Sponsors Link

10 Jenis-Jenis Migrasi Nasional dan Internasional yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Jenis migrasi yang dikenal dalam bidang keilmuan ternyata ada banyak dan beragam. Apa sajakah itu? Di artikel kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai jenis-jenis migrasi penduduk dan pengertiannya secara lengkap. Simak terus, ya! Secara umum migrasi adalah perpindahan penduduk. Perpindahan penduduk ini terjadi dari satu daerah ke daerah lain dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Namun, secara spesifik yang dimaksud migrasi adalah perpindahan penduduk yang tujuannya untuk tinggal di daerah yang baru tersebut. Akan tetapi penduduk yang pindah ini belum tentu bertujuan untuk tinggal selamanya, melainkan bisa jadi hanya bermaksud tinggal dalam jangka waktu tertentu.

ads

Dalam melakukan migrasi, karena tujuan dari penduduk yang melakukan migrasi itu adalah untuk menetap, maka diperlukan pengurusan administrasi tertentu yang diatur oleh kebijakan wilayah tujuan migrasi. Misalnya, perlu dilakukan penyesuaian KTP, KK, ataupun dokumen-dokumen lainnya seperti paspor jika migrasi dilakukan lintas negara.Tidak bisa dipungkiri bahwa migrasi, apapun jenisnya, memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan penduduk. Hal ini dikarenakan saat terjadi migrasi terdapat kemungkinan adanya harapan akan kemajuan atau perkembangan ke arah yang lebih baik untuk kehidupan yang dijalani. Hal ini pulalah salah satu dorongan penduduk melakukan migrasi, terutama dalam menghadapi semakin tingginya persaingan di tengah era globalisasi dan demi meningkatkan pendapatan secara ekonomi.

Ada beberapa pengertian migrasi menurut para ahli. Salah satunya adalah Rutman (1970) yang mengartikan migrasi sebagai perpindahan penduduk yang dilakukan dengan latar belakang permasalahan penduduk terutama dalam bidang ekonomi, sosial, keamanan dan kebudayaan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Rutman juga menambahkan bahwa migrasi bertujuan untuk menjadikan kehidupan menjadi lebih baik daripada kondisi sebelum migrasi. Maka, sudah jelas bahwa migrasi merupakan bagian dari pertumbuhan penduduk non-alami. Selain itu, dalam migrasi juga terdapat tujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, baik secara ekonomi, keamanan, ataupun dalam kondisi sosial lainnya.

Faktor Pendorong Migrasi

Tidak bisa dipungkiri bahwa segala hal terjadi pasti memiliki alasan atau motivasi yang mendasarinya. Demikian pula halnya dengan migrasi. Di balik terjadinya migrasi, pasti ada faktor pendorong yang membuat seseorang melakukan migrasi. Lalu, apa sajakah faktor-faktor itu? Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong terjadinya migrasi yang sering menjadi dasar dari upaya penanggulangan migrasi di Indonesia:

  1. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di daerah yang lama – hal ini sejalan dengan tujuan migrasi adalah untuk memperbaiki kondisi kehidupan menjadi lebih baik, termasuk dari segi perekonomian.
  2. Tempat tinggal terlalu padat – sehingga mendorong seseorang untuk pindah ke tempat lain yang lebih tenang demi mendapat kualitas hidup yang lebih baik.
  3. Kurangnya sumber daya alam – manusia membutuhkan sumber daya untuk memenuhi kehidupannya, dalam hal ini mereka rela untuk melakukan migrasi demi mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.
  4. Melanjutkan pendidikan – tidak jarang kita lihat banyak pelajar atau mahasiswa yang melakukan migrasi demi mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik di daerah tujuan.
  5. Alasan agama – misalnya karena di daerah sebelumnya merupakan lingkungan yang tidak ramah dengan agama yang dianut, maka seseorang melakukan migrasi untuk melindungi agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Alasan-alasan di atas hanya segelintir dari kemungkinan banyaknya alasan lainnya seseorang melakukan migrasi. Selain alasan di atas mungkin masih banyak lagi alasan yang memotivasi seseorang melakukan migrasi ke daerah lain.

Macam-Macam Migrasi

Secara umum terdapat dua macam migrasi yang dilakukan oleh manusia. Macam migrasi tersebut adalah migrasi nasional dan migrasi internasional. Berikut ini adalah perbedaan migrasi nasional dan migrasi internasional:

  • Migrasi Nasional

Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk yang dilakukan di dalam satu wilayah administrasi negara tanpa ada keterpaksaan dan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Contoh migrasi nasional yang sering kita temui adalah merantaunya seorang pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke kota, provinsi atau pulau lain di wilayah Indonesia demi mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Sponsors Link

  • Migrasi Internasional

Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk yang dilakukan melintasi perbatasan administrasi negara tertentu. Migrasi ini juga dilakukan secara sukarela dan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Misalnya adalah fenomena banyaknya artis Indonesia yang pindah ke negara lain demi bisa meniti karir lebih baik dan menjadi artis internasional. Tidak jarang dalam melakukan migrasi internasional ini seseorang mengubah warga negaranya menjadi warga negara yang dituju. Demikianlah perbedaan migrasi internasional dan migrasi nasional yang mudah kita pahami.

Jenis-Jenis Migrasi Nasional

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu macam migrasi adalah migrasi nasional. Dalam migrasi nasional ini, perpindahan penduduk yang terjadi masih di dalam satu wilayah negara tertentu. Berikut ini adalah beberapa jenis migrasi nasional:

  1. Transmigrasi – yaitu perpindahan penduduk dari satu daerah yang padat penduduk ke daerah lain yang masih jarang penduduk. Transmigrasi biasanya dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah dengan tujuan pemerataan penduduk. Penduduk yang melakukan transmigrasi ini biasanya mendapatkan insentif tertentu dari pemerintah agar mau tinggal di daerah yang baru. Namun, ada juga jenis transmigrasi lainnya, yaitu transmigrasi spontan yang dibiayai oleh transmigran sendiri dan transmigrasi khusus (seperti bedol desa) yang dilakukan akibat daerah sebelumnya terkena proyek pembangunan.
    ads
  2. Urbanisasi – yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota, atau dari kota kecil ke kota yang lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena kota memiliki daya tarik tersendiri untuk dijadikan tempat tujuan migrasi, seperti harapan akan lapangan kerja yang lebih beragam, upah kerja yang lebih tinggi, fasilitas hidup yang lebih lengkap, serta banyaknya hiburan yang tersedia. Sementara itu, kondisi desa juga memiliki daya dorong untuk ditinggalkan, seperti rendahnya upah tenaga kerja, sempitnya peluang pekerjaan, kegiatan pertanian yang terbatas, dan lain-lain. Ada banyak perbedaan desa dan kota yang menjadi pendorong urbanisasi. Urbanisasi sering dipandang membawa permasalahan baru sehingga banyak upaya mengurangi laju urbanisasi yang dilakukan pemerintah.
  3. Ruralisasi – merupakan kebalikan dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa. Selain itu, migrasi juga disebut sebagai ruralisasi jika terjadi kembalinya penduduk pelaku urbanisasi ke desa. Terdapat dampak ruralisasi yang positif, salah satunya adalah untuk kembali mengembangkan potensi pedesaan.
  4. Evakuasi – adalah perpindahan penduduk yang terjadi akibat adanya ancaman keamanan sepeti peperangan atau bencana alam.
  5. Forensen – adalah aktivitas penduduk untuk pulang pergi ke kota. Migrasi ini juga disebut dengan istilah melaju. Biasanya forensen dilakukan oleh penduduk yang tinggal di desa dengan tujuan bekerja di kota setiap hari. Penyebab dari fenomena ini umumnya karena sulitnya mencari perumahan di wilayah perkotaan.
  6. Turisme – perjalanan ke wilayah pariwisata untuk menetap dalam jangka waktu tertentu.
  7. Weekend – adalah kegiatan berakhir pekan dengan bepergian ke luar kota untuk menghirup udara segar. Kegiatan ini banyak dilakukan oleh penduduk di perkotaan sebagai aktivitas refreshing setelah seminggu berkutat dengan pekerjaan sehari-hari.

Sebagai informasi, untuk jenis migrasi forensen, weekend, evakuasi dan turisme merupakan perpindahan penduduk yang berbentuk sirkulasi, artinya mereka tidak memiliki tujuan untuk menetap melainkan hanya sementara waktu saja berada di tempat tujuan.

Jenis-Jenis Migrasi Internasional

Setelah kita membahas mengenai migrasi nasional seperti yang telah disebutkan di atas, selanjutnya kita akan mempelajari jenis migrasi internasional. Seperti namanya, migrasi internasional ini dilakukan melintasi wilayah negara. Tidak jarang penduduk yang melakukan migrasi internasional juga melakukan perubahan kewarganegaraan setelah menetap di negara yang baru. Berikut ini adalah jenis-jenis migrasi internasional:

  1. Imigrasi – merupakan masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Misalnya, ada penduduk Malaysia yang masuk dan menetap di Indonesia. Bagi Indonesia, penduduk Malaysia yang datang ini disebut sebagai imigran. Penduduk yang datang ini bisa menjadi warga negara yang baru didatangi. Fenomena imigrasi ini cukup banyak ditemukan di Indonesia, terutama di bidang olahraga, seperti atlet sepak bola. Banyak atlet sepak bola dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan bergabung ke dalam klub sepak bola Indonesia, dimana mereka sering disebut sebagai atlet naturalisasi.
  2. Emigrasi – adalah pindahnya penduduk dari dalam negeri ke negara yang lain. Sebenarnya terdapat persamaan antara imigrasi dan emigrasi, namun pada dasarnya emigrasi adalah kebalikan dari imigrasi. Misalnya, ketika orang Indonesia pindah ke negara Jepang dan menetap di sana. Bagi Indonesia, orang ini merupakan emigran, sementara bagi Jepang dia adalah imigran. Cukup banyak fenomena emigrasi ini terjadi. Biasanya, emigrasi dilakukan dalam rangka pekerjaan, pernikahan antar negara atau untuk menempuh studi di negara lain.
  3. Remigrasi – jenis terakhir dari migrasi internasional adalah remigrasi. Remigrasi adalah kembalinya penduduk yang telah pindah ke luar negeri ke negara asalnya. Biasanya remigrasi ini terjadi bagi penduduk yang pindah ke negara lain untuk menetap sementara saja, baik untuk bekerja ataupun melanjutkan pendidikan di negara lain. Contohnya dari remigrasi adalah seorang tenaga kerja Indonesia yang kembali ke Indonesia karena sudah pensiun atau sudah tua. Remigrasi ini juga disebut sebagai repatriasi.

Dari jenis-jenis migrasi yang telah dibahas di atas, kita bisa memahami bahwa begitu kompleksnya kehidupan manusia yang selalu ingin berkembang dan mencari kesempatan atau kenyamanan hidup yang lebih baik hingga melakukan migrasi. Dari hal ini, kita bisa mempelajari bahwa dari setiap perpindahan penduduk yang terjadi, juga terdapat dampak yang dibawa, baik untuk penduduk itu sendiri maupun untuk negara yang ditinggalkan atau didatangi oleh penduduk tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, ,




Post Date: Friday 01st, March 2019 / 02:58 Oleh :
Kategori : Sosiologi