Sponsors Link

14 Kebijakan dan Dampak Kebijakan Pieter Both

Sponsors Link

Sebelum anda mengenal secara detail mengenai Pieter Both lalu simak juga sejarah zaman pra aksara, ada hubungannya dengan sebuah kongsi dagang terbesar dan secara Internasional dibentuk di Indonesia yaitu VOC. Tidak sembarangan dibentuk, VOC memiliki tujuan untuk menyelesaikan konflik maupun pertikaian yang akan terjadi terkait dengan harga rempah- rempah jika tak terkendali nantinya. Selain itu VOC juga memiliki peranan penting bagi Belanda sebagai penanggung jawab serta memiliki tugas dalam hal menanggung biaya militer Belanda serta perang yang terjadi dalam masa penjajahan Belanda terhadap Indonesia.

ads

Dalam sistem kekuasaan berbeda dengan sejarah singkat insiden hotel Yamato, VOC menerapkan sistem pemerintahan tidak langsung atau bisa disebut dengan indirect rule. Oleh karena itu VOC memiliki beberapa gubernur jenderal sebagai penanggung jawab. Pengangkatan jenderal VOC dibantu oleh 4 orang Raad Van Indie dan simak juga tokoh-tokoh sejarah pada masa buddha di Indonesia, dalam bahasa Indonesia disebut sebagai dewan India. Dalam hal ini, gubernur jenderal pertama VOC yaitu Pieter Both dengan masa pemerintahan pada 1610 hingga 1614.  Pieter Both ditunjuk resmi sebagai penguasa tertinggi pada November 1609 setelah selesai menjalankan tugas sebagai perwira laut utama di Hindia Belanda.

  • Kebijakan Pieter Both

Dalam penugasan selanjutnya sebagai penguasa tertinggi di VOC, Pieter Both memiliki tugas serta peran penting yaitu menciptakan monopoli perdagangan antar pulau di Hindia Belanda. Dalam hal ini, monopoli yang dimaksud yaitu antara pulau- pulau di Indonesia dengan kerajaan belanda dan tidak dengan Negara lain terutama Inggris. Untuk melakukan tugasnya berbeda dengan sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia, Pieter Both mendirikan pos- pos perdagangan di Banten dan Jakarta.

Dan pada 19 Desember 1610  hingga 6 November 1614, Pieter Both memegang jabatan sebagai gubernur jenderal Hindia Belanda yang berhasil mengadakan perjanjian perdagangan dengan pulau Maluku. Tidak hanya itu simak juga latar belakang pemberontakan PKI Madiun 1948 silam, Pieter Both juga berhasil menaklukkan pulau Timor dan mengusir Spanyol dari Tidore. Lalu, untuk menunjang keberhasilan- keberhasilan yang dilakukan oleh Pieter Both ia juga membuat beberapa kebijakan seperti berikut :

  1. Monopoli Dagang

Kebijakan pertama sebagai langkah awal yang dibentuk oleh Pieter Both yaitu membuat monopoli dagang. Dalam hal ini Pieter Both sangat menjunjung tinggi akan kehormatan dan rasa cintanya terhadap tanah airnya yaitu Belanda. Sehingga, Pieter Both hanya melakukan monopoli dagang secara internal antara Hindia Belanda dan Belanda saja tidak ke Negara lain.

  1. Pos Perdagangan

Selain membuat monopoli dagang di awal pengangkatannya sebagai seorang gubernur VOC simak juga sejarah kerajaan Kediri beserta peninggalannya, Pieter Both juga mendirikan banyak sekali pos dagang. Ini dimaksudkan untuk memperluas wilayah kekuasaan VOC serta untuk mempermudah pengawasan terhadap perdagangan yang terjadi di wilayah Banten dan Batavia.

  1. Perjanjian Perdagangan

Kebijakan berikutnya yang paling dikenal dan sangat berhasil untuk memonopoli sistem perdagangan terkait dengan harga rempah di wilayah timur Hindia Belanda yaitu mengadakan perjanjian- perjanjian perdagangan. Perjanjian perdagangan dilakukan antara pihak VOC yang diwakili oleh Pieter Both dan Maluku dengan meminimalisir terjadinya peperangan antara kedua belah pihak.

  1. Menaklukan P. Timor

Kebijakan terakhir yang dilakukan oleh Pieter Both terkait dengan tugas dan kewajibannya untuk memonopoli perdagangan di Hindia Belanda yaitu menaklukkan Pulau Timor. Dalam hal ini tidak hanya dalam upaya damai saja tetapi juga dengan perang di berbagai daerah di Pulau Timor. Tidak hanya sekedar menaklukkan Pulau Timor, Pieter Both juga berhasil mengusir penjajah lain dari Pulau Tidore yaitu Spanyol yang awalnya sangat tertarik dengan jumlah rempah- rempah di Hindia Belanda bagian Timur.

Itulah kebijakan- kebijakan yang dilakukan oleh Pieter Both dengan tujuan untuk memonopoli sistem perdagangan di Hindia Belanda atau Indonesia, dengan kebijakan tersebut tentunya Pieter Both berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Dan dalam hal ini pula VOC mengalami perkembangan sangat baik di Hindia Belanda.

Sponsors Link

  • Dampak Kebijakan Pieter Both

Pada masa pemerintahan Pieter Both dan simak juga peninggalan sejarah hindu budha di Indonesia, walaupun ia berhasil menjunjung tinggi VOC adapun dampak dari kebijakan- kebijakannya. Tidak hanya berdampak baik bagi kemajuan serta perkembangan VOC tetapi juga sangat berdampak pada masyarakat pribumi saat itu, dan berikut merupakan ulasan mengenai dampak kebijakan Pieter Both.

  1. Kemiskinan

Dampak utama dari adanya kebijakan Pieter Both pada masanya yaitu kemiskinan yang diderita oleh masyarakat pribumi, dalam hal ini masyarakat pribumi hanya diperbolehkan untuk menanam rempah dan sedikit sekali dari mereka diperbolehkan menanam tanaman berkarbohidrat. Kebanyakan dari mereka tidak diperbolehkan untuk menanam padi, jagung, dan singkong dalam jumlah banyak di lahan mereka sendiri. Sedangkan hasil dari rempah- rempah diserahkan kepada VOC dengan imbalan yang diberikan oleh VOC sangat sedikit bahkan sebagian besar penduduk pribumi tidak diberikan imbalan apapun.

  1. Penderitaan

Sangat sedih jika kita menelisik sejarah Indonesia dimana VOC masih berkuasa terutama dengan adanya kebijakan dari Pieter Both, karena selain kemiskinan penderitaan berkepanjangan juga diderita oleh masyarakat pribumi. Untuk mendirikan pos- pos di wilayah Banten dan Batavia, untuk menghemat biaya serta mempercepat pengerjaan pembangunan maka Pieter Both juga melakukan sistem kerja paksa atau rodi. Tentu ini membuat rakyat pribumi menjadi semakin menderita dimana mereka harus bisa bertahan hidup dengan kondisi kelaparan juga sistem kerja paksa tanpa upah.

ads
  1. Tanam Paksa

Selain rakyat menderita karena dipekerjakan secara paksa, ada hal yang lebih penting dimana seluruh petani di Indonesia tidak memiliki kebebasan dalam hal bercocok tanam. Ada sebuah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap petani di Indonesia yaitu melakukan tanam paksa, ini berbeda dengan sistem penanaman tanpa imbalan. Dalam hal ini para petani akan dipaksa menanam rempah dalam jumlah yang ditentukan dan harus menjualnya kepada VOC dengan harga yang sudah ditentukan juga. Apabila jumlah terlalu berlebihan sehingga menimbulkan penurunan harga rempah di lingkup perdagangan VOC maka tanaman rempah para petani akan dimusnahkan dan mereka tidak akan mendapat imbalan.

  1. Runtuhnya Kerajaan- Kerajaan di Hindia Belanda

Seperti yang kita ketahui bahwa kerajaan di Indonesia atau Hindia Belanda sangat Banyak sekali dan memiliki kejayaan di masanya. Namun semenjak Belanda masuk ke Indonesia terutama ketika ada VOC dan dalam masa kepemimpinan Pieter Both banyak sekali kerajaan yang runtuh. Hal ini karena Pieter Both dalam melaksanakan kebijakannya juga melakukan sistem politik devide et impera yaitu sistem politik memecah dan menguasai kerajaan- kerajaan di Indonesia untuk memperluas wilayah kekuasaan VOC di Indonesia.

  1. Mengenal Sistem Ekonomi

Selain dampak negatif yang dirasakan oleh rakyat pribumi, mereka juga merasakan dampak positif seperti pengetahuan dasar mengenai sistem ekonomi. Dalam hal ini para rakyat pribumi yang tidak mengetahui nilai tukar suatu barang jadi mengerti bahwa sebuah barang memiliki nilai. Mereka pun mengenal yang namanya kesetaraan harga terutama harga hasil panen rempah- rempah dan kopi, sehingga banyak sekali pemberontakan dilakukan masyarakat pribumi kepada VOC saat itu terkait dengan tidak setaranya antara hasil panen dan imbalan yang diberikan oleh VOC.

  1. Pembunuhan

Tak jarang pembunuhan bahkan pembantaian terjadi dengan korban masyarakat pribumi, dan kebanyakan korbannya adalah penduduk dengan perekonomian sangat rendah. Pembunuhan tentu dilakukan dengan kejam, banyak sekali ditemukan mayat dibuang di jalanan dan ini merupakan sebuah pemandangan yang biasa saat adanya kebijakan Pieter Both. Hal ini dikarenakan banyak sekali masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki lahan untuk ditanami rempah maupun bagi mereka yang memberontak VOC karena tidak sanggup menjalankan perintah VOC.

  1. Mengenal Nilai Mata Uang

Selain mengenal kesetaraan harga, masyarakat pribumi tampaknya sudah dikenalkan dengan mata uang. Harga rempah- rempah, hasil panen perkebunan dan barang yang diserahkan pada VOC tampaknya dinilai dengan mata uang. Dan mereka juga sudah mengerti harga kenaikan dan penurunan mata uang atas kebijakan otonomi VOC.

  1. Perampokan

Perampokan oleh VOC kepada masyarakat pribumi khususnya di daerah Maluku sangat sering terjadi, tidak hanya merampas hak tanah namun VOC juga merampas daerah pelayaran. Dalam hal ini, pelayaran hongi menjadi salah satu faktor dimana masyarakat Maluku tidak bisa secara bebas melakukan pelayaran untuk menangkap ikan. Dan sebagian besar dari mereka dengan pekerjaan sebagai nelayan tidak memiliki harapan lagi untuk memenuhi kehidupan mereka sehingga sebagian besar dari mereka menjadi pekerja paksa untuk mendirikan benteng dan pos di Maluku.

Sponsors Link

  1. Mengenal Sistem Pertahanan

Melihat benteng serta pos yang didirikan VOC terkait dengan kerja rodi, rakyat pribumi juga mempelajari tentang sistem pertahanan. Dalam hal ini mereka tidak sekedar menjadi budak pekerja VOC saja tetapi sebagian dari mereka juga melakukan tindakan dalam strategi pemberontakan dengan mencari celah dari sistem pertahanan VOC dan membantu pejuang Indonesia untuk meruntuhkan benteng dan pos VOC.

  1. Mengenal Senjata Modern

Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia saat itu tidak mengenal senjata modern dimana mereka masih mengenal senjata daerah saja. Karena VOC memiliki tentara dan serdadu dengan persenjataan modern seperti pistol, meriam, dan bom maka para pejuang Indonesia saat itu mempelajari persenjataan yang digunakan oleh VOC. Dengan beginilah mereka tahu celah dan cara mengalahkan VOC dalam hal persenjataan. Tak jarang pula mereka juga mencoba untuk membuat senjata modern yang sama dengan milik tentara serdadu VOC.

Itulah beberapa dampak dari adanya kebijakan Pieter Both di Indonesia atau bisa disebut dengan Hindia Belanda pada masanya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan serta bermanfaat bagi anda.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Monday 08th, July 2019 / 08:53 Oleh :
Kategori : Sejarah