Sponsors Link

7 Dampak Positif dan Negatif Diferensiasi Sosial dalam Masyarakat

Sponsors Link

Dampak positif dan negatif diferensiasi sosial adalah suatu hal yang nyata dan terjadi dalam kehidupan, sebagaimana sifat-sifat stratifikasi sosial juga ada di sana. Ciri-ciri diferensiasi sosial adalah adanya penggolongan atau klasifikasi sosial terhadap perbedaan-perbedaan dalam masyarakat secara horizontal. Perbedaan-perbedaan ini terbentuk karena perbedaan antar kelompok atau golongan yang sejajar, sebagai salah satu unsur dalam masyarakat majemuk atau heterogen. Jenis diferensiasi sosial antara lain seperti perbedaan ras, perbedaan suku, perbedaan agama, jenis kelamin, klen, dan semisalnya. Contoh diferensiasi sosial adalah suku jawa yang berbeda dengan suku sunda.

ads

Tentunya pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial memiliki dampak tersendiri dalam berkehidupan sosial. Berikut akan dijelaskan tentang dampak positif dan negatif diferensiasi sosial.

Dampak Positif

Dampak positif dan negatif diferensiasi sosial pasti selalu ada. Apalagi dalam diferensiasi sosial memang terdapat perbedaan-perbedaan yang mendasar di dalam masyarakat. berikut beberapa penjelasan tentang dampak positif diferensiasi sosial.

  1. Interseksi sosial

Adanya kesempatan untuk muncul interseksi sosial, yaitu adanya persilangan atau pertemuan yang baik dari unsur-unsur dalam perbedaan di dalam masyarakat itu sendiri. Dengan adanya interseksi ini, sebenarnya kesempatan untuk menghindari konflik horizontal cukup tinggi akibat banyaknya rasa pengertian dan toleransi yang tinggi.

  1. Mutual akulturasi

Mutual akulturasi merupakan sebuah proses sosial yang merupakan kelanjutan dari interseksi. Pada proses ini, masyarakat yang satu mulai menyukai kebudayaan atau hal-hal mendasar dari masyarakat yang lainnya.

  1. Asimilasi

Proses asimilasi juga merupakan salah satu dampak positif dari adanya diferensiasi sosial. Dimana dua kebudayaan yang berbeda bisa melebur atau bercampur menjadi satu dan melahirkan kebudayaan baru yang bermakna positif bagi kedua belak pihak.

  1. Akulturasi

Akulturasi adalah pengembangan asimilasi yang lebih luas. Dimana kebudayaan yang bercampur tidak kehilangan unsur asli dari kebudayaan macam-macam kelas sosial masing-masing. Sehingga persatuan kian terasa. Rasa toleransi pun bisa terwujud dengan baik.

Dampak Negatif

Tentunya dampak positif dan negatif diferensiasi sosial sebaiknya bisa disikapi dengan baik. Karena perbedaan dalam masyarakat memang bisa menciptakan konflik. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penjelasan tentang dampak negatif diferensiasi sosial.

  1. Primordialisme

Primordialisme merupakan sebuah kesetiaan akan tradisi di dalam satu masyarakat yang dipegang teguh secara turun trmurun. Sikap mempertahankan kebudayaan semacam ini bisa menghambat proses toleransi.

  1. Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah primodialisme dalam makna yang lebih dalam, dimana masyarakat sudah sampai dalam tahap memiliki pandangan subjektif terhadap sesuatu karena kebudayaannya. Hal ini bisa menciptakan konflik horizontal di masyarakat.

  1. Konsolidasi

Konsolidasi merupakan sebuah proses menata kembali sebuah komunitas. Tujuanya adalah untuk memperkuat komunitas tersebut. Namun dalam pelaksanaannya malah menciptakan persaingan atau perasaan saling menandingi. Sehingga akan muncul faktor pembentuk ketidaksamaan sosial dan rentan menciptakan konflik antar kelompok dalam masyarakat.

Demikianlah beberapa dampak positif dan negatif diferensiasi sosial yang bsia muncul dalam kehidupan sosial. Bagaimana pun juga, perbedaan dalam masyarakat atau diferensiasi sosial memang bisa berdampak baik dan buruk. Namun toleransi selalu diperlukan agar dapat menyamarkan perbedaan tersebut dan membuat kehidupan terasa lebih harmonis. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Monday 12th, November 2018 / 02:44 Oleh :
Kategori : Sosiologi