Sponsors Link

8 Karekteristik Penelitian Sosial Menurut Paul Leedy Paling Lengkap

Sponsors Link

Ilmu contoh kasus sosiologi industri adalah ilmu yang selalu berkembang setiap saat, sehingga memerlukan data dan fakta terbaru agar sesuai dengan jamannya. Untuk mengetahui karakteristik gejala sosial yang terjadi di masyarakat maka diperlukan data dan fakta yang akurat,oleh karena itu biasanya diadakan sebuah penelitian sosial untuk mencari kebenaran akan sebuah permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat.

ads

Sebelum melakukan sebuah penelitian, agar penelitian tersebut teruji kebenarannya oleh para ahli dan bisa diterima oleh masyarakat maka penelitian tersebut harus:

  • Sistematis, yaitu seluruh isi dari penelitian harus tersusus rapi sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan.
  • Logis, yaitu dapat diterima secara logika atau nalar.
  • Empiris, yaitu hasilnya berdasarkan penelitian, pengamatan, penemuan dan pengalaman.
  • Metodis, yaitu proses penelitian berdasarkan metode-metode yang sudah diakui.
  • Umum, yaitu penelitian bersifat umum.
  • Akumulatif, yaitu penelitan akan terus bertambah baik kualitas maupun kuantitasnya.

Karekteristik Penelitian Sosial

Jika sebuah penelitian sudah mempunyai ciri-ciri diatas maka dijamin penelitian tersebut bisa diterima baik oleh para ahli maupun oleh masyarakat. Selain ciri-cirinya, sebuah penelitian sosial mempunyai karakteristik. Banyak teori tentang karakteristik sosial ini, salah satunya adalah menurut Paul Leedy dalam bukunya Practical Research. Berikut rangkumannya:

  1. Penelitian sosial berasal dari masalah yang terjadi di dalam masyarakat di sekitar kita.
  2. Memerlukan tujuan yang jelas agar proses penelitian tidak melebar.
  3. Diperlukan rencana yang detil seperti dari mana akan mendapatkan datanya, bagaimana cara mengumpulkan datanya, apakah data-data tersebut sudah mewakili tujuan penelitian yang ingin dicapai.
  4. Untuk mempermudah penelitian, jenis-jenis masalah sosial utama dibagi menjadi beberapa sub masalah agar lebih mudah dalam menelitinya.
  5. Penelitian berdasarkan masalah yang ada dan hipotesis. Hipotesis timbul berdasarkan penelitan awal berdasarkan data yang ada atau bahkan tanpa data. Selanjutnya hipotesis ini akan diolah kembali agar menghasilkan jawaban atas permasalahan yang sedang diteliti.
  6. Selanjutnya sebuah penelitian sosial akan mengakui sebuah asumsi. Asumsi adalah sebuah batasan agar sebuah penelitan jelas jangkauannya.
  7. Penelitian sosial memerlukan data dan intepretasi data. Intepretasi data diperlukan dalam sebuah penelitian sosial karena akan dilihat bagaimana seorang peneliti akan memberi arti pada sebuah data dan menarik inti sarinya.
  8. Bersifat siklus, berawal dari dimana sebuah permasalahan sosial budaya ditemukan terlebih dahulu kemudian didefinisikan tujuan penelitiannya, selanjutnya membagi masalah ke dalam beberapa sub masalah, setelah itu timbul hipotesa. Berdasarkan hipotesa dan sub masalah dilakukan pencarian data dan berujung pada intepretasi pada data yang didapat.

Itulah ke delapan karakteristik penelitian sosial menurut Paul Leedy. Dalam prakteknya, seorang peneliti harus mempunyai beberapa sifat agar penelitiannya berhasil. Berikut beberapa sifat tersebut:

  • Objektif : Tidak boleh berpihak
  • Faktual : Harus berdasarkan fakta yang ada
  • Terbuka : Harus dapat menerima masukan dan kritik yang membangun
  • Jujur : Selalu mengemukakan pendapat apa adanya
  • Bertanggung-jawab : Bertanggung-jawab atas hasil penelitiannya
  • Selalu ingin tahu: Ingin tahu semua jawaban-jawaban atas masalah yang sedang ditelitinya
  • Kreatif : Selalu menemukan jalan ketika penelitan menemukan jalan buntu.

Pada akhirnya sebuah penelitan sosial akan berhasil jika bermanfaat menyelesaikan sebuah gejala sosial kenakalan remaja dalam sebuah masyarakat sehingga membuahkan sebuah komponen keteraturan sosial.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Monday 01st, October 2018 / 07:14 Oleh :
Kategori : Sosiologi