Sponsors Link

15 Faktor Pendorong dan Penghambat Kelahiran di Indonesia

Sponsors Link

Kelahiran dan kematian merupakan faktor alami yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk sebagai suatu karakteristik gejala sosial, bersama dengan faktor non-alami yaitu migrasi. Artinya bahwa angka pertumbuhan penduduk di suatu negara dipengaruhi oleh seberapa besar angka kelahiran, kematian, serta angka imigrasi. Dimana ketiga faktor tersebut juga memiliki faktor pendorong dan penghambat masing-masing, seperti faktor pendorong dan penghambat kelahiran.

ads

Kelahiran sendiri juga sering dianggap sebagai suatu penentu utama meningkatnya angka pertumbuhan penduduk di suatu negara. Ketika angka kelahiran setiap tahun meningkat atau mengalami peningkatan yang tidak terkendali karena adanya faktor pendorong, maka angka pertumbuhan penduduk juga otomatis akan meningkat. Namun sebaliknya, jika faktor penghambat membuat angka kelahiran kecil atau menurun setiap tahunnya, maka angka pertumbuhan penduduk juga akan berkurang atau menurun. Lalu apa saja faktor pendorong dan penghambat kelahiran tersebut? berikut beberapa penjelasannya.

Kelahiran

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa kelahiran merupakan faktor penting dalam pertumbuhan angka penduduk. Angka kelahiran sendiri disebut dengan istilah fertilitas atau natalitas, yang mana menunjukkan angka kelahiran yang sesungguhnya. Selain itu, menurut para ahli demografi, kelahiran dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Kedua macam kelahiran tersebut adalah kelahiran hidup dan kelahiran mati. Kelahiran hidup merupakan suatu kelahiran bayi tanpa adanya perhitungan mengenai berapa lama bayi tersebut dikandung dan bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sedangkan angka kelahiran mati menunjukkan kelahiran seorang bayi yang berumur setidaknya 28 minggu dari kandungan, serta tanpa adanya tanda-tanda kehidupan seperti pada kelahiran hidup.

Secara umum, kelahiran dipahami sebagai angka seberapa banyak jumlah bayi yang dilahirkan dalam masyarakat oleh seorang wanita. Kelahiran yang dilakukan oleh setiap wanita tersebut biasanya berada pada masa subur masing-masing, yaitu berkisar antara usia 15 hingga 45 tahun. Oleh sebab itu, angka kelahiran sangat berpengaruh terhadap peningkatan angka pertumbuhan penduduk.

Faktor Pendorong dan Penghambat Kelahiran

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa kelahiran merupakan suatu angka seberapa banyak bayi dilahirkan. Besarnya angka kelahiran sendiri tergantung kepada beberapa faktor pendorong dan penghambat nya, dimana semakin banyak dan kuat faktor pendorong nya maka angka kelahiran juga akan semakin tinggi, begitu pun sebaliknya jika faktor penghambat nya lebih banyak dan kuat maka angka kelahiran akan menurun. Kedua kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap angka pertumbuhan penduduk. Faktor pendorong dan penghambat kelahiran tersebut juga biasanya akan dipengaruhi oleh beberapa kebijakan-kebijakan pemerintah. Berikut ini beberapa faktor pendorong dan penghambat kelahiran:

Faktor Pendorong Kelahiran

Sebagai suatu faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk dalam suatu wilayah, maka jumlah kelahiran yang dimiliki setiap wilayah juga akan berbeda-beda. Hal ini didasarkan pada pengaruh faktor pendorong dan faktor penghambat dari angka kelahiran suatu wilayah tersebut. Sama halnya dengan faktor pertumbuhan penduduk lainnya, angka kelahiran juga dibutuhkan bagi setiap wilayah dengan tujuan untuk mencapai jumlah penduduk yang seimbang. Terlebih lagi, angka kelahiran biasa nya akan lebih mudah untuk di kontrol atau di atur oleh pemerintah jika dibandingkan dengan angka kematian atau yang dikenal pula dengan istilah mortalitas. Apa saja faktor pendorong dan penghambat kelahiran tersebut, simak penjelasan berikut. Beberapa faktor pendorong kelahiran diantaranya adalah:

  1. Sifat Alami Manusia
Sponsors Link

Faktor pendorong kelahiran yang pertama adalah karena adanya sifat alami manusia untuk memiliki keturunan sehingga dapat melanjutkan silsilah keluarga. Dimana tidak ada satu manusia pun yang tidak memiliki keinginan untuk memiliki keturunan karena itu sudah menjadi suatu sifat alami yang dimiliki oleh setiap manusia. Terkadang ketika seorang pasangan yang telah menikah lama dan belum memiliki keturunan juga akan merasa malu hingga terdapat rasa iri terhadap keluarga lainnya, oleh sebab itulah sifat alami manusia untuk memiliki keturunan merupakan faktor utama pendorong kelahiran.

  1. Menikah Pada Usia Muda

Faktor kedua pendorong kelahiran adalah adanya suatu kondisi dimana banyak sekali kasus pernikahan dini atau menikah pada usia yang masih muda, yang mana menjadi salah satu contoh realitas sosial dalam masyarakat yang masih sulit diatasi. Kondisi tersebut biasanya sering terjadi di masyarakat pedesaan, dimana biasanya terdapat rasa malu oleh orangtua jika anaknya tidak segera menikah atau mendapatkan jodoh. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu perbedaan desa dan kota dalam hal kehidupan masyarakatnya.

  1. Besarnya Angka Kematian Bayi

Besarnya angka kematian bayi juga dapat menjadi faktor pendorong kelahiran, karena dengan semakin banyaknya bayi yang meninggal dapat mendorong para orang tua untuk berusaha memiliki anak atau keturunan lagi, sehingga angka kelahiran akan semakin tinggi.

  1. Adanya Penilaian Tinggi Terhadap Anak
ads

Faktor pendorong selanjutnya adalah karena adanya suatu penilaian yang tinggi terhadap seorang anak, penilaian-penilaian tersebut seperti:

  • Anak sebagai penerus keturunan, dimana orang tua akan merasa khawatir jika memiliki sedikit anak karena akan berpengaruh terhadap regenerasi keluarga mereka. Oleh sebab itulah, banyak yang memutuskan untuk memiliki banyak keturunan untuk menjaga regenerasi atau kelangsungan silsilah keluarga.
  • Anak dianggap sebagai sumber tenaga kerja, dimana terdapat harapan yang besar ketika seorang anak tumbuh dewasa dapat menjadi sumber pencari nafkah bagi keluarga atau bagi orang tua nantinya.
  • Anak sebagai pembawa rejeki, dimana anak juga dikenal sebagai pembawa rejeki bagi keluarga, sehingga semakin banyak anak maka dianggap pula akan semakin banyak rejeki.
  • Anak sebagai tumpuan pada hari tua, dimana terdapat harapan ketika keluarga memiliki keturunan yang banyak yaitu dapat dijadikan tumpuan bagi orang tua ketika sudah berusia lanjut untuk memenuhi segala kebutuhannya.
  1. Rendahnya Tingkat Pendidikan

Faktor pendorong kelahiran yang terakhir adalah rendahnya tingkat pendidikan. Dimana semakin rendah tingkat pendidikan yang didapatkan seorang anak maka akan mendorong anak tersebut untuk menikah pada usia muda agar dapat pula memenuhi kebutuhannya, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat angka kelahiran karena akan semakin banyak anak yang dilahirkan dari pernikahan dini tersebut.

Itulah beberapa faktor pendorong kelahiran, lalu apa saja faktor penghambat kelahiran? Berikut penjelasannya.

Faktor Penghambat Kelahiran

Selain faktor pendorong, angka kelahiran juga dipengaruhi oleh adanya faktor penghambat didalamnya, beberapa diantaranya seperti:

  1. Keluarga Berencana atau KB

Keluarga berencana merupakan kebijakan dari pemerintah yang bertujuan untuk mengontrol angka kelahiran, dimana didalamnya masyarakat dapat menjaga jarak kehamilan yang nantinya akan berguna bagi peningkatan taraf hidup dan kemajuan pendidikan. Kondisi tersebutlah yang kemudian menyebabkan banyak orang tua menunda memiliki keturunan dan mengikuti program KB.

  1. Adanya Undang-Undang Perkawinan

Adanya undang-undang perkawinan yang diberlakukan dalam kehidupan masyarakat juga menjadi faktor penghambat kelahiran. Dimana terdapat batas minimal usia untuk menikah, yaitu 17 tahun bagi wanita dan 20 tahun untuk laki-laki. Hal ini yang kemudian mengurangi angka kelahiran dalam masyarakat.

  1. Penundaan Usia Kawin

Selain karena adanya undang-undang perkawinan, adanya penundaan usia kawin dengan berbagai alasan seperti ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu, dan lain sebagainya juga menghambat angkat kelahiran. Hal ini karena para remaja kemudian akan menunda usia kawin dan menunda mendapatkan keturunan atau menjalin kehidupan berkeluarga demi kepentingan diri sendiri terlebih dahulu.

  1. Peraturan Mengenai Tunjangan Anak Bagi Pegawai Negeri

Faktor penghambat kelahiran selanjutnya adalah adanya suatu peraturan mengenai tunjangan anak bagi pegawai negeri yang diberikan hanya sampai dengan anak ke 2, sehingga para pegawai negeri akan mengontrol keturunan nya dengan dua anak cukup.

  1. Berkembangnya Wanita Karir

Semakin berkembangnya jaman juga berpengaruh terhadap berkembangnya wanita karir, artinya adanya para wanita yang bekerja di kantor atau perusahaan. Dimana para wanita karir biasanya akan lebih mementingkan karir pekerjaannya terlebih dahulu dan menunda mendapatkan keturunan karena dianggap dapat merepotkan atau menghambat pekerjaan.

  1. Anak Dianggap Beban Keluarga
Sponsors Link

Adanya anggapan bahwa anak merupakan beban bagi keluarga juga menghambat angka kelahiran. Dimana banyak yang menganggap semakin banyak anak maka semakin berat pula beban orang tua, karena harus mengeluarkan biaya hidup yang lebih bagi keluarga dan anak-anaknya.

  1. Tingkat Pendidikan Tinggi

Tingginya tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang juga dapat membatasi atau menghambat jumlah kelahiran, karena dengan pendidikan yang tinggi terkadang seseorang juga akan menunda untuk menikah atau bahkan memiliki keturunan. Dengan pendidikan yang tinggi mereka pasti akan memikirkan karir pekerjaan serta biasanya akan memiliki keinginan untuk terus melanjutkan pendidikan.

  1. kemajuan Dibidang Iptek

Adanya kemajuan dibidang iptek sebagai salah satu contoh modernisasi dalam masyarakat terutama mengenai obat-obatan juga menjadi salah satu faktor penghambat kelahiran. Dimana semakin banyak obat-obat yang dapat digunakan untuk mengontrol kehamilan dan mengontrol mendapatkan keturunan.

  1. Keadaan Ekonomi Keluarga

Keadaan ekonomi suatu keluarga juga dapat mempengaruhi angka kelahiran, dimana keadaan ekonomi atau bahkan pendidikan terkadang dianggap masih belum cukup mendorong seseorang untuk menunda usia pernikahan. Kondisi tersebut dimaksudkan untuk dapat mencapai apa yang diharapkan atau di cita-citakan terlebih dahulu dibanding untuk mendahulukan pernikahan dan mendapatkan keturunan.

  1. Adanya Rasa Malu

Faktor penghambat kelahiran yang terakhir adalah adanya rasa malu ketika seseorang memiliki anak dengan jumlah yang terbilang banyak, dimana dipengaruhi pula oleh beberapa contoh kondisi sosial masyarakat di suatu wilayah mengenai pandangan masyarakat terhadap keluarga berketurunan banyak. Oleh sebab itu, banyak yang berusaha untuk mengurangi jumlah keturunan sehingga berpengaruh terhadap terhambat nya angka kelahiran.

Demikian penjelasan mengenai faktor pendorong dan penghambat kelahiran di Indonesia maupun secara umum, dimana dapat disimpulkan bahwa angka kelahiran sebagai salah satu faktor pertumbuhan penduduk di dalam kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh beragam faktor atau aspek-aspek kehidupan dalam masyarakat itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Thursday 24th, May 2018 / 06:53 Oleh :
Kategori : Sosiologi