Sponsors Link

Ini Dia 4 Dampak Perang Puputan Margarana Bagi Indonesia

Sponsors Link

Pertempuran Puputan Margarana yaitu suatu pertempuran yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda dan pertempuran bersejarah ini terjadi pada 20 November 1946. Pertempuran ini dipicu dengan datangnya kembali pihak Belanda untuk menjajah dan pada pertempuran ini banyak sekali rakyat Indonesia yang tewas akibat kekejaman Belanda. Pertempuran ini dipimpin oleh Kolonel I Gusti Ngurah Rai, namun pada pertempuran ini Indonesia harus kalah dan dengan kemenangan ini Belanda berhasil mendirikan negara Indonesia Timur. Dengan peperangan yang terjadi banyak sekali proses interaksi sosial yang terjadi antara pihak Belanda dengan pihak Indonesia dan pertempuran ini menyisakan berbagai dampak bagi Indonesia. Berikut ini adalah dampak perang puputan margarana:

ads

1. Banyak Korban Tewas

Dengan adanya perang ini banyak rakyat Indonesia yang harus tewas demi membela kemerdekaan negara dan para pejuang yang tewas memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Proses terjadinya interaksi sosial pada saat itu tak berjalan dengan baik dan peperangan terjadi sangat besar. Semua kerja keras yang dilakukan oleh rakyat Indonesia harus dibayar dengan nyawa dan salah satu orang yang melakukan pertempuran adalah Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Dengan perjuangan yang gigih serta pantang menyerah membuat Belanda sedikit kewalahan, walaupun ujungnya Belanda tetap menang dan salah satu contoh tindakan sebagai makhluk sosial yang dilakukan kolonel adalah dengan mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan Indonesia.

2. Kerugian Yang Besar

Perang puputan margarana mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi Indonesia, karena banyak kerusakan yang terjadi di area perang dan banyak sektor-sektor yang terhenti. Salah satunya sektor ekonomi masyarakat yang tak berjalan dan aktivitas sosial pun terhenti, karena syarat terjadinya aktivitas sosial adalah adanya interaksi yang terjadi antar masyarakat. Bidang komunikasi pun banyak terhenti dengan adanya perang ini, karena komunikasi yang baik antar masyarakat akan menjadikan sebuah kekuatan yang besar dan salah satu tujuan komunikasi sosial adalah untuk membuat strategi untuk mencapai kemerdekaan.

3. Berdirinya Negara Indonesia Timur

Dengan kemenangan Belanda dalam perang ini memudahkan belanda untuk mendirikan Negara Indonesia Timur dan negara ini terbentuk setelah terselenggaranya konferensi malino pada tanggal 16-22 juli 1946. Dengan berdirinya negara bentukan belanda ini menyulitkan perkembangan wilayah indonesia dan banyak bentuk penyimpangan sosial yang terjadi, karena banyaknya rakyat Indonesia yang tidak setuju dengan hal ini.

4. Pelopor Kemerdekaan

Dengan adanya perlawanan yang dilakukan oleh pasukan Kolonel I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadikan salah satu pelopor pejuang kemerdekaan Indonesia dan perjuangan ini banyak ditiru oleh masyarakat dari daerah lain. Semangat kemerdekaan tertular pada masyarakat lainnya dan banyak interaksi yang terjadi, karena salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya komunikasi yang berjalan dengan baik. Kemerdekaan memang menjadi cita-cita yang bangsa Indonesia, karena sudah terlalu lama Indonesia berada di bayang-bayang negara jajahan dan penjajah yang paling lama di Indonesia adalah Belanda, namun dari segi kekejaman Jepang menjadi penjajah terkejam.

Demikian ulasan mengenai dampak perang puputan margarana dan semoga artikelnya dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Tuesday 19th, March 2019 / 23:20 Oleh :
Kategori : Sejarah