Sponsors Link

5 Fungsi Dan Tujuan Diferensiasi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Sponsors Link

Negara Indonesia yang kaya akan adat istiadat, suku bangsa dan keberagaman budaya tentunya memberikan manfaat keberagaman budaya itu sendiri. Sehingga, masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda. Adanya keragaman dan perbedaan karakteristik mendorong setiap individu memiliki perilaku sosial yang berbeda. Keberagaman pola perilaku ini berhubungan pula dengan ciri-ciri diferensiasi sosial yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

ads

Diferensiasi sosial adalah perbedaan yang ada dalam masyarakat yang tidak memandang tingkatan yang lebih baik antara satu dengan yang lain. Contoh diferensiasi sosial, misal suku Batak dan suku Dayak  memiliki perbedaan dalam adat istiadat, meskipun demikian masyarakat suku Batak dan masyarakat suku Dayak memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Fungsi dan tujuan diferensiasi sosial dalam kehidupan masyarakat, antara lain:

1. Saling Mengenal Karakteristik Suatu Kelompok Dalam Masyarakat

Pentingnya diferensiasi sosial agar antar individu atau  kelompok saling mengenal karakteristik satu dengan yang lain. Dengan  adanya pengelompokan dan jenis diferensiasi sosial dapat dilihat karakteristik masyarakat berdasarkan ras, budaya, agama, profesi, maupun jenis kelamin. Contoh, diferensiasi agama penganut agama Budha memiliki karakteristik berbeda dengan penganut agama Kristen. Dilihat dari tempat dan cara beribadah keduanya jelas berbeda.

2. Mengatasi Konflik Antar Individu Atau Kelompok

Konflik sosial yang timbul akan menyebabkan
dampak positif dan negatif konflik sosial antara kelompok dapat diselesaikan dengan adanya diferensiasi itu sendiri. Misal, adanya konflik antar suku yang berbeda. Untuk mengatasi konflik dibutuhkan pihak ketiga sebagai penengah. Dalam kasus ini pihak ketiga adalah kelompok penganut agama yang sama. Konflik tidak semakin meluas karena kedua belah pihak yang berseteru mengedepankan toleransi persaudaraan antar penganut agama yang sama.

3. Membagi Tugas Individu Atau Kelompok Dalam Masyarakat

Pembagian tugas dalam masyarakat tidak bisa sembarangan diberikan pada individu atau kelompok. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembeda untuk mengerjakan tugas. Contohnya, gotong royong pembangunan masjid. Tidak mungkin perempuan memasang genting atau mengangkut semen. Perlu digunakan diferensiasi sosial jenis kelamin untuk membagi tugas. Laki-laki bertugas menyelesaikan pekerjaan yang berat. Perempuan menyiapkan makanan atau minuman untuk pekerja laki-laki.

4. Pengendalian Sosial Pada Masyarakat

Untuk menghindari perilaku menyimpang pada masyarakat perlu adanya sifat pengendalian sosial. Salah satu tokoh yang berperan dalam pengendalian sosial adalah ketua adat. Ketua adat memiliki tanggung jawab atas sikap dan tingkah laku warganya. Mengendalikan agar tidak menyalahi ketentuan adat yang berlaku. Sama halnya dengan ketua dalam organisasi agama yang mengendalikan umatnya agar tidak terpancing dengan isu-isu yang menimbulkan perselisihan.

5. Memperkaya Budaya Bangsa

Keberagaman dapat memperkaya budaya bangsa. Dapat dilihat bahwa Indonesia terdiri dari kepulauan dengan 34 provinsi. Setiap provinsi di Indonesia memiliki suku dan adat yang beragam. Masing-masing suku memiliki pakaian, rumah, senjata, serta tarian yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat Indonesia kaya akan budaya.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Saturday 09th, March 2019 / 02:34 Oleh :
Kategori : Sosiologi