Sponsors Link

11 Kelebihan dan Kekurangan Ajudikasi sebagai Penyelesaian Konflik Sosial

Sponsors Link

Manusia dalam kehidupan bermasyarakat tidak dapat terhindarkan dari ketidaksamaan sosial. Ketidaksamaan sosial yang muncul pada tingkat tertentu mampu mengantarkan manusia pada proses sosial baru yang disebut konflik sosial. Konflik sosial adalah suatu proses sosial yang terjadi antar individu atau kelompok tertentu karena perbedaan paham atau kepentingan, sehingga menimbulkan jarak atau batas di antara mereka.

ads

Bentuk-bentuk konflik sosial tidak dapat dibiarkan begitu saja dalam masyarakat karena konflik sosial yang tadinya memiliki lingkup kecil mampu berkembang menjadi konflik sosial dalam lingkup besar, baik secara jumlah, wilayah, maupun masalah. Oleh karena itu diperlukan upaya penyelesaian atau pengendalian konflik sosial agar masyarakat tetap dapat hidup secara damai (baca juga: tujuan pengendalian sosial).

Upaya pengendalian konflik sosial memiliki berbagai bentuk seperti mediasi, konsiliasi, arbitrasi, ajudikasi, dan sebagainya. Salah satu bentuk upaya penyelesaian konflik yang sejak dulu sampai sekarang masih digunakan masyarakat, khususnya yang berkaitan erat dengan ranah hukum adalah ajudikasi.

Pengertian Ajudikasi

Ajudikasi (adjudication) merupakan salah satu bentuk akomodasi dalam hal penyelesaian konflik dengan cara mencapai kesepakatan melalui pengadilan, ketika kedua belah pihak yang berkonflik berbeda pendapat dan sama-sama merasa benar. Pihak-pihak yang berkonflik umumnya memilih cara ini sebagai jalan akhir, karena tidak ditemukan jalan keluar melalui cara-cara non pengadilan. Ajudikasi memunculkan beberapa peran di dalamnya yaitu:

  • Penggugat, yaitu pihak yang merasa dirugikan dalam konflik dan berupaya meminta keadilan atas tindakan yang telah dilakukan pihak yang berkonflik lainnya (terdakwa);
  • Terdakwa, yaitu pihak yang diduga telah memicu timbulnya konflik dengan melakukan tindakan perusakan atau tindakan tidak baik pada pihak penggugat;
  • Ajudikator, yaitu pihak yang ditunjuk berdasarkan pertimbangan dan peraturan tertentu untuk memeriksa suatu perkara konflik dan memberikan putusan mengenai perkara tersebut yang akan mengikat kedua belah pihak.

Pemilihan ajudikasi sebagai cara penyelesaian konflik oleh pihak-pihak yang terlibat, tentu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari ajudikasi. Kelebihan dan kekurangan ajudikasi akan dijelaskan dalam uraian berikut.

Kelebihan Ajudikasi

Keputusan akhir yang berkekuatan hukum menjadi salah satu kelebihan ajudikasi sebagai cara penyelesaian konflik. Adapun kelebihan ajudikasi lainnya meliputi:

  • Minimnya risiko kembali timbul konflik setelah ajudikasi selesai;
  • Pihak-pihak yang berkonflik sama-sama memiliki kesempatan untuk mempresentasikan bukti dan alasan, serta pembelaan di pengadilan;
  • Memiliki aturan dan prosedur yang jelas;
  • Berorientasi pada fakta-fakta hukum yang ada.

Kekurangan Ajudikasi

Meski telah melibatkan lembaga hukum pemerintah, ajudikasi memiliki kekurangan sebagai upaya penyelesaian konflik (baca juga: jenis pengendalian sosial). Kekurangan ajudikasi di antaranya:

  1. Menguras waktu dan biaya karena proses yang dilewati bertahap dan cukup panjang;
  2. Terbatas pada konflik yang bersifat kompleks dan khusus;
  3. Perlu melibatkan orang-orang yang ahli di dalamnya, khususnya dalam kasus yang bersifat teknis seperti sengketa tanah, kontruksi, dan sebagainya;
  4. Kurang cocok untuk penyelesaian kasus yang menjaga kerahasiaan karena persidangan berlangsung secara terbuka;
  5. Mampu memicu perasaan tertekan terhadap pihak yang berkonflik selama proses ajudikasi berlangsung;
  6. Keputusan yang dihasilkan bersifat win-lose solution, yang mana pengadilan ditujukan untuk mencari kesalahan satu pihak, sehingga keputusan menguntungkan bagi pihak yang menang;
  7. Seringkali mengalami penundaan sidang;

Nah itulah kelebihan dan kekurangan ajudikasi sebagai cara mengatasi konflik sosial. Semoga dapat menambah wawasan dan memberikan pemahaman guna mengenali karakteristik ajudikasi yang berbeda dengan cara-cara penyelesaian konflik non pengadilan lainnya di masyarakat (baca juga: karakteristik mediasi dan arbitrasi).

Sponsors Link
, , , , , ,




Post Date: Monday 16th, July 2018 / 03:47 Oleh :
Kategori : Pendidikan