Sponsors Link

Pengertian Etos Kerja Menurut Para Ahli dan Dalam Islam

Sponsors Link

Etos berasal dari Bahasa Yunani yang berarti kepribadian, sikap, watak, karakter dan juga keyakinan pada sesuatu. Sikap ini tidak hanya dimiliki individu namun juga kelompok dan bahkan masyarakat. Sementara dalam kamus besar bahasa Indonesia, etos kerja memiliki arti semangat kerja yang menjadi ciri serta keyakinan seseorang atau sebuah kelompok.

ads

Secara terminologis, kata etos sendiri mengalami perubahan makna yang luas dan dipakai dalam 3 pengertian yang berbeda, yakni:

  • Sebuah aturan umum atau cara hidup.
  • Sebuah tatanan aturan perilaku.
  • Penyelidikan mengenai jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku.

Sementara dalam pengertian lain, etos bisa diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atas kemauan yang disertai dengan semangat tinggi untuk mencapai cita cita positif sebagai salah satu upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan.

Pengertian Etos Kerja Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian dari etos kerja dari beberapa orang ahli, seperti:

1. Menurut Gregory [2003]

Etos kerja menurut Gregory adalah bagian yang harus menjadi perhatian dalam keberhasilan sebuah perusahaan. Perusahaan besar dan juag terkenal sendiri sudah membuktikan jika etos kerja yang militan menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam perusahaannya.

2. Menurut Siregar [2000]

Siregar berpendapat jika etos kerja seseorang sangat berkaitan dengan perilaku, kepribadian dan juga karakter. Masing masing individu mempunyai internal being yang merumuskan siapa dirinya dan selanjutnya akan menetapkan respon atau reaksi pada tuntutan eksternal sebagai salah satu syarat terjadinya interaksi sosial. Respon internal being pada tuntutan eksternal dunia kerja tersebutlah yang nantinya akan menetapkan etos kerja seseorang.

3. Menurut Khassanah [2004]

Etos kerja dari bahasa Yunani yaitu karakter, kebiasaan seseorang, cara hidup, motivasi atau tujuan moral seseorang dan pandangan dunia mereka yakni gambaran cara bertindak atau gagasan yang komperhensif tentang tantangan.

Dengan kata lain, menurut khassanah etos kerja berarti aspek evaluatif sebagai sikap mendasar pada diri dan juga dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupan.

4. Menurut Geertz [1982]

Etos merupakan sikap mendasar pada diri serta dunia yang dipancarkan dalam hidup. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip setiap individu yang sudah menjadi keyakinan dalam mengambil sebuah keputusan.

5. Menurut Kamus Webster

Menurut kamus Webster, etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berguna sebagai panduan tingkah laku seseorang, sekelompok atau sebuah institusi dalam proses terjadinya interaksi sosial.

6. Menurut Usman Pelly [1992]

Usman Pelly berpendapatan jika etos kerja merupakan sikap yang terjadi atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari dengan sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja. Ini bisa dilihat dari pernyataan pada muka jika etos kerja memiliki dasar dari nilai budaya dan dari nilai budaya tersebut yang nantinya akan membentuk etos kerja masing masing individu.

7. Menurut Sinamo [2003]

Sinamo berpendapata jika etos kerja bisa diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudkan lewat perilaku kerja masing masing secara khas.

8. Menurut Toto Tasmara [2002]

Toto Tasmara berpendapat jika etos kerja adalah totalitas kepribadian diri dan cara mengekspresikan, memandang, meyakini dan juga memberikan makna jika ada sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal optimal sehingga pola hubungan antar manusia dengan dirinya serta antar manusia dengan makhluk lain bisa terjalin dengan baik yang juga menjadi contoh interaksi sosial individu dengan individu.

Etos Kerja Dalam Islam

Dalam kehidupan sekarang ini, setiap manusia dituntut untuk bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Lewat bekerja, maka seseorang akan menghasilkan uang dan uang tersebut bisa dibelanjakan untuk kebutuhan sehari hari sampai akhirnya orang tersebut bisa bertahan hidup.

Namun, bekerja saja tidaklah cukup karena peningkatan motivasi dan niat juga dibutuhkan. Setiap pekerja khususnya yang beragama Islam harus bisa menumbuhkan etos kerja secara Islami sebab pekerjaan yang ditekuni memiliki nilai ibadah untuk mencapai ciri ciri perubahan sosial. Hasil yang didapat dari pekerjaan tersebut juga bisa dipakai untuk kepentingan ibadah termasuk menghidupi ekonomi keluarga.

Untuk itulah, seleksi memilih pekerjaan untuk menumbuhkan etos kerja yang Islami menjadi kewajiban semua pekerjaan. Etos kerja yang Islami tersebut adalah niat ikhlas sebab Allah semata, kerja keras dan cita cita yang tinggi.

Dengan begitu, etos kerja Islami merupakan akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai nilai Islam sehingga dalam pelaksanaannya tidak perlu dipikirkan sebab jiwanya sudah meyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Wednesday 14th, August 2019 / 07:24 Oleh :
Kategori : Sosiologi