Sponsors Link

3 Faktor Penyebab Reintegrasi Dalam Lingkungan Masyarakat

Sponsors Link

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman yang di kagumi oleh masyarakat dunia, contoh masalah sosial budaya. Dapat dibilang semua tercampur satu dalam rumah yang bernama nusantara. Menariknya persatuan dan kesatuan masih tetap dipegang teguh. Mengingat semakin beragam suatu bangsa atau wilayah tentu akan semakin mudah terjadinya konflik.

ads

Belakangan muncul istilah reintegrasi dalam upaya untuk mengambelikan jiwa-jiwa persatuan di tengan perbedaan. Ini disebabkan karena terdapat beberap agesekan-gesekan yang menimbulkan percikan konflik. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan integrasi dan tujuannya untuk apa?

Reintegrasi merupakan upaya untuk membangun kembali kepercayaan, modal sosial, dan kohesi sosial. Proses ini semacam upaya untuk merekatkan hubungan yang ada untuk kembali dalam satu kesatuan. Mencoba untuk meredam adanya konflik sosial di masyarakat. Lawan dari reintegrasi adalah disintegrasi. Disintegrsi sendiri merupakan merupakan pudarnya nilai-nilai atau norma dalam masyarakat yang dapat menyebabkan adanya konflik. Munculnya disintegrasi ini lama-kelamaan akan menjadi kekacaun dan terjadinya anomei (tanpa aturan) artinya masyarakat tidak lagi memiliki pegangan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga, batasan-batasan dalam masyarakat sudah bukan menjadi acuan yang harus ditaati bersama.

Hubungan reintegrasi dengan konflik

Reintegrasi sendiri memiliki hubungan dengan berbagai elemen dalam masyarakat dan cara pengendalian sosial. Tujuan dari hubungan ini untuk semakin mengokohkan adanya proses menyatukan kembali permasalahan yang ada. Adapun hubungan tersebut akan diuraikan dalam artikel berikut;

Konflik sosial yang terjadi di masyarakat memunculkan berbagai perasaan dendam, keretaan hubungan, hingga menjadi permusuhan. Dalam hal inilah penting untuk reintegrasi sebagaimana sebelum konflik itu terjadi. Artinya dapat mengembalikan seperti semula akan perilaku masyarakat  itu sendiri.

Hubungan antara reintegrasi dengan perubahan sosial

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat seringkali menjadi pemicu adanya konflik. Terlebih berkaitan dengan kodisi ekonomi yang lesu. Sangat rentan akan terjadinya konflik sosial tersebut. Muncul tindakan saling curiga antar sesama invidu sehingga lambat laun keharmonisan akan berbuah menjadi perpecahan. Dalam kaitan ini penting untuk adanya reintegrasi dengan mengambalikan keadaan seperti semua. Meskipun perubahan sosial tetap ada tetapi kesatuan dan persatuan tetap terjalin dengan baik.

Hubungan antara reintegrasi, perubahan sosial dan disintegrasi sosial.

Tidak terpungkiri perubahan yang terjadi di masyarakat karena adanya pudarnya nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat. Masyarakat yang tidak lagi menganut adanya sistem norma dan nilai inilah yang disebut dengan disintegrasi. Sebagai contoh bentuk perubahan sosial dan disintegrasi sebagai berikut, ketika ada orang yang memiliki sesuatu selalu berpikiran akan yang tidak-tidak. Secara tidak langsung sikap ini menimbulkan aroma kecurigaan dan kecemburuan. Tindakan yang akan menjadikan seseorang merasa tidak suka dan timbulnya konflik. Dalam kaitan ini penting adanya proses reintegrasi untuk mengembalikan perilku masyarakat ke arah yang lebih baik lagi.

Faktor penyebab reintegrasi

Reintegrasi sendiri merupakan upaya untuk membangun kembali masyarakat yang telah melakukan berbagai penyimpangan atas nilai-nilai dan norma sosial. Penyimpangan ini aka menimbulkan gejolak sosial di masyarakat yang menimbulkan konflik. Keutuhan dan keharmonisan akan dipertaruhkan. sebagai upaya untuk mengembalikan hal tersebut munculkan istilah reintegrasi. Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya diadakan reintegrasi. Adapun faktor tersebut sebagai berikut;

Sponsors Link

  1. Melemahnya norma-norma dan nilai-nilai

Nilai dan norma dalam masyarakat memiliki kedudukan tertinggi. Melalui kedua poin membedakan kebaikan dan keburukan. Peran nilai Dan norma dalam proses sosialisasi atau masyarakat sangat penting. Ketika masyarakat telah kehilangan atau mengalami penurunan akan norma dan nilai tersebut.

Perilaku yang terjadi cenderung tidak beraturan. Tidak lagi mengenal batasan suatu sikap yang seharunya dilakukan. Lambat laun perilaku yang demikian memunculkan perselisihan di masyarakat dan menyebabkan  konflik sosial. Sebagai contoh masyarakat sekarang kurang memperhatikan adab sopan santun kepada anaknya. Mereka beranggapan akademik lebih penting dibandingkan dengan adab tersebut.

Sehingga, anak lebih baik berada di  rumah dibandingkan bergual bersama masyarakat. Tindakan tersebut secara tidak langsung menyebabkan terjadinya perselisihan. Anak yang kurang memahami adab sopan santun akan berlaku kurang peduli dan kurang menghargai orang lain. Lain sisi masyarakat akan memberikan penilaian negatif. Penilaian yang menimbulkan percikan konflik sosial.

Sponsors Link

  1. Perubahan Sosial

Perubahan sosial cepat di masyarakat dan tidak menentu menjadi sumbu dari berbagai masalah. Ekonomi yang peling rentan dalam kaitan ini dalam menciptakan konflik. Semua semakin mahal, lapangan pekerjaan sulit, dan kehidupan yang keras mempengaruhi adanya berbagai gejolak dalam masyarakat. Perilaku yang tidak sesuai dengan acaran nilai kebaikan mudah untuk dilanggar.

Kemudahan ini juga dipicu oleh keadaan dalam masyarakat itu sendiri, misalnya seorang yang mencuri tidak saja digunakan untuk hura-hura. Melainkan adanya keterpaksaan dari ekonomi yang begitu lemah. Hal inilah penting diadakan reintegrasi untuk mengembalikan masyarakat pada tataran yang sebenarnya dan menghindarkan dari bentuk-bentuk konflik sosial.

  1. Iklim Globalisasi

Globalisasi di satu sisi memberikan keuntungan bagi masyarakat, namun di sisilah justru menimbulkan berbagai permaslahan. Kemudahan teknologi dan perdangan bebas yang hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan gonjangan tersendiri. Terlebih masyarakat belum dewasa baik secara materi maupun mental. Muncul keinginan yang berlebih dibandingkan dengan kehidupan pendapatannya. Inilah yang menimbulkan berbagai tindakan yang dilur norma dan nilai sosial.   

Demikian beberapa ulasan dari adanya penyebab faktor yang bisa menyebabkan adanya reintegrasi yang bisa anda ketahui.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 03rd, June 2018 / 06:10 Oleh :
Kategori : Sosiologi