Sponsors Link

18 Faktor Pendorong dan Penghambat Akulturasi Budaya Paling Lengkap

Sponsors Link

Akulturasi budaya merupakan proses sosial yang akan terus berlangsung pada suatu kelompok masyarakat, selama kelompok masyarakat itu mau menerima masuknya pendatang dan mempunyai rasa toleransi yang tinggi. Walau pada awalnya tidak akan berjalan dengan baik, namun jika warga lokal dan pendatang terus melakukan contoh kontak sosial langsung dan tidak langsung maka lambut laun proses contoh akulturasi budaya akan terjadi tanpa disadari oleh pelakunya. Saling pengertian dan adanya rasa saling menghormati akan semakin membuat proses akulturasi budaya lebih cepat terjadi.

ads

Banyak faktor akulturasi budaya baik yang mendorong maupun yang menghambat terjadinya akulturasi selama proses akulturasi ini terjadi. Faktor-faktor ini akan menentukan waktu yang diperlukan hingga terjadinya akulturasi budaya, baik atau buruknya proses  akulturasi budaya dan hasil akhir dari proses akulturasi budaya itu sendiri. Agar lebih jelas berikut uraiannya:

Faktor Pendorong Akulturasi Budaya

  1. Adanya perbedaan interaksi sosial asosiatif dan disosiatif dengan budaya lain.
  2. Adanya toleransi terhadap budaya asing.
  3. Sikap saling menghargai budaya masing-masing.
  4. Mengakui kelebihan budaya baru, sehingga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Penduduk yang heterogen
  6. Adanya ketidak-puasan masyarakat akan sesuatu hal dan ada keinginan untuk maju.
  7. Tingkat pendidikan yang tinggi
  8. Adanya penemuan baru yang lebih sempurna dari sebelumnya.
  9. Adanya penyempurnaan penemuan.

Faktor Penghambat Akulturasi Budaya

  1. Adanya perang.
  2. Adanya konflik dalam masyarakat.
  3. Adanya pemberontakan dalam masyarakat.
  4. Bencana alam.
  5. Tingkat pendidikan yang rendah.
  6. Fanatisme kedaerahan yang tinggi.
  7. Sikap menutup diri dari budaya baru.
  8. Tidak ada toleransi terhadap pendatang
  9. Mempunyai prasangka jelek terhadap budaya-budaya baru yang datang.

Nah itulah faktor akulturasi budaya baik pendorong maupun penghambatnya. Pada dasarnya proses akulturasi terjadi jika ada interaksi sosial yang mendukung penuh terjadinya perubahan kearah yang lebih baik dan interaksi sosial bisa terjadi jika ada:

  • Tindakan sosial yaitu semua tindakan individu yang mempengaruhi tindakan individu lainnya. Ada empat tindakan sosial yang umum terjadi yaitu tindakan rasional instrumental (tindakan yang memperhitungkan antara tindakannya dengan hasilnya), tindakan rasional berorientasi nilai (tindakan-tindakan yang berdasarkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat), tindakan tradisional (tindakan-tindakan di luar rasional), tindakan ofektif (tindakan-tindakan yang berdasarkan emosi).
  • Bentuk-bentuk kontak sosial primer yaitu hubungan antar individu dalam berinteraksi baik secara secara langsung maupun tidak langsung. Dalam prosesnya kontak sosial dapat dilakukan secara primer atau secara langsung berinteraksi satu sama lain, atau bisa juga sekunder yaitu melaui perantara seperti pesawat telepon, email, media sosial, surat kabar dan sebagainya.
  • Contoh komunikasi sosial adalah hubungan antar manusia, bisa antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Dan seperti teknik komunikasi pada umumnya, komunikasi sosial mempunyai unsur-unsur komunikator (pemberi pesan), pesan (obyek yang disampaikan), media ( alat untuk menyampaikan pesan), komunikan ( penerima pesan) dan umpan balik (dampak yang terjadi akibat pesan yang disampaikan.

Demikian pembahasan mengenai faktor akulturasi budaya yang mempengaruhi perkembangan sebuah proses akulturasi dalam sebuah kelompok masyarakat. Pemikiran yang terbuka dan sikap toleransi yang tinggi terhadap budaya baru akan menghasilkan sebuah proses akulturasi yang baik dan akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik pula.

 

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Saturday 13th, October 2018 / 09:06 Oleh :
Kategori : Antropologi