejarawan atas dasar fakta yang ada.

Ciri Ciri Historiografi

Ada beberapa ciri ciri dari historiografi yakni tradisional, kolonial dan nasional.

1. Ciri Historiografi Tradisional

Historiografi tradisional memiliki beberapa ciri, yakni:

  • Regio sentris yang mengartikan semua dipusatkan pada Raja atau keluarga Raja.
  • Bersifat feodalistis Aristokratis yang berarti yang dibicarakan hanya kehidupan kaum bangsawan feodal, tidak memiliki sifat kerakyatan dan tidak memuat riwayat kehidupan rakyat.
  • Regio magis yang mengartikan dihubungkan dengan kepercayaan dan hal gaib seperti contohnya perbedaan zaman praaksara dan zaman aksara.
  • Tidak terlalu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata.
  • Bersifat regio sentris atau etnosentrisme sehingga banyak dipengaruhi daerah.
  • Raja atau pemimpin dianggap memiliki kekuatan gaib dan kharisma.
  • Oral tradition historiografi yang disampaikan secara lisan maka tidak menjamin keutuhan redaksionalnya.

2. Historiografi Kolonial

Ciri ciri historiografi kolonial diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Merupakan sejarah orang Belanda di Hindia Timur [Indonesia] termasuk alasan VOC dibubarkan.
  • Bersifat diskriminatif.
  • Bersifat Nederlandosentris atau Eropasentris.
  • Menganggap jika Hindia Timur [Indonesia] belum memiliki sejarah sebelum kedatangan orang Eropa atau Belanda.

3. Historiografi Nasional

Beberapa ciri historiografi nasional diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hasil penulisan adalah perbandingan dari berbagai sumber baik sumber kolonial atau sumber lokal.
  • Penulisnya adalah orang akademisi atau kritis dalam bidang bahasa, kesusastraan dan kepurbakalaan.
  • Tidak hanya mengangkat sejarah orang besar dan negara namun lebih pada kemanusiaan yakni kebudayaan.
  • Cara pandang yang dipakai dalam melihat peristiwa tidak lagi dari satu sisi melainkan memandang sesuatu peristiwa dari berbagai sudut pandang yang dilakukan untuk mencegah terjadinya subjektifitas dalam menuliskan sejarah.

Fungsi Historiografi

Fungsi dari historiografi terdiri atas fungsi genetis, fungsi didaktis dan fungsi pragmatis.

  • Fungsi genetis: Fungsi genetis berguna untuk mengungkapkan bagaimana asal usul sebuah peristiwa. Fungsi ini terlihat di sejumlah penulisan sejarah seperti Babad Tanah Jawi, ciri ciri manusia Liang bua, Prasasti Kutai dan Sejarah Melayu.
  • Fungsi didaktis: Fungsi didaktis adalah fungsi yang mendidik yang berarti dalam karya sejarah ada banyak muatan pelajaran.
  • Fungsi Pragmatis: Fungsi pragmatis merupakan fungsi yang berhubungan dengan upaya untuk melegitimasi sebuah kekuasaan supaya terlihat kuat dan berwibawa.

Tujuan Historiografi

Ada beberapa tujuan dari historiografi yang semuanya berhubungan dengan sejarah, seperti:

  • Untuk menghubungkan masa lalu dengan sekarang dan arsitektur yang terbentuk pada masa kini dan bukan hal yang terpisah dari arsitektur masa lalu.
  • Agar bisa memahami latar belakang terbentuknya artefak atau pengaruh yang membentuk beberapa artefak tersebut.
  • Berguna bagi peneliti dan pembuat karya ilmiah.
  • Berguna untuk arsitek agar bisa menambah inspirasi dalam merancang sesuatu.
Sponsors Link

Jenis Historiografi

Historiografi terdiri dari beberapa jenis yakni tradisional, kolonial, nasional dan juga modern.

1. Historiografi Tradisional

Historiografi tradisional merupakan karya tulis sejarah yang dibuat para pujangga sebuah kerajaan baik yang bernafaskan Hindu/Budha atau kerajaan dan kesultanan yang bernafaskan Islam tempo dulu yang pernah berdiri di nusantara seperti peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

2. Historiografi Kolonial

Historiografi kolonial atau disebut dengan Eropa Sentris berasal dari karya yang ditulis oleh orang Belanda. Beberapa contohnya adalah Geschiedenis van Indonesie [sejarah Indonesia] karya Hj. De Graaf, Geschiedenis van Indischen Archipel [sejarah nusantara] karya dari B.H.M Vlekke.

3. Historiografi Nasional

Historiografi nasional merupakan penulisan sesudah Indonesia merdeka dimana bangsa Indonesia berusaha untuk menulis sejarah nasionalnya sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan legitimasi pada keberadaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, untuk menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang seerajat dengan bangsa bangsa lain di dunia.

4. Historiografi Modern

Historiografi modern merupakan penulisan sejarah Indonesia yang bersifat kritis atau memenuhi kaidah ilmiah. Banyak tulisan yang salah interpretasi dengan mendefinisikan historiografi modern sebagai penulisan sejarah Indonesia sesudah Indonesia merdeka.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Tuesday 23rd, July 2019 / 11:27 Oleh :
Kategori : Sejarah