Sponsors Link

6 Faktor Penyebab Perilaku Konsumerisme Berdasarkan Internal dan Eksternal

Sponsors Link

Era globalisasi telah menjadi era yang memunculkan banyak unsur-unsur budaya baru di lingkungan masyarakat. Hal tersebut terjadi karena globalisasi memungkinkan terjadinya aktivitas pertukaran informasi tanpa batas ruang dan waktu bagi siapapun. Informasi dari berbagai bidang pun termasuk bidang ekonomi dapat dengan mudah diterima hingga diadopsi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang berupa perilaku. Salah satu perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi adalah perilaku konsumerisme. Ciri-ciri konsumerisme identik dengan kegiatan konsumsi yang berlebihan dan berdampak tidak baik bila dilakukan secara berkelanjutan. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai faktor penyebab perilaku konsumerisme sebagai perilaku masyarakat dalam perubahan sosial budaya di era global. Namun, sebelum masuk ke pembahasan tersebut, ada baiknya simak terlebih dahulu pengertian dari perilaku konsumerisme.

ads

Pengertian Perilaku Konsumerisme

Konsumerisme berasal dari bahasa Latin berupa kata consumere atau consumo, sumpsi, sumptum yang berarti menghabiskan, memakai sampai habis, memboroskan, menghambur-hamburkan, dan menggerogoti sampai habis. Konsumerisme diturunkan dari kata-kata di atas yang akhirnya memunculkan arti pikiran atau mentalitas keinginan menghabiskan/memboroskan.

Perilaku konsumerisme dalam ilmu ekonomi erat kaitannya dengan upaya manusia memenuhi kebutuhan berupa kegiatan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa demi memperoleh kepuasan. Hanya saja perilaku konsumerisme didukung keinginan konsumsi secara berlebihan atau tidak disesuaikan skala prioritas kebutuhan. Perilaku konsumerisme dengan ini dapat diartikan sebagai perilaku seseorang atau kelompok yang menjalankan kegiatan konsumsi secara berlebihan, baik secara sadar maupun tidak, serta dilakukan secara berkelanjutan.

Faktor Penyebab Perilaku Konsumerisme

Setelah memahami pengertian perilaku konsumerisme, kini hal yang harus dilakukan ialah mengidentifikasi faktor penyebab perilaku konsumerisme dalam pemenuhan macam-macam kebutuhan manusia sehari-hari. Secara garis besar, faktor penyebab perilaku konsumerisme dapat dibedakan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun penjelasan lebih lengkapnya diuraikan di bawah ini.

  • Faktor Internal

Faktor internal berasal dari dalam diri individu atau kelompok pelaku konsumerisme. Faktor internal berwujud naluri alamiah manusia yang selalu tidak pernah puas. Selain itu, perilaku konsumerisme juga didorong kemampuan finansial individu yang memadai untuk melakukan kegiatan konsumsi.

  • Faktor Eksternal

Faktor penyebab perilaku konsumerisme juga ada yang berasal dari luar pelakunya yang disebut faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi :

  • Peer group (kelompok bermain/kelompok pergaulan)

Sebuah kelompok pergaulan seringkali memiliki atribut bersama yang harus dimiliki anggota kelompoknya seperti seragam dan sebagainya. Hal ini terkadang membuat anggota kelompoknya harus membeli benda tersebut demi keseragaman kelompok padahal intensitas kebutuhannya tidak terlalu penting.

  • Pengakuan status

Seseorang juga akan terdorong berperilaku konsumerisme bila perilaku tersebut menjadi salah satu cara mendapatkan status sosial sosial di lingkungannya. Misalnya siswa yang membeli sepatu branded membuat ia dianggap keren di mata teman-teman sekolahnya.

  • Kemudahan memperoleh barang dan jasa

Konsumerisme didukung adanya kemudahan seseorang atau kelompok memperoleh barang dan jasa. Misalnya tren penggunaan aplikasi online shop membuat wanita lebih mudah belanja tas idamannya hanya dengan melihatnya di aplikasi, membayarnya secara online, dan hanya menunggunya dikirim ke rumah tanpa harus repot pergi ke pusat perbelanjaan.

  • Pengaruh budaya baru

Tren budaya popular seperti sekulerisme dan romantisme juga mampu menjadi penyebab perilaku konsumerisme. Misalnya pasangan yang ingin menujukkan romantisme hubungannya dilakukan dengan cara membeli kaos couple atau barang-barang lain yang dapat digunakan secara kompak, padahal barang tersebut tidak terlalu penting dibeli.

Demikian penjelasan mengenai faktor penyebab perilaku konsumerisme. Semoga bermanfaat!

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Wednesday 21st, November 2018 / 10:27 Oleh :
Kategori : Ekonomi