Sponsors Link

14 Dampak Negatif Dan Positif Konsumerisme di Indonesia Saat Ini

Sponsors Link

Ketika seseorang atau suatu kelompok melakukan kegiatan konsumsi adalah hal wajar selama itu adalah upaya memenuhi kebutuhan. Namun ketika sudah bersifat konsumtif maka hal ini akan berbahaya karena konsumen tersebut bisa kecanduan dan akhirnya merusak hidupnya sendiri. Orang-orang konsumtif akan terus mengkonsumsi barang-barang yang tidak mereka perlukan untuk memenuhi kepuasannya, ketika mereka merasa tidak puas atau melihat saingannya lebih dari mereka maka mereka akan frustasi dan melakukan hal-hal negatif.

ads

Contohnya bisa kita lihat akhir-akhir ini terjadi tindakan dampak kenakalan remaja sangat banyak, salah satu kenakalannya hanya karena ingin memiliki handphone milik korban. Mereka tidak segan-segan menganiaya dan membunuh korban karena merasa akan puas jika memiliki jenis handphone yang dimiliki korban. Oleh karena secara ekonomi orang tua mereka tidak mampu, maka untuk memenuhi kepuasannya para pelaku tindak kriminal ini melakukan jalan pintas dengan mencuri dan membunuh.

Kata konsumsi, konsumen, konsumtif dan konsumerisme memiliki arti di seputar pengunaan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar lebih jelas, mari kita lihat satu persatu:

  1. Konsumsi adalah suatu  kegiatan perseorangan atau perbedaan kelompok sosial dan pranata sosial dalam menggunakan suatu produk atau jasa.
  2. Konsumen adalah seseorang atau suatu contoh kelompok statistik yang melakukan kegiatan konsumsi.
  3. Konsumtif adalah kegiatan konsumsi yang melebihi batas atau berlebihan, dilakukan hanya untuk memenuhi kepuasan bukan karena membutuhkan.
  4. Konsumerisme adalah paham dimana seseorang atau suatu kelompok masyarakat melakukan kegiantan konsumsi secara berlebihan secara sadar dan terus menerus.

Selain hal diatas masih banyak dampak negatif dan positif konsumerisme. Agar lebih jelas berikut urainnya:

Dampak Negatif Konsumerisme

  1. Memiliki sifat boros.
  2. Memiliki sifat konsumtif akan terus membeli barang-barang baru yang dikeluarkan oleh produsen.
  3. Tidak ada keinginan untuk menabung karena semua pendapatannya akan digunakan untuk melampiaskan sifat konsumtifnya.
  4. Tidak memikirkan masa depan karena lebih fokus pada pemenuhan rasa puasnya saat ini saja.
  5. Memiliki perasaan tidak puas jika keiinginannya tidak terpenuhi.
  6. Karena dilakukan terus menerus maka bisa saja orang tersebut akan menjadi perbedaan westernisasi dan hedonisme.
  7. Menimbulkan kesenjangan sosial, karena orang yang konsumtif akan semakin menonjol dengan barang-barang baru.

Dampak Positif Konsumerisme

  1. Perasaan puas karena kebutuhannya terpenuhi.
  2. Timbul rasa nyaman karena terpenuhinya suatu kebutuhan.
  3. Bagi yang berpenghasilan pas-pasan maka akan berusaha semaksimal mungkin menambah pengahasilan dengan bekerja lebih giat lagi.
  4. Bagi dunia industri banyaknya orang-orang konsumtif akan berdampak pada permintaan produksi yang semakin meningkat sehingga otomatis membuka lapangan pekerjaan baru.
  5. Begitupun dengan dibukanya sarana berbelanja seperti mall-mall akan membuka juga lapangan kerja baru.
  6. Dengan selalu update teknologi dan barang-barang baru, maka konsumen akan mendapatkan pengalaman baru dalam menggunakannya.
  7. Membuka peluang usaha baru bagi orang-orang yang jeli melihat peluang bisnis yang sedang tren saat ini.

Itulah dampak negatif dan positif konsumerisme yang bisa kita jadikan pelajaran agar tidak menjadi konsumtif. Pengendalian diri yang kuat bisa menjadi kunci keberhasilan agar kita tidak terjerumus pada sifat konsumtif. Jika kita mampu bersifat konsumtif tidak akan merugikan namun ketika sudah besar pasak dari pada tiang, maka pada akhirnya kita juga yang akan menanggung akibatnya.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 21st, October 2018 / 02:18 Oleh :
Kategori : Sosiologi