Sponsors Link

8 Faktor Struktural dan Kultural Ketimpangan Sosial Terlengkap

Sponsors Link

Ketimpangan sosial adalah adanya perbedaan akses dalam memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan sumber daya yang ada di masyarakat dibagi menjadi 2 yaitu sumber daya primer dengan sekunder. Sumber daya primer itu berupa peluang kerja, lapangan kerja, perumahan, kesehatan dan pendidikan. Sedangkan sumber daya sekunder itu berupa jenjang karir, politik dan berbagai sarana lainnya. Ketimpangan sosial terjadi di lingkungan masyarakat disebabkan berbagai penyebab seperti status sosial, keadaan ekonomi dan budaya. Pada dasarnya ketimpangan sosial di dorang oleh 2 faktor penting yaitu struktural dan kultural.

ads

Faktor Struktural Ketimpangan Sosial

1. Kepentingan Sendiri

Seorang pemimpin yang memiliki kepentingan pribadi dalam menjalankan tugasnya, menjadi sebuah hal yang tidak boleh dilakukan dan pemimpin seperti ini akan merugikan masyarakat sera akan menimbulkan ketimpangan sosial. Banyak sekali contoh kasus pemimpin yang memiliki kepentingan sendiri seperti mengurangi pasokan dana desa, tidak menyelesaikan pembangunan dengan alasan dananya habis dan berbagai tindakan negatif lainnya. Kepentingan sendiri menjadi faktor ketimpangan sosial yang banyak terjadi di Indonesia, karena sampai dengan saat ini banyak sekali pejabat yang terjerat kasus korupsi serta harus mendekam di penjara bertahun-tahun.

2. Kinerja Pemimpin Tidak Baik

Sebuah wilayah atau daerah pasti menginginkan seorang pemimpin yang memiliki kinerja baik dan selalu bekerja untuk kepentingan rakyat. Pemimpin yang baik akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di lingkungan dan bisa menciptakan pemerataan di masyarakat. Pemimpin yang tidak memiliki kinerja baik, pati akan menimbulkan berbagai konflik sosial yang terjadi di masyarakat dan bentuk-bentuk konflik sosial bisa sangat bervariasi. Konflik sosial yang terjadi akan memunculkan ketimpangan sosial yang terjadi di lingkungan dan hal ini menjadikan struktur suatu daerah atau wilayah menjadi tidak seimbang.

3. Kebijakan yang Merugikan Masyarakat

Kebijakan yang dilakukan pemerintah haruslah berpihak pada masyarakat dan tidak merugikan masyarakat. Dengan adanya kebijakan yang pro rakyat akan membuat kondisi suatu daerah menjadi kondusif dan berbagai konflik sosial bisa dihindari dengan sangat cepat. Ada banyak sekali contoh kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat yang sangat merugikan lingkungan itu sendiri dan dengan kebijakan yang baik, maka semua kesenjangan yang terjadi akan dapat dicegah. Kondisi masyarakat yang stabil menjadi sebuah hal yang diinginkan oleh suatu daerah atau negara dan kondisi ini dapat tercipta dengan adanya kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat.

4. Jumlah Bantuan Tak Seimbang

Masyarakat kecil atau miskin masih perlu bantuan untuk meningkatkan perekonomiannya dan salah satunya adalah dengan adanya bantuan beras murah atau bulog. Program ini memang sangat menguntungkan bagi masyarakat, karena beras bisa ditebus dengan harga yang murah dan kondisi ini sangat membutuhkan masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Namun tidak semua bantuan terkirim dengan baik, akibat adanya kendala-kendala yang menghambat dan dengan keterlambatan ini akan membuat terjadinya ketimpangan sosial di dilingkungan masyarakat. Kurangnya pasokan bantuan menjadi salah satu contoh ketimpangan sosial yang pernah terjadi di Indonesia.

Faktor Kultural Ketimpangan Sosial

1. Masyarakat Tertutup

Perilaku masyarakat yang tertutup terhadap berbagai macam informasi, tentu menyulitkan pemerintah untuk memberikan kebijakan-kebijakan terbaiknya dan masyarakat yang tertutup akan menimbulkan ketimpangan sosial. Masyarakat yang tertutup akan sulit untuk maju, karena tidak memiliki informasi mengenai berbagai hal dan bentuk-bentuk ketimpangan sosial akan terjadi dengan cepat. Berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah, tidak akan dijalankan dengan baik oleh masyarakat yang tertutup dan masyarakat tertutup lebih memilih untuk diam atau tidak ikut campur dalam berbagai hal.

Sponsors Link

2. Tinggal Di Pelosok

Masyarakat yang tinggal dipelosok akan memiliki ketimpangan dengan masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dan kondisi ini banyak terjadi di Indonesia. Salah satu upaya masyarakat dalam menjauhkan ketimpangan sosial adalah dengan merantau ke kota dan salah satu tujuan perantauan adalah Jakarta, karena Jakarta adalah Ibukota Indonesia. Saat berbaur dengan masyarakat kota, akan terjadi ketimpangan yang sangat tinggi dan proses adaptasi yang akan membuat perbauran budaya. Sudah banyak upaya mengatasi ketimpangan sosial yang dilakukan oleh pemerintah dan semua usahanya dilakukan dengan cara yang bervariasi.

3. Ketinggalan Informasi

Ketinggalan informasi adalah salah satu hal yang sering menjadi faktor ketimpangan sosial yang terjadi dalam sebuah lingkungan dan salah satu sikap kritis dalam menghadapi ketimpangan sosial adalah dengan bersikap peka terhadap berbagai hal. Informasi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap ketimpangan sosial dan informasi bisa merubah berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan masyarakat. Kondisi ini biasanya dialami oleh masyarakat yang tinggal di daerah pelosok.

4. Penghasilan Kecil

Bekerja di daerah perkampungan atau daerah kecil biasanya memiliki tingkat penghasilan yang rendah dan dengan penghasilan yang minim akan menimbulkan berbagai penyimpangan sosial. Kondisi ini bisa dicegah dengan berbagai kebijakan pemerintah yang pro rakyat. Tingkat penghasilan masyarakat kota biasanya lebih besar dari masyarakat pedesaan dan hal ini menimbulkan kesenjangan sosial yang terjadi antar masyarakat.

Demikian ulasan lengkap mengenai faktor struktural dan kultural ketimpangan sosial yang sering terjadi di lingkungan masyarakat.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Saturday 11th, May 2019 / 06:27 Oleh :
Kategori : Ekonomi