Sponsors Link

3 Hubungan Pemberdayaan Komunitas Dengan Ketimpangan Sosial Beserta Contoh

Sponsors Link

Setiap harinya dunia terus berkembang. Di tengah perkembangan dunia, manusia terus berinteraksi untuk mencapai kebutuhannya. Bersamaan dengan hal tersebut, dunia pun mengalami berbagai perubahan. Salah satu perubahan yang terasa adalah derasnya arus globalisasi. Arus globalisasi memberikan dampak globalisasi yang cukup besar bagi kehidupan bermasyarakat dalam berbagai aspek. Salah satu dampak globalisasi yang terasa adalah modernisasi. Tujuan modernisasi tidaklah sama dengan globalisasi, terdapat perbedaan modernisasi dan globalisasi. Modernisasi membuat dunia semakin maju di dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Selain itu, negara-negara di dunia pun semakin kompetitif dalam berbagai bidang, seperti ekonomi dan politik.

ads

Mau tak mau, di tengah berbagai perubahan tersebut pasti ada hal yang harus dikorbankan. Salah satu hal yang dikorbankan di tengah derasnya arus globalisasi adalah aspek sosial. Globalisasi banyak berbicara tentang memajukan teknologi, meningkatkan ilmu pengetahuan, memajukan perekonomian, dan lain sebagainya. Namun, sedikit demi sedikit, globalisasi melupakan aspek sosial di dalam kehidupan manusia. Hal ini memberikan dampak globalisasi berupa ketimpangan sosial. Tidak hanya kesenjangan sosial, ketimpangan sosial juga perlu diperhatikan karena terdapat perbedaan ketimpangan sosial dan kesenjangan sosial.

Ketimpangan sosial pun banyak terjadi di Indonesia. Di saat ada orang yang begitu kaya, ada pula orang yang sangat kesulitan untuk bertahan hidup. Di saat ada orang yang mendapatkan pendidikan setinggi mungkin, tetapi ada pula orang yang bahkan kesulitan mendapatkan pendidikan dasar. Di saat ada daerah yang begitu maju dan memiliki berbagai kemudahan, ada pula daerah yang kesulitan untuk mengakses daerah lain di Indonesia. Ketimpangan-ketimpangan sosial ini merupakan masalah yang tidak terhindari, tetapi harus diatasi. Kita harus memiliki sikap kritis dalam menghadapi ketimpangan sosial.

Salah satu cara yang banyak dipakai untuk mengatasi ketimpangan sosial adalah pemberdayaan komunitas. Saat ini, ada begitu banyak komunitas yang berusaha untuk mengatasi ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pemerintah sangat memerlukan bantuan komunitas-komunitas ini sehingga diusahakanlah pemberdayaan komunitas. Pentingnya komunitas memberikan sebuah hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial. Terdapat tiga masalah utama yang perlu diatasi oleh hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial. Berikut adalah hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial serta contoh pemberdayaan komunitas.

  1. Pemberdayaan komunitas mampu membantu menyelesaikan masalah ketimpangan sosial berdasarkan kearifan lokal, seperti bergotong-royong mendirikan posyandu.
  2. Pemberdayaan komunitas mampu membantu menyelesaikan masalah ketimpangan sosial berdasarkan kelestarian lingkungan, seperti bergotong-royong membersihkan saluran pengairan.
  3. Pemberdayaan komunitas mampu membantu menyelesaikan masalah ketimpangan sosial berdasarkan pembangunan berkelanjutan, seperti bergotong-royong membangun jembatan.

Itulah beberapa hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial beserta dengan contohnya. Hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial ini sebenarnya sudah banyak terjadi dan diterapkan di Indonesia, bahkan sebelum arus globalisasi begitu deras melewati Indonesia. Bentuk-bentuk pemberdayaan komunitas banyak dibentuk dengan keberadaan hati nurani para masyarakat Indonesia yang rindu untuk saling tolong-menolong.

Hubungan pemberdayaan komunitas dengan ketimpangan sosial ini juga menunjukkan bahwa sekelompok orang tidak bisa sembarangan mendirikan sebuah komunitas. Sebuah komunitas yang berdaya adalah komunitas yang mampu membantu orang lain dan secara tidak langsung memajukan Indonesia. Oleh karena itu, seharusnya setiap pemuda Indonesia rindu untuk masuk dan berpartisipasi aktif di dalam komunitas-komunitas Indonesia.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 27th, June 2019 / 07:49 Oleh :
Kategori : Sosiologi