Sponsors Link

Ini Dia 8 Kelebihan Dan Kekurangan Teori Interaksionisme Simbolik

Sponsors Link

Teori interaksi simbolik adalah sebuah teori yang sengaja di bangun untuk menghasilkan sebuah makna dan arti dalam kegiatan sosial di masyarakat. Teori ini menjadi salah satu kajian yang masuk dalam ilmu sosiologi dan interaksi simbolik dilakukan untuk menyampaikan berbagai hal. Interaksi simbolik sangat bermanfaat digunakan dalam berbagai kegiatan sosial dan simbol yang baik akan memberikan sebuah makna yang baik. Interaksi simbiolik belakangan ini banyak digunakan oleh pihak pemerintah untuk menyampaikan berbagai program dan banyak masyarakat yang setuju dengan penggunaan teori simbiolik ini.

ads
  • Kelebihan Teori Interaksionisme Simbolik

1. Menimbulkan Penafsiran

Dengan adanya interaksionisme simbolik akan menimbulkan sebuah penafsiran baru yang berkembang di masyarakat dan penafsiran tersebut akan menghasilkan makna tertentu. Penafsiran yang dilakukan masyarakat akan memudahkan proses penyampaian informasi, karena tidak perlu menggunakan kata-kata yang panjang dan hanya perlu menggunakan sebuah simbol saja. Dengan menggunakan simbol yang ditafsirkan baik di masyarakat menjadi salah satu tujuan komunikasi sosial dan hal ini menjadi salah satu kelebihan interaksionisme simbolik. Variasi penafsiran bisa menimbulkan efek positif dan bisa menimbulkan interaksi positif antar masyarakat.

2. Menyampaikan Makna Khusus

Teori interaksionisme simbolik bisa digunakan untuk menyampaikan makna khusus dan penyampaian ini dilakukan dengan cara yang sangat halus. Menyampaikan suatu makna memang sebuah hal yang sulit di masyarakat dan dengan menggunakan simbol, bisa menjadi salah satu solusi terbaik. Di era modernisasi penggunaan simbol menjadi sebuah hal yang banyak digunakan diberbagai tempat. Salah satu syarat terjadinya aktivitas sosial adalah adanya sebuah makna yang terjadi di lingkungan masyarakat dan makna tersebut bisa dihasilkan dari adanya penggunaan sebuah simbol.

3. Menghasilkan Interaksi Positif

Dengan penggunaan simbol dalam kegiatan sehari-hari, akan menghasilkan sebuah interaksi yang positif dan dengan adanya interaksi akan menghasilkan sebuah penafsiran bersama. Dalam sebuah lingkungan masyarakat, proses terjadinya interaksi sosial bisa terjadi akibat adanya sebuah simbol-simbol yang tak dimengerti dan proses interaksi akan menghasilkan makna tertentu dari sebuah simbol. Interaksi semacam ini menjadi salah satu interaksi positif, karena menimbulkan interaksi sosial di masyarakat dan interaksi sosial dapat berjalan antar individu atau kelompok.

4. Menertibkan Masyarakat

Dengan adanya simbol-simbol yang digunakan, bisa juga bermanfaat untuk menertibkan kehidupan masyarakat dan hal ini sudah banyak digunakan di ruang-ruang publik diberbagai daerah atau wilayah. Pihak pemerintah juga sudah banyak menggunakan simbol dalam menjalankan sebuah ketertiban seperti simbol lalu lintas yang menggunakan warna merah, kuning dan hijau. Dengan menggunakan simbol berbagai bentuk penyimpangan sosial bisa dihindarkan dengan cepat dan masyarakat akan lebih tertib dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial sehari-hari.

  • Kekurangan Teori Interaksionisme Simbolik

1. Pemaknaan Berbeda

Dalam suatu lingkungan masyarakat, terkadang pemaknaan sebuah simbol berbeda-beda dan hal ini akan menimbulkan sebuah pertentangan di masyarakat. Dengan adanya pemaknaan yang berbeda, akan menimbulkan sebuah perdebatan antar masyarakat dan perdebatan ini seringkali menjadi salah satu kelemahan dari interaksionisme simbolik. Simbol yang menghasilkan perbedaan penafsiran, biasanya akan menghasilkan perdebatan dengan jangka waktu lama dan hal ini akan mengancam kondisi penduduk indonesia. Pemaknaan yang berbeda sering terjadi antar individu ataupun antar kelompok.

2. Simbol Negatif Memicu Konflik

Penggunaan simbol tidak hanya dalam lingkup positif, karena banyak juga simbol yang memicu sebuah konflik seperti mengacungkan jari tengah yang dimaknai penghinaan terhadap seseorang atau kelompok. Simbol negatif memicu berbagai macam konflik dan bisa saja menimbulkan perasaan dendam. Hal ini juga menimbulkan efek proses interaksi sosial yang tidak baik dan ada banyak konflik yang dihasilkan dari pemaknaan simbol negatif. Konflik seperti harus dihindari, karena bisa menimbulkan sebuah kekacauan pada suatu wilayah atau daerah dan peran aparat pemerintah sangat penting untuk menenangkan masyarakat.

Sponsors Link

3. Banyak Yang Tidak Paham

Dengan interaksi menggunakan sebuah simbol, akan banyak masyarakat yang tidak paham tentang makna simbolnya dan hal ini akan mempersulit masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu faktor perubahan sosial yang sering berpengaruh di masyarakat dan sosialisasi mengenai simbol menjadi sebuah hal yang penting. Salah satu simbol yang banyak digunakan untuk rambu lalu lintas tidak semuanya dipahami masyarakat dan sosialisasi yang dilakukan tidak menjangkau semua masyarakat. Hal ini akan menimbulkan berbagai macam konflik di masyarakat dan membuat kehidupan masyarakat terganggu.

4. Mudah Dilanggar

Penggunaan simbol untuk melakukan penertiban di suatu tempat atau wilayah sangat mudah untuk dilanggar dan simbol memang salah satu cara yang dilakukan untuk menegakkan sebuah aturan, namun penggunaannya seringkali dilanggar masyarakat. Perlu ada penguatan aturan lain yang membuat simbol menjadi lebih baik penggunaannya. Aturan memang sebuah hal yang harus ditegakkan dengan tujuan untuk menertibkan kehidupan masyarakat dan aturan bisa diterapkan dengan berbagai cara. Simbol menjadi salah satu cara yang banyak digunakan di berbagai tempat dan sering membantu penerapan sebuah aturan.

Demikian ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan teori interaksionisme simbolik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan dapat memberikan referensi terbaik.

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Thursday 16th, May 2019 / 04:10 Oleh :
Kategori : Sosiologi