Sponsors Link

Ini Dia 8 Faktor Pendorong Dan Penghambat Forensen Secara Umum Dan Lengkap!

Sponsors Link

Forensen adalah suatu kegiatan kerja yang sementara dan kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat pedesaan yang bekerja ke wilayah perkotaan. Wilayah pedesaan biasanya sangat identik dengan pertanian dan perkebunan. Sedangkan wilayah perkotaan sangat identik dengan modernisasi dan di wilayah perkotaan banyak tersedia lapangan pekerjaan di berbagai bidang. Pada sebuah negara forensen akan menimbulkan dampak positif atau negatif dan banyak sekali faktor pendorong yang menyebabkan timbulnya forensen. Namun laju forensen juga dapat dicegah dengan berbagai macam cara dan upaya mencegah forensen juga sudah dilakukan oleh pihak pemerintah.

ads

Faktor Pendorong Forensen

1. Penghasilan Besar

Kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan persaingan hidup yang terus berjalan membuat banyak masyarakat ingin memiliki penghasilan yang besar. Penghasilan yang besar menjadi salah satu upaya mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat dan dengan penghasilan yang besar semua kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan baik. Wilayah perkotaan memang memiliki perputaran uang yang besar, jika dibandingkan dengan wilayah pedesaan dan penghasilan kerja di kota memang lebih menjanjikan, daripada bekerja di wilayah pedesaan.

2. Pengalaman

Bekerja adalah salah satu cara yang dilakukan manusia untuk memperoleh uang atau penghasilan dan dengan uang manusia akan bisa memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup manusia pasti berbeda-beda dan setiap manusia memiliki cara berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Ada banyak alasan seseorang bekerja di suatu wilayah perkotaan dan salah satunya adalah untuk menambah pengalaman kerja. Pengalaman kerja yang baik bisa membuat seseorang memiliki kualitas kerja yang baik. Pengalaman kerja juga dapat mempermudah seseorang dalam menemukan pekerjaan lainnya dan hal ini akan membuka peluang kerja yang lebih besar.

3. Lapangan Pekerjaan

Salah satu masalah terbesar di Indonesia saat ini adalah kurang tersedianya lapangan pekerjaan dan jumlah populasi rakyat Indonesia yang semakin bertambah, tidak seimbang dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Daerah perkotaan memiliki banyak sekali perusahaan besar dan salah satu kawasan yang memiliki banyak pabrik adalah cikarang dan bekasi. Hal ini akan membuat upah minimum regional menjadi lebih meningkat dan penghasilan para pekerja lebih banyak. Indonesia memiliki banyak contoh ketimpangan sosial di masyarakat yang disebabkan perbedaan jumlah penghasilan.

4. Jenjang Karir

Pendidikan adalah upaya untuk memperoleh jenjang karir yang baik dan dengan jenjang karir yang jelas, seseorang akan memperoleh penghasilan yang stabil atau meningkat. Wilayah pedesaan biasanya tidak memiliki jenjang karir yang baik, karena keterbatasan jumlah lapangan pekerjaan yang ada dan dengan jenjang karir yang baik. Jenjang karir seseorang biasanya dihasilkan dari tingkat pendidikan yang dijalani dan semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka penghasilannya akan semakin besar. Tidak adanya jenjang karir, menjadi salah satu faktor ketimpangan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

5. Kerja Kantoran

Masyarakat desa biasanya memiliki profesi sebagai petani dan bekerja dengan tenaga yang besar. Keinginan untuk bisa bekerja di tempat yang nyaman dan memiliki ruang kerja yang baik menjadi impian banyak orang desa. Keinginan kerja kantoran menjadi salah satu pendorong forensen yang dilakukan masyarakat dan banyaknya yang kerja kantoran bisa menimbulkan banyak dampak kesenjangan sosial di masyarakat. Kerja kantoran sangat identik dengan tempat kerja yang memiliki fasilitas ac dan menggunakan komputer dalam pekerjaannya.

Faktor Penghambat Forensen

1. Tidak Memiliki Tempat Tinggal

Salah satu hal yang bisa menghambat proses forensen adalah tidak memiliki tempat tinggal di kota. Bekerja dengan cara pulang pergi memang memerlukan tenaga yang besar dan kondisi ini bisa menghambat proses kerja yang dilakukan, karena penghasilan tak seimbang dengan ongkos yang dikeluarkan. Ada berbagai perbedaan desa dan kota yang terlihat secara jelas. Biaya untuk memiliki tempat tinggal di kota tentu sangatlah mahal dan biaya untuk menyewa kontrakan pun lumayan mahal.

Sponsors Link

2. Tidak Betah

Tidak betah menjadi salah satu hambatan seseorang dalam melakukan forensen dan kondisi ini bisa disebabkan dengan berbagai faktor seperti proses adaptasi yang kurang baik saat bekerja, tekanan kerja yang besar, target kerja yang sangat tinggi, kecepatan kerja yang tidak sesuai, banyak potongan , resiko kerja yang tinggi dan berbagai faktor lainnya. Ada berbagai karakteristik gejala sosial yang sering terjadi di lingkungan masyarakat dan dengan gejala sosial yang terjadi di pekerjaan, akan membuat seseorang menjadi tak betah saat bekerja.

3. Biaya Transportasi Yang Besar

Saat bekerja dari desa ke kota tentu harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar dan berbagai resiko bisa saja terjadi. Alat transportasi yang digunakan untuk bekerja bisa bermacam-macam seperti mobil pribadi, motor pribadi, mobil sewaan, motor sewaan dan berbagai alat transportasi lainnya. Biaya transportasi yang dikeluarkan seseorang setiap harinya pasti berbeda-beda dan seringkali malah terlalu banyak biaya transportasi dibanding hasilnya. Biaya transportasi yang besar, bisa menjadi faktor penghambat proses forensen seseorang dan proses penghambat ini dapat mengurangi jumlah penduduk di suatu perkotaan.

Demikian ulasan lengkap mengenai faktor pendorong dan penghambat forensen yang sering terjadi di masyarakat. Semoga artikelnya dapat memberikan referensi terbaik dan bisa bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Sunday 21st, April 2019 / 01:26 Oleh :
Kategori : Ekonomi