Sponsors Link

Karakteristik White Collar Crime Yang Harus Diketahui

Sponsors Link

White collar crime atau yang biasa dikenal kejahatan kerah putih dalam artiannya adalah sebuah bentuk penyimpangan sosial berupa perbuatan yang melanggar secara hukum negara. Pelanggaran ini biasanya dilakukan oleh seseorang berpengaruh karena berada di jabatan dan kuasa yang penting pada pemerintahan ataupun non pemerintahan, jadinya karena posisi yang sentral tersebut, dia mempunyai kuasa yang begitu besar terhadap suatu kebijakan. Dalam empirisnya, white collar crim mengalami banyak arti, sehingga untuk mempermudah dalam melihat bahwa kasus ini termasuk white collar crim adalah dengan melihat ciri-ciri kejahatan korporasi dan tipologi pelaku kejahatannya sebagai berikut:

ads
  1. Langkah pertamanya kita bisa menelisik status sosial pelaku, jika white collar crim berarti pelaku memiliki status tinggi dalam pemerintahan atau non pemerintahan.
  2. Anda bisa melihat dari penggunaan teknologi yang dilakukan oleh pelaku. Jika sudah ahli dalam bidang IT, maka pelanggaran hukumnya masuk dalam white collar crim yang berkategori cyber crime.
  3. Pelaku dalam melanggar hukum akan bersifat oportunis, yaitu mengambil keuntungan untuk diri sendiri dan kelompoknya karena untuk memenuhi macam-macam kebutuhan manusia.

Dalam perkembangannya white collar crime menjadi masalah negara berkembang karena negara berkembang belum memiliki hukum negara yang tegas ditaati warga negaranya.  Oleh karena itulah, para pelaku tidak takut atas hukuman yang akan dijeratkan kepadanya, karena kebanyakan pelaku akan dengan mudah bebas atau menerima hukuman ringan.

Di sisi lain, white collar crim juga tak menutup kemungkinan dilakukan di negara maju seperti Jepang atau China. Meskipun di sana hukumannya berat, tetapi pelaku white collar crim tidak takut untuk melakukannya. Seperti di Jepang, white collar crim  lebih besar jumlahnya dibanding kejahatan umum. Dan di China, biasanya dipengaruhi reformasi ekonomi yang menyebabkan ketidakstabilan kehidupan ekonomi-politik Negara tersebut.

Maka tak heran jika white collar crim tidak mengenal negara maju atau berkembang, tetapi bergantung di mana kondisi negara tersebut, terutama keadaan ekonominya sedang krisis banyak terjadi kejahatan kerah putih sebagai upaya manusia memenuhi kebutuhan. Hal ini disebabkan karena barang yang ada di pasar melebihi dari kemampuan pembeli, sehingga perputaran uang tidak sesuai rencana, dan hal tersebut berpengaruh pada berkurangnya permintaan ekspor tourism, manufaktur, dan komoditas lainnya.

Kondisi di atas akan memungkinkan para pekerja pemerintahan melakukan tindakan korupsi, karena memanfaatkan krisis ini. Apalagi dalam keadaan tersebut, negara akan melakukan hutang luar negeri. Biasanya perputaran uang hutang tersebut menjadi penyebab white collar crim. Uang dikorupsi dengan berbagai modus kejahatan seperti penyuapan, korupsi, penipuan, cuci uang, penghindaran pajak dan penggunaan aset pemerintahan untuk kepentingan pribadi. Untuk melihat detailnya, berikut contoh kasus white collar crim.

  • Biasanya modus kejahatan tersebut dilakukan tergantung dengan kondisi negaranya, misal di Asia Timur, akan banyak dilakukan penipuan yang memanfaatkan jual beli hasil minyak bumi, dan mereka banyak terafiliasi dengan perusahaan-perusahaan offshore.
  • Di Asia Tenggara biasanya memanfaatkan pasar terbuka, jadinya banyak penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan non pemerintah dan biasanya akan bekerja sama dengan pelaku yang bekerja di pemerintahan. Ada pula yang melakukan cuci uang, pelaku dari non pemerintah biasanya akan membuat perusahaan fiktif di luar negeri dan akan mengalirkan uang tersebut ke luar negeri untuk menghindari pajak di Indonesia.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Monday 01st, April 2019 / 03:39 Oleh :
Kategori : Sosiologi