Sponsors Link

10 Karakteristik Sosiologi Pendidikan yang Paling Lengkap

Sponsors Link

Sosiologi adalah istilah dari kata “socius” atau kawan dan “logis” yang berarti ilmu. Sehingga bisa dikatakan dalam sejarah perkembangan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pertemanan atau masyarakat. Pitirim Sorokim (dalam Soekamto, 1999) menjabarkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari proses interaksi sosial, hubungan dan pengaruh timbal balik gejala sosial, gejala sosial dan non-gejala sosial serta menjelaskan ciri-ciri umum gejala-gejala sosial. Sosiologi sendiri terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah sosiologi pendidikan. Adapun pengertian sosiologi pendidikan dari tokoh sosiologi , diantaranya adalah :

ads
  • Menurut Dictionary of Sociolo, sosiologi pendidikan adalah ilmu memecahkan masalah-masalah pendidikan
  • Menurut Prof. Dr. S Nasution.,M.A, sosiologi pendidikan adalah ilmu tentang cara-cara pengendalian proses pendidikan sebagai bentuk pengembangan kepribadian individu
  • Menurut FG Robbins, sosiologi pendidikan adalah ilmu untuk menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan
  • Menurut E.G Payne, sosiologi pendidikan adalah studi komprehensif tentang aspek-aspek yang berhubungan dengan pendidikan
  • Menurut Drs. Ary Gunawan, sosiologi pendidikan adalah ilmu pemecahan masalah pendidikan menggunakan pendekatan sosiologis.

Dari beberapa definisi tersebut, sosiologi pendidikan merupakan ilmu tentang aspek pendidikan mulai dari struktur, dinamika hingga masalah-masalah pendidikan yang dianalisis melalui pendekatan sosiologis. Lalu, apa saja karakteristik sosiologi pendidikan? Berikut ulasannya!

Karakteristik Sosiologi Pendidikan

Adapun karakteristik dari sosiologi pendidikan, diantaranya adalah:

  1. Mengandung pengetahuan

Pengetahuan adalah informasi yang diperoleh manusia dari aktivitas pengamatan akal. Manusia menggunakan akalnya untuk menggali kejadian tertentu yang belum pernah dilihatnya. Pengetahuan lebih spontan, sedangkan ilmu pengetahuan digali lebih sistematis dan reflektif. Alhasil pengetahuan lebih luas jangkauannya ketimbang dengan ilmu pengetahuan. Dalam sosiologi pendidikan harus mengandung pengetahuan sebab harus memecahkan berbagai masalah yang menyangkut pendidikan.

  1. Memiliki metode efektif

Metode adalah tata cara yang harus ditempuh guna menjelaskan objek yang akan dikajinya. Seperti sejarah yang memiliki objek manusia, maka sosiologi pendidikan pun harus memiliki metode yang efektif agar menemukan ciri masalah sosial dan faktor penyebab terjadinya masalah sosial dalam dunia pendidikan.

  1. Bersifat objektif

Sosiologi pendidikan adalah sesuatu yang pasti dan bukan hasil dari prasangka-prasangka atau dugaan tanpa disertai bukti yang nyata.,

  1. Menggunakan pemikiran yang logis dan rasional

Karena sosiologi pendidikan bersumber dari kejadian-kejadian nyata di sekitar masyarakat, maka sudah bisa dipastikan sosiologi ini berdasarkan atas pemikian logis, menggunakan nalar sehingga hasilnya dapat diterima oleh masyarakat.

  1. Empiris

Keputusan yang diambil harus dapat dibuktikan secara tegas oleh panca indra serta dapat diuji kebenarannya menggunakan fakta dan data hasil observasi bukan didasarkan pada spekulasi (dugaan-dugaan).

  1. Berisi prediksi atau perkiraan

Sosiologi pendidkan dapat memberikan sebuah prediksi berdasarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang berdasarkan ciri-ciri dan teori yang ada.

  1. Bersifat dinamis

Dengan perkembangan masa yang berubah dari waktu ke waktu, sosiologi pendidikan selalu berusaha mengikuti setiap perkembangan yang ada sehingga masalah-masalah atau bentuk-bentuk konflik sosial yang terjadi dalam dunia pendidikan dapat terselesaikan mengikuti kebijakan saat itu.

  1. Bersifat teoritis

Sosiologi pendidikan menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi adalah kumpulan dari unsur-unsu logis yang menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori.

  1. Kumulatif

Sosiologi pendidikan menggunakan teori-teori yang dibentuk dari teori-teori yang sudah ada. Oleh karena itu, sosiologi pendidikan berusaha untuk memperbaiki, memperhalus dan memperluas teroi yang telah ada.

  1. Bersifat nonetis

Persoalan-persoalan yang tejadi dalam sosiologi pendidikan seperti  bentuk penyimpangan sosial bukan perkara tentang baik dan buruknya suatu fakta, namun tujuan-tujuan yang akan dicapai guna menjelaskan fakta yang ada.

Demikian karakteristik sosiologi pendidikan, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Sunday 02nd, December 2018 / 07:56 Oleh :
Kategori : Sosiologi