Sponsors Link

14 Dampak Positif dan Negatif Westernisasi yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Westernisasi biasanya diidentikan dengan orang barat dan segala perilakunya yang menjadi populer dan diikuti oleh hampir sebagian besar orang di seluruh dunia. Istilah Westernisasi sendiri dikenal di Indonesia dan sering digunakan dalam hal yang berhubungan dengan pergeseran budaya yang dipengaruhi pihak barat. Pengertian dari Westernisasi jika dilihat dari asal katanya, western artinya orang-orang barat yang kemudian diberi imbuhan “sasi” dalam bahasa Indonesia, yang artinya suatu perilaku contoh revolusi sosial budaya  untuk mempengaruhi orang lainya.

ads

Bagi kita orang Indonesia yang tinggal di wilayah timur, tentunya sadar betul akan perbedaan yang dimiliki jika dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di wilayah barat, seperti orang Eropa dan Amerika misalnya. Westernisasi dapat dijabarkan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh pihak barat, sebagai upaya untuk mempengaruhi pihak lainya atau masyarakat, agar dapat meniru berbagai hal seperti pola hidup, sistem ekonomi, agama , bahasa, pola pemerintahan hingga hal-hal lain di berbagai bidang juga dipengaruhi oleh kebudayaan orang barat.

Tentang Orang Barat dan Wilayah Barat

Pada umumnya, kita hanya tahu bahwa orang barat dan wilayah barat adalah penduduk yang tinggal di kota-kota besar yang ada di benua Eropa dan Amerika. Menurut sejarah, sebutan “barat” itu sendiri berawal dari zaman Romawi kuno dulu. Di zaman Romawi kuno, mereka membedakan secara tegas antara kebudayaan oriental yang meliputi wilayah timur dan benua Asia yang disebut Mesir, sedangkan kebudayaan oksidental adalah yang meliputi wilayah barat. Sejak itu, wilayah barat mengalami keuntungan dan kerugian dari MEA perkembangan.

Dalam perkembanganya, wilayah barat ini memiliki kombinasi dari beberapa Negara lainya. Sebagian yang disebut Negara barat juga terletak di benua Asia, karena negara-negara ini memberikan pengaruh yang besar dalam kemajuan teknologi dan disebut Negara semi barat. Negara-negara mana saja yang disebut Negara barat, berikut ulasanya:

  • Wilayah Amerika Utara, Eropa, Australia dan Selandia Baru
  • Negara –negara di Eropa yang tidak masuk dalam UE (uni eropa) dan dewan Eropa
  • Wilayah Amerika latin, seperti negara Brazil, Mexico dan lainya
  • Wilayah Turki, walaupun hanya 3% wilayahnya masuk ke Eropa, tetapi banyak organisasi Eropa yang berdiri di wilayah Turki
  • Israel, memiliki banyak imigran yang beragama yahudi dan berasal dari wilayah seperti Amerika serikat, Inggris, Canada, Jerman dan Perancis. Negara Israel juga disebut “semi barat” karena termasuk Negara yang berkembang dan modern.
  • Lebanon, meskipun sering disebut Negara Arab, tetapi banyak imigran Perancis yang beragama Kristen bermukim di Lebanon sejak dulu.
  • Jepang dan Korea Selatan, kedua Negara ini berada di wilayah Asia timur, Negara ini menganut sistem ekonomi pasar bebas, Negara yang maju dalam bidang teknologi  dan berkontribusi pada Negara barat, sehingga termasuk Negara “semi barat”, sama seperti Israel
  • Afrika selatan, wilayah afrika selatan juga ternyata banyak dipengaruhi oleh kebudayaan dari Eropa yang cukup tinggi

Westernisasi di Indonesia

Negara Indonesia juga sudah memasuki era Globalisasi saat ini, tentu saja arus westernisasi akan mudah masuk dan mempengaruhi berbagai sektor di Indonesia. Proses masuknya westernisasi ini menyebar melalui berbagai jenis media yang ada saat ini, juga menyebar melalui bidang yang banyak diminati oleh orang Indonesia, seperti media informasi, media hiburan, teknologi, keadaan komunikasi hingga mempengaruhi pemegang kekuasaan tertinggi sekalipun.

Di Indonesia sendiri, arus westernisasi sudah masuk sejak dulu dan berkembang luas hingga saat ini. Pengaruhnya tidak terlihat, namun kita dapat merasakanya. Westernisasi di Indonesia banyak mempengaruhi keadaan sehari-hari seperti gaya hidup yang modern dan mewah, cara pakaian sehari-hari yang terkesan kebaratan, hingga menjalankan pola hidup konsumtif atau boros, oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Penyebaran arus westernisasi ini tentunya menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif contoh proses sosialisasi untuk masyarakat Indonesia.

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan arus westernisasi melanda kehidupan masyarakat Indonesia :

Sponsors Link

  • Masyarakat Kurang Menguasai Perkembangan IPTEK

Indonesia sudah memasuki era Globalisasi, dimana masyarakat harus bisa mengikuti perkembangan teknologi serta perkembangan zaman yang cepat mengalami perubahan. Untuk itu, sebaiknya kita harus bisa menyesuaikan diri terhadapa kemajuan teknologi dan zaman tersebut, agar kita tidak mudah dipengaruhi faham barat, khususnya yang memberikan dampak negatif untuk kehidupan kita. kita harus bisa memfilter, mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita.

  • Sifat Konsumtif akan Produk-produk Luar Negeri

Globalisasi memunculkan MEA  (masyarakat ekonomi ASEAN) di Indonesia, sehingga membuka kesempatan yang luas, untuk produk-produk luar negeri masuk ke Indonesia dengan mudah. Karena sudah terbiasa melihat budaya barat yang kesanya selalu “menarik”, generasi muda kita banyak meniru gaya orang barat, mulai dari cara berpakaian dan gaya hidup yang dapat menimbulkan faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum kebiasaan yang kurang sesuai dengan adat dan budaya di Indonesia.

  • Pintu Pariwisata Indonesia yang Terbuka Lebar

Bali, merupakan salah satu wilayah kepulauan di Indonesia yang memiliki sektor pariwisata yang sudah dikenal oleh hampir seluruh orang di dunia. Pengaruh barat tentunya sudah mendarah daging dan secara langsung mempengaruhi masyarakat Bali pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Melalui pariwisata yang banyak dibuka di berbagai wilayah Indonesia, budaya barat yang masuk , malah bisa mengalahkan budaya lokal yang ada.

  • Kurangnya Kesadaran dari Masyarakat dalam Memilah Budaya Barat yang Masuk

Kebanyakan orang Indonesia yang terkena arus westernisasi adalah mereka tidak memperhitungkan sisi buruk dan baiknya, bila mencontoh kebudayaan asing. Mereka ini terlalu percaya diri dengan sebutan “keren” dan “modern” jika sudah mencontoh budaya asing yang sebenarnya dapat menghancurkan budaya asli Indonesia, yang identik dengan menjunjung tinggi norma-norma dan nilai yang luhur. Hal ini terlihat seperti dalam hal berpakaian, serta cara bergaul antara wanita dengan pria yang kini lebih terkesan transparan.

Dampak Positif dan Negatif Arus Westernisasi

Dengan masuknya arus westernisasi yang sepertinya lebih banyak memberikan dampak yang kurang baik untuk perkembangan masyarakat Indonesia, bisa kita lihat dari sisi dampak positif dan dampak negatifnya. Berikut ulasanya:

Sponsors Link

Dampak Positif 

Dampak positif dari westernisasi adalah hal-hal yang mendatangkan manfaat dan harus didukung oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Dampak tersebut seperti :

  • Penguasaan IPTEK secara baik dan tepat
  • Adanya perubahan sikap dan tata nilai dari masyarakat Indonesia yang menjadi lebih baik
  • Perkembangan IPTEK yang dapat mengurangi rasa bosan terhadap budaya lokal , khususnya bagi masyrakat yang menyukai berbagai hal yang baru
  • Masyarakat secara bebas dapat mengikuti perkembangan mode yang sedang populer dan digandrungi di dunia barat
  • Peningkatan wawasan keilmuan, dengan adanya penguasaan berbagai bahasa asing untuk masyarakat Indonesia
  • Meningkatkan kemajuan IPTEK di Indonesia dengan memunculkan ide-ide baru yang terinspirasi dari budaya barat

Dampak Negatif 

Dampak negative westernisasi adalah segala sesuatu yang memberikan efek negatif pada perkembangan budaya masyarakat Indonesia, yang dapat menghilangkan budaya lokal, bahkan menghancurkan budaya lokal dan adat istiadat “orang timur” yang sudah ada sejak dulu. Dampak negatif fungsi bahasa daerah  itu seperti:

  • Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda saat ini mulai kehilangan jiwa nasionalismenya untuk mencintai negaranya sendiri dibanding Negara barat lainya
  • Menyerap faham-faham dari budaya barat dan terbukti dapat merusak moral bangsa Indonesia, terutama moral para generasi muda/generasi milenial saat ini
  • Memunculkan sikap individualistic antar masyarakat, menjadi kurang peduli terhadap isu sosial. Padahal, sejak dulu masyarakat kita adalah masyarakat yang suka bergotong royong dalam hal menuju kebaikan
  • Muncul kesenjangan sosial, dimana orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar akan menang, sementara orang kecil hanya akan tertindas, persis yang banyak dilakukan oleh sebagian orang barat yang berperilaku kurang baik
  • Semangat dan cinta terhadap budaya Indonesia, serta produk Indonesia, secara perlahan dapat luntur karena dominasi pengaruh asing
  • Menciptakan gaya hidup yang konsumtif, yang sudah banyak dibuktikan oleh kebanyakan generasi muda saat ini, hidup bermewah-mewahan tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya
  • Mencari dan menginginkan segala sesuatu dengan instant tanpa ingin tahu sulitnya mendapatkan sesuatu tersebut
  • Faham liberalisme yang sudah biasa dianut orang barat, seperti pornografi, seks bebas dan lainya, secara perlahan tapi pasti telah memasuki budaya Indonesia dan membuat para generasi muda yang tidak bisa memfilternya menjadi “bejad” moral.

Sebagai masyarakat Indonesia yang mencintai negaranya sendiri, kita seharusnya memiliki filter untuk menyaring berbagai jenis arus westernisasi yang dibawa budaya barat ke Indonesia. Dengan begitu, kita tetap bisa menerima westernisasi yang baik untuk kehidupan kita dengan melihat dampak positif dan dampak negatif westernisasi, agar kita menjadi bangsa yang maju, dengan tetap mengutamakan budaya lokal sendiri dan menjaga karakteristik bangsa Indonesia.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Tuesday 01st, May 2018 / 02:45 Oleh :
Kategori : Sosiologi