Sponsors Link

4 Komponen Keteraturan Sosial Agar Tercipta Lingkungan Yang Nyaman

Sponsors Link

Jika keadaan disuatu lingkungan dimana proses terjadinya interaksi sosial yang berlangsung diantara anggota masyarakat terjalin selaras dan harmonis tidak ada pelanggaran terhadap contoh norma sosial yang berlaku maka keteraturan sosial sudah tercipta di lingkungan tersebut. Keteraturan sosial sangat diperlukan agar tercipta lingkungan tempat tinggal tempat bersosialisasi yang aman, tertib dan nyaman.

ads

Ada banyak cara untuk mewujudkan lingkungan dengan keteraturan sosial, diantaranya adalah:

  • Kesadaran yang tinggi dari para individu untuk melaksanakan peraturan-peraturan yang telah dibakukan.
  • Fungsi norma sosial yang berlaku telah sesuai dan teruji sehingga dapat diterima oleh masyarakat.
  • Adanya penegak hukum yang konsisten menjalankan tugasnya dalam menegakkan peraturan.
  • Adanya kepedulian terhadap sesama untuk saling mengingatkan, hal ini akan membantu meminimalisir pelanggaran norma sosial yang berlaku.

Jika ke-empat hal diatas sudah tercipta dalam lingkungan kita, maka keteraturan sosial pasti akan terlaksana. Namun selain pendukung, ada juga penghambat terjadinya keteraturan sosial dalam suatu lingkungan.

Berikut faktor penghambat terjadinya keteraturan sosial:

  • Perbedaan pendapat antar individu yang rawan menyebabkan konflik. Hal ini jika tidak segera ditangani maka bisa akan menjadi pertikaian antar kelompok.
  • Perbedaan adat istiadat, budaya dan latar belakang yang juga bisa memicu konflik jika tidak ada peraturan yang jelas. Peraturan yang adil akan membuat semua pihak tidak merasa diminoritaskan.
  • Perbedaan kepentingan baik itu kepentingan bisnis, politik maupun sosial dan budaya. Akan sangat bagus jika perbedaan ini dijembatani sehingga masing-masing pihak merasa kepentingannya dimengerti dan mau mengerti kepentingan orang lain.

Itulah tiga faktor penghambat keteraturan sosial yang jika tidak diantisipasi dari awal akan berpotensi pada contoh disintegritas bangsa. Ketiga konflik diatas harus ditangani dengan norma-norma yang jelas dan akhirnya mengarah pada terwujudnya contoh interaksi sosial yang mengarah kepada kesatuan. Agar keteraturan sosial menjadi kenyataan, maka ada baiknya kita mengetahui komponen keteraturan sosial sehingga kita lebih mudah memahaminya.

Adapun ke empat komponen keteraturan sosial adalah sebagai berikut:

  1. Tertib sosial adalah dimana setiap individu sudah mengerti, memahami dan mengamalkan norma-norma sosial yang berlaku. Salah satu contoh tertib sosial adalah ketika mengantri. Orang yang datang pertama pasti akan mendapat antrian paling depan, sedangkan yang datang selanjutnya otomatis akan mengantri dibelakang orang yang terakhir.
  2. Order adalah nilai sosial yang berkembang dan kemudian diakui sehingga menjadi pedoman bagi masyarakat dalam berinteraksi. Salah satu contohnya adalah adat budaya beberapa daerah yang dalam menghormati orang yang lebih tua atau lebih tinggi pangkatnya dengan mengangguk perlahan. Hal ini telah menjadi berkembang dan menjadi pedoman bagi setiap bangsa Indonesia.
  3. Keajegan adalah pola yang telah terbentuk karena suatu hal terjadi dalam waktu yang lama sehingga menjadi kebiasaan. Salah satu contohnya adalah para pekerja bekerja 40 jam setiap minggunya.
  4. Pola adalah bentuk interaksi sosial yang dijadikan contoh secara umum karena sudah teruji dan layak diterapkan pada masyarakat. Salah satu contohnya adalah kegiatan gotong royong.

Demikian empat komponen keteraturan sosial dalam masyarakat. Semoga uraian diatas dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa itu komponen keteraturan sosial.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Monday 13th, August 2018 / 05:32 Oleh :
Kategori : Sosiologi