Sponsors Link

3 Hubungan Antropologi Hukum dan Hukum Adat Di Indonesia

Sponsors Link

Antropologi hukum adalah suatu ilmu yang membahas suatu budaya dalam aspek hukumnya dan objek sasaran dari antropologi hukum adalah manusia. Antropologi hukum menjadi salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatur pola kehidupan masyarakat, agar tidak melanggar berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Manusia yang memahami antropologi hukum akan menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan dan tidak melakukan berbagai tindakan yang menyimpang. Perilaku yang menyimpang dalam masyarakat memiliki resiko yang besar untuk lingkungan, karena bisa membuat lingkungan menjadi tak teratur.

ads

Hukum adat adalah salah satu sistem hukum yang diberlakukan pada suatu lingkungan masyarakat dan hukum adat menjadi hukum asli yang berasal dari Indonesia. Hukum adat menjadi hukum yang tidak tertulis dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Hukum adat berkembang mengikuti perkembangan jaman dan hal ini membuktikan bahwa hukum ada memiliki sifat yang elastis atau bisa menyesuaikan diri. Hukum adat menghasilkan hal positif bagi masyarakat dan bisa membentuk karakteristik masyarakat. Hukum adat dapat membentuk pola perilaku masyarakat dan bisa menjauhkan berbagai tindak penyimpangan sosial. Berikut ini adalah hubungan antropologi hukum dan hukum adat:

1. Kegunaan

Antropologi hukum menjadi salah satu kajian ilmu yang sangat berkaitan dengan kaidah sosial yang bersifat hukum dan ilmu ini akan menjauhkan masyarakat dari perilaku menyimpang. Sedangkan hukum adat adalah suatu hukum yang tidak tertulis, namun hukum ini berkembang di lingkungan masyarakat mengikuti perkembangan jaman. Keduanya memiliki kegunaan yang sama dalam masyarakat yaitu untuk mengatur pola kehidupan masyarakat dan keduanya menimbulkan norma sosial yang bermanfaat. Salah satu ciri-ciri norma sosial adalah dipatuhi oleh masyarakat dan sifatnya tidak mengandung unsur kekerasan.

2. Fokus Utama

Hukum adat dan antropologi hukum memiliki pola hubungan yang saling menguntungkan. Keduanya saling melengkapi dan fokus keduanya adalah kebudayaan yang berlaku di masyarakat. Keduanya memiliki peranan untuk menghindarkan berbagai macam konflik sosial di masyarakat dan konflik sosial dapat dihindarkan dengan cara yang halus atau tanpa kekerasan. Hukum adat dan antropologi hukum bisa menghindarkan berbagai bentuk penyimpangan sosial yang seringkali terjadi di lingkungan masyarakat.

3. Sifat

Hukum adat adalah hukum yang tidak tertulis, namun ditaati masyarakat dengan baik dan hukum adat terus berkembang sesuai dengan perkembangan waktu. Sedangkan antropologi hukum memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah berbagai tindak kejahatan di lingkungan masyarakat dan antropologi hukum memiliki manfaat jangka panjang. Keduanya memiliki sifat yang tidak memaksa dan sangat fleksibel terhadap perkembangan jaman.

Ada banyak penyebab perilaku penyimpangan dan penyimpangan bisa menjadi salah satu faktor perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Komunikasi sosial memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat dan salah satu tujuan komunikasi sosial adalah menghasilkan kehidupan masyarakat yang aman dan terjauh dari berbagai macam konflik sosial.

Demikian ulasan lengkap mengenai hubungan antropologi hukum dan hukum adat. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi terbaik bagi para pembacanya dan dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Wednesday 12th, June 2019 / 04:25 Oleh :
Kategori : Antropologi