Sponsors Link

Tujuan, Anggota, dan Kebijakan-Kebijakan OPEC

Sponsors Link

Setelah membahas tentang perbedaan APEC dengan OPEC, sekarang kami akan mulai menjelaskan informasi mengenai kebijakan-kebijakan OPEC yang harus Anda pahami. OPEC adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Irak, Kuwait, Iran, Arab Saudi, dan Venezuela.

ads

OPEC sendiri merupakan singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries yang merupakan sebuah organisasi dengan negara yang tergabung di dalamnya yang merupakan pengekspor minyak dalam jumlah yang besar ke seluruh dunia. Kerjasama ini sudah tentu melahirkan keuntungan dan kerugikan kerjasama antarnegara.

OPEC didirikan hasil konferensi yang diselenggarakan di Baghdad selama kurun waktu 5 hari, mulai tanggal 10 sampai dengan 14 September 1960. Negara yang melakukan konferensi tersebut berjumlah 5 yang memang terkenal sebagai negara yang memiliki minyak bumi terbanyak. Beberapa negara tersebut antara lain Kuwait, Iran, Irak, Venezuela, dan juga Arab Saudi.

Tujuan Didirikannya OPEC

Setiap organisasi yang didirikan sudah tentu memiliki tujuannya masing-masing, seperti pendirikan ASEAN, IMF, APEC, dan lain sebagainya. Adapun tujuan didirikannya OPEC adalah seperti yang kami  jelaskan di bawah ini.

  • Melakukan koordinasi dan juga unifikasi terhadap kebijakan berkaitan dengan perminyakan yang dilakukan oleh anggota yang tergabung di dalamnya.
  • Melakukan cara yang bertujuan agar harga minyak bisa stabil di pasar internasional. Hal ini untuk mencegah terjadinya fluktuasi.
  • Mencetuskan strategi yang tepat demi kepentingan bersama para anggota OPEC.
  • Menjamin adanya pendapatan yang tepat bagi negara yang menjadi produsen minyak.
  • Menjamin pasokan minyak pada konsumen.
  • Menjamin akan kembalinya modal dari para investor secara tepat dan adil.

Badan Utama OPEC

OPEC juga memiliki beberapa badan utama yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan struktur organisasi pada umumnya. Beberapa badan utama tersebut akan kami jelaskan di bawah ini.

1. Konferensi

Konferensi merupakan badan utama sekaligus badan tertinggi yang ada di dalam organisasi OPEC. Badan inilah yang memiliki kewenangan untuk membuat atau menentukan sebuah kebijakan. Jadi, kebijakan yang akan diterapkan harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari konferensi.

2. Dewan Gubernur

Dewan Gubernur merupakan badan yang didalamnya terdiri dari beberapa orang sudah terpilih dari setiap anggota OPEC. Mereka akan melakukan sidang dua kali selama setahun yang mana salah satu tugasnya yakni melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan dari Konferensi.

Selain itu, Dewan Gubernur juga memiliki tugas dimana ia harus mempertimbangan dan juga melaporkan hal-hal yang sudah disampaikan oleh sekretaris jenderal. Bukan hanya itu saja, badan ini juga nantinya akan memberikan laporan kepada para anggota OPEC di dalam sebuah pertemuan.

3. Sekretariat

Badan ini merupakan pelaksana terhadap keputusan yang sebelumnya sudah diberikan arahan atau penjelasan dari Dewan Gubernur. Mereka dipilih secara sah untuk masa jabatan 3 tahun dan kemudian bisa diperpanjang selama 1 tahun pada periode yang sama.

Di dalam melaksanakan tugasnya sekretariat harus melaporkan hasilnya kepada Dewan Gubernur dan kemudian ia juga akan mendapatkan bantuan dari para kepala bagian maupun kepada divisi.

Kebijakan-Kebijakan OPEC

Setiap organisasi sudah tentu memiliki kebijakannya masing-masing. Kebijakan yang diambil tersebut telah melalui berbagai macam pertimbangan dan juga pengkajian. Namun mengenai hasilnya terkadang memang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga bisa menimbulkan kerugian dan masalah.

Seperti yang kami jelaskan bahwa salah satu tugas OPEC adalah menjaga agar harga minyak stabil serta menjamin bahwa para produsen minyak akan mendapatkan pendapatan yang stabil. Salah satu kebijakan dari OPEC yang baru-baru dilakukan adalah dengan melakukan pemangkasan atau pembatasan terhadap produksi minyak mereka.

Tak tanggung-tanggung pemangkasan tersebut mencapai 1,2 juta barel setiap hari atau bph. Kebijakan ini sudah pasti dapat menimbulkan kemarahan dari AS, khususnya Donald Trump. Pasalnya. Trump sudah meminta pemimpin OPEC yakni Arab Saudi agar supaya mereka mau memproduksi minyak lebih banyak lagi dan juga mampu membantu menurunkan harga minyak.

Persyaratan tersebut harus dipenuhi jika mereka ingin mendapatkan bantuan kekuatan AS dalam melawan Iran. Kabarnya, OPEC akan membatasi produksi minyak tersebut sampai Maret 2020. Kebijakan tersebut telah diambil pada Senin, 1 Juli 2019 di Wina, Austria. Pemangkasan tersebut diambil di tengah terjadinya pelemahan ekonomi dan juga produksi minyak AS sedang melejit.

Memang hal ini bukan hal yang mengagetkan. Pasalnay mulai 2017 silam OPEC dan juga para sekutunya yang berada di bawah pimpinan Rusia sudah membatasi produksi minyak bumi mereka. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kemrosotan harga ditengah produksi dari minyak AS yang semakin meningkat.

Dari pertemuan yang diselenggarakan tersebut telah diambil keputusan bahwa mereka akan membatasi produksi minyak bumi hingga mencapai 1,2 juta barel. Jangka waktu pembatasan tersebut konon berlaku sampai 6 bulan ke depan.

Namun Amerika Serikat yang merupakan konsumen terbesar dalam urusan minyak dunia tersebut tidak sepakat dengan hasil pertemuan terkait pemangkasan produksi tersebut. Harga yang melonjak juga akan berdampak pada naiknya harga bensin yang tentunya akan menimbulkan masalah baru untuk Trump yang mana ia hendak mencalonkan dirinya kembali sebagai Presiden Amerika Serikat.

AS sendiri memang berhasil lebih unggul dibandingkan Arab Saudi dan juga Rusia sebagai produksi minyak bumi terbesar di seluruh dunia. Kebijakan-kebijakan OPEC inilah yang kemudian semakin membuat hubungan antara AS dan Iran yang akan terus berdampak pada lonjakan harga.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Saturday 24th, August 2019 / 05:58 Oleh :
Kategori : Ekonomi