Sponsors Link

7 Dampak Kesenjangan Sosial Dalam Masyarakat Indonesia

Sponsors Link

Kesenjangan sosial adalah segala bentuk ketidakseimbangan di dalam kehidupan bermasyarakat yang dapat menimbulkan adanya perbedaan dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor ekonomi, budaya, pendidikan, dan lain sebagainya. Kesenjangan sosial masih terjadi hingga saat ini dan dapat dijumpai contohnya di kehidupan sehari-hari.

ads

Kesenjangan sosial dapat dilihat dari adanya perbedaan gaya hidup, perbedaan fasilitas yang didapatkan, atau perbedaan lainnya. Hal ini biasanya terjadi di lingkungan yang sama. Penyebab adanya kesenjangan sosial bisa karena adanya faktor internal berupa kemampuan individu terkait, atau pun adanya faktor eksternal berupa kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sosial, dan lainnya. Ketimpangan yang ada dapat berdampak pada bidang ekonomi, budaya, keamanan, maupun hubungan sosial antar manusia.

Bentuk-bentuk dari kesenjangan sosial misalnya kesenjangan di bidang ekonomi, di bidang sosial budaya, di bidang lingkungan, atau kesenjangan psikologis. Contoh kesenjangan sosial di lingkunagan masyarakat di kehidupan sehari-hari misalnya kesenjangan antara orang kaya dan miskin yang meyebabkan terjadinya perbedaan perlakuan di lingkungan sosial, atau kesenjangan di bidang pendidikan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam kesempatan mendapat pekerjaan yang mengakibatkan terjadinya kembali kesenjangan di bidang ekonomi.

Berikut adalah penjelasan dari dampak-dampak kesenjangan sosial dalam lingkungan masyarakat yang dapat terjadi.

1. Terjadinya Kemiskinan

Kemiskinan di lingkungan masyarakat dapat terjadi akibat adanya kesenjangan di bidang ekonomi. Dengan adanya kemiskinan, akan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta akan mendapat perlakuan yang berbeda dengan orang kaya di lingkungan sosial, karena banyak pihak yang menilai seseorang dari segi material yang dimiliki. Tekanan akibat kebutuhan sehari-hari yang tinggi dapat menyebabkan munculnya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dengan menggunakan segala cara. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah lainnya di masyarakat.

2. Tingginya Angka Pengangguran

Tingginya angka pengangguran dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya tidak meratanya pembangunan di satu daerah dengan di daerah lainnya. Hal ini dapat menyebabkan di suatu daerah terjadi kekurangan lapangan pekerjaan. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya tidak diiringi dengan pertumbuhan jumlah lapangan pekerjaan. Ditambah lagi kurangnya keahlian akibat tidak meratanya pemberian pendidikan membuat jumlah pengangguran semakin meningkat. Orang yang memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan yang baik dianggap lebih mampu untuk mengerjakan suatu tugas sehingga kesenjangan kembali terjadi.

3. Meningkatnya Kriminalitas

Kesenjangan sosial, terutama di bidang ekonomi dapat menyebabkan tingginya tuntutan kebutuhan dan gaya hidup. Selain itu, keinginan natural manusia adalah ingin untuk terus memenuhi keinginannya yang tidak pernah habis. Apabila melihat gaya hidup orang lain yang di atasnya, dapat membuat manusia ingin memenuhinya dan melakukan apa saja supaya tujuan tersebut tercapai. Hal ini yang membuat tingginya meningkatnya kriminalitas. Manusia bisa melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang diinginkannya seperti dengan mencuri, merampok, menipu, dan lain sebagainya.

4. Terjadinya Bentuk-Bentuk Konflik Sosial

Adanya kesenjangan dalam bidang pembangunan, misalnya, dapat menyebabkan terjadinya konflik antara masyarakat di satu tempat dengan masyarakat di daerah lain. Hal ini terjadi karena adanya kecemburuan sosial, dimana semua masyarakat berhak dan membutuhkan fasilitas yang didapat dari adanya pembangunan, namun saat satu pihak tidak terpenuhi kebutuhannya maka dapat terjadi konflik. Penyebab terjadinya konflik karena adanya perbedaan status sosial dan juga perbedaan perlakuan yang didapatkan.

5. Adanya Monopoli

Kesenjangan yang makin parah dapat membuat masyarakat yang sudah kaya menjadi semakin kaya, dan sebaliknya masyarakat miskin bisa jadi semakin miskin. Selain kesenjangan ekonomi, kesenjangan di bidang lain juga dapat timbul akibat adanya kesenjangan ekonomi. Misalnya kekuasaan terhadap bidang hukum, politik, dan sektor-sektor lainnya. Hal ini dapat menjadikan adanya monopoli terhadap suatu bidang tertentu oleh salah satu pihak.

6. Adanya Penyimpangan Sosial

Adanya kesenjangan sosial membuat adanya pelabelan status pada manusia dimana manusia bisa terbagi menjadi yang statusnya tinggi dengan yang statusnya rendah. Hal ini membuat keteraturan bisa terganggu dan adanya contoh perilaku penyimpangan sosial.

7. Munculnya Kompetisi

Munculnya kompetisi ini belum tentu berdampak buruk. Adanya kompetisi akibat kesenjangan sosial bisa jadi berdampak baik, dan bisa jadi pula malah berdampak buruk. Contoh kompetisi yang berdampak baik adalah apabila seseorang merasa adanya kesenjangan di bidang pendidikan dan ekonomi, maka orang tersebut akan berusaha untuk belajar dan membuat inovasi yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan orang tersebut, bahkan bisa juga membantu orang lain di sekitarnya. Hal ini adalah contoh kompetisi yang baik. Contoh dari kompetisi yang berdampak tidak baik atau buruk yaitu akibat adanya kesenjangan, maka orang akan berusaha berkompetisi lebih baik, namun menghalalkan segala cara, bahkan cara yang salah seperti misalnya menyuap, menipu, mencuri, dan lain sebagainya.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk upaya mengatasi ketimpangan sosial dalam masyarakat. Diantaranya adalah memberantas korupsi, mengutamakan pendidikan, mendorong dan memberi pelatihan kewirausahaan, meningkatkan pembangunan di daerah tertinggal, menyederhanakan birokrasi, memberi pendidikan moral, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi dampak kesenjangan sosial, diperlukan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan rakyat yang terlibat.

Demikian penjelasan mengenai dampak kesenjangan sosial dalam masyarakat. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Saturday 22nd, September 2018 / 05:02 Oleh :
Kategori : Sosiologi