Sponsors Link

51 Dampak Positif Dan Negatif Disintegrasi Bangsa

Sponsors Link

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan suku bangsa, budaya, bahasa, agama, ras dan etnis golongan tentu saja hal ini menjadikan Indonesia rawan akan potensi konflik sosial. Kekhawatiran  tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah air dewasa ini yang dapat digambarkan dengan konflik dan pertikaian dan anda bisa melihat perbedaan konflik sosial destruktif dan konstruktif, gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan berbagai kecenderungan dan realitas baru. Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang  bernuansa SARA, serta munculnya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari  NKRI akibat dari ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan, apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja maka akan menciptakan disintegrasi bangsa.

ads

Permasalahan tentang disintegrasi sebagai akibat dari perpaduan masalah-masalah bangsa tentang ideologi, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang tumpang tindih berbeda dengan contoh transformasi konflik dalam sosiologi, terlebih permasalahan politik yang kian memanas sepanjang masa pemilu. Keadaan ini memerlukan upaya dan tindakan-tindakan yang bijaksana dalam menangani atau menanggulangi ancaman perpecahan dan problem yang berkepanjangan. Nasionalisme yang merupakan jati diri bangsa yang kukuh sejak dulu pun kian terasa luntur.

Asas persamaan digerogoti oleh ketidakadilan pembagian  kekayaan yang tidak seimbang antar daerah dan wilayah sentral pertumbuhan yang selama ini terjadi.  Menyusul peristiwa ini, muncul gejala kian menguat ketidakpuasan kelompok masyarakat di beberapa kawasan di Indonesia terhadap negara kesatuan Indonesia. Dalam konteks ini, isu disintegrasi menjadi sentral. Pertanyaan kita kini adalah berbeda dengan perbedaan konflik sosial dengan masalah sosial, bagaimana dampak disintegrasi bagi bangsa Indonesia?

Disintegrasi secara harfiah diartikan sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi saling terpisah. Pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa disintegrasi merupakan suatu keadaan dimana suatu keadaan tidak dapat satukan karena sudah tidak menjadi sesuatu yang utuh. Disintegrasi dalam masyarakat Indonesia ditandai oleh beberapa gejala, antara lain:

  1. Tidak adanya persamaan pandangan antara anggota masyarakat.
  2. Perilaku masyarakat yang cenderung melanggar nilai dan norma yang telah diatur dan disepakati dalam suatu masyarakat.
  3. Terjadi pertentangan antara norma-norma yang ada di dalam masyarakat.
  4. Peranan nilai dan norma yang ada di masyarakat tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
  5. Pelaksanaan sanksi bagi masyarakat yang melanggar norma-norma tidak diterapkan dengan baik karena kurangnya komitmen bersama.

Disintegrasi bangsa cenderung dipengaruhi oleh politik yang sering dipengaruhi oleh isu-isu golongan, ras, bahkan agama. Politik yang terasa dalam kehidupan yang berjalan di masyarakat kental dengan pengaruh-pengaruh politik elit dan pemimpin nasional yang berpengaruh terhadap sendi-sendi kehidupan bangsa jelas tak bisa dihindarkan lagi. Keadaan ini menunjukkan bahwa para elit politik secara sadar maupun tidak sadar telah memberikan pengaruh kepada masyarakat. Pengetahuan yang terbatas serta pandangan-pandangan tentang isu-isu politik yang terjadi tidak sama dengan perbedaan struktur sosial dan konflik sosial dalam masyarakat, cenderung menjadi salah satu faktor yang mudah untuk mempengaruhi masyarakat umum, dengan bermodalkan ucapan-ucapan para elitnya sehingga menjurus kearah terjadinya konflik sosial antar kelompok dan golongan.

1.Dampak Positif Disintegrasi Bangsa

  • Menguatnya Solidaritas Kelompok ketika terjadi suatu konflik karena masing-masing kelompok berusaha memperkuat rasa persatuannya dengan anggota kelompoknya. Selain itu, jika persaingan dilakukan dengan benar dan mengutamakan kejujuran, maka akan tercipta suatu keselarasan dalam kelompok.
  • Terciptanya integrasi yang harmonis
  • Memberikan identitas dan memperkuat pihak yang mengalami konflik
  • Munculnya kelompok-kelompok baru
  • Berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara masyarakat
  • Membuka dan memberikan wawasan masyarakat
  • Memperjelas aspek kehidupan yang belum tuntas dimasyarakat
  • Membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru di suatu masyarakat
  • Solidaritas antara anggota kelompok dapat meningkat
  • Rasa ketergantungan individu atau kelompok semakin berkurang
  • Memunculkan sebuah kompromi baru jika pihak yang mengalami konflik dalam kekuatan yang seimbang.
  • Konflik sosial tidak selalu dilakukan dengan adanya kekerasan.
Sponsors Link

  • Konflik sosial lebih sering dalam bentuk persaingan yang cenderung membuat kelompok yang bersaing memperoleh kemajuan dikarenakan faktor globalisasi. Masyarakat berkembang pesat berbeda dengan dampak positif dan negatif konflik sosial dalam lingkungan masyarakat, selalu berusaha menyesuaikan diri dan bersaing agar memiliki peradaban yang maju dalam kelompoknya.
  • Membentuk jati diri dan kepribadian.
  • Memicu terjadinya perubahan positif pada diri manusia.
  • Menimbulkan pribadi yang tangguh bagi setiap orang.
  • Memicu adanya perbaikan mental.
  • Adanya persaingan yang sehat antar kelompok dalam persaingan konflik sosial akan menumbuhkan kejujuran setiap kelompok.
  • Kejujuran akan menumbuhkan jiwa sosial pada diri seseorang.
  • Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum tuntas untuk ditelaah. Sebagai contoh, dalam menetapkan suatu RUU menjadi sebuah undang-undang yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dengan persetujuan presiden. Dalam hal ini perlu dilakukan telaah terlebih dahulu terhadap rancangan undang-undang tersebut dalam sidang di DPR.
  • Penelaahan yang dilakukan tentunya terjadi perbedaan pendapat atau pandangan yang nantinya berguna untuk lebih memperjelas dan mempertajam kesimpulan yang dapat memperkuat undang-undang tersebut.
ads
  • Terjadinya konflik dapat sebagai cerminan untuk memperbaiki diri dan menumbuhkan kesadaran diri untuk menyesuaikan norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan sosial yang ada dalam kelompok masyarakat yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
  • Selanjutnya juga dapat mempengaruhi hubungan sosial tentang perlunya diterapkan aturan-aturan yang cenderung dapat membawa ke arah yang lebih baik.
  • Dampak Negatif Disintegrasi Bangsa
  • Disintegrasi sosial dapat menyebabkan dominasi kelompok pemenang.
  • Menimbulkan keretakan atau perpecahan hubungan antara individu dan kelompok.
  • Konflik sosial yang terjadi karena disintegrasi bangsa yang sifatnya merusak bisa berakibat pada kerugian harta benda yang dimiliki oleh kelompok sosial tertentu.
  • Konflik sosial cenderung diikuti dengan tindakan kekerasan anggota kelompok dari masing-masing kubu.
  • Kerusakan tempat tinggal dan fasilitas umum merupakan bukti nyata bahwa konflik sosial justru berakibat buruk terhadap kepemilikan harta benda dan kehidupan kedepannya dari masing-masing kelompok.
  • Terlebih lagi konflik sosial juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa sama dengan kelebihan dan kekurangan ajudikasi sebagai penyelesaian konflik sosial, entah korban luka atau bahkan korban meninggal dari salah satu atau masing-masing kelompok.
  • Sayangnya, korban jiwa hilangnya nyawa dari salah satu kelompok biasanya dijadikan sebagai alasan untuk melakukan penyerangan yang lebih brutal sehingga menimbulkan konflik yang lebih besar dan kerugian yang lebih besar pula.
  • Sebuah konflik antar kelompok mau tidak mau pasti akan menimbulkan keretakan antar kelompok meskipun telah berdamai.
  • Dapat meninggalkan kebencian pada beberapa individu dalam kelompok tertentu. Pastinya, keretakan hubungan antara individu maupun kelompok yang mengalami konflik merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan dan bisa menjadi penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan.
  • Individu-individu yang ada dalam kelompok sosial tertentu akan mengalami perubahan sifat dan kebiasaan dalam masyarakat.
  • Adanya perasaan curiga, marah dan membenci orang-orang yang menjadi lawan konfliknya. Terkadang kepribadian seseorang lama-kelamaan akan cenderung berubah menjadi seseorang yang diliputi kecemasan karena bayang-bayang konflik.
  • Rasa curiga tentang kelompok yang dulunya berkonflik dengan mereka kembali menyulut permasalahan akan meliputi kehidupannya.
  • Adanya konflik yang melibatkan dua kelompok tertentu menyebabkan terjadi dominasi dan penaklukan dari salah satu di antara mereka ingin menunjukkan dominasi mereka.
  • Salah satu dari antara kelompok tersebut ingin menunjukkan bahwa mereka lebih kuat dan lebih berkuasa dibandingkan dengan kelompok yang lain dalam suatu hal. Akibatnya, akan muncul keinginan untuk menaklukkan kelompok yang bertentangan dengan kelompok mereka.
  • Mengancam kelompok- kelompok kecil dimana mereka lebih banyak ditindas oleh kelompok- kelompok besar.
  • Membuat bangsa Indonesia tidak dapat menjadi bangsa yang semakin maju, disini karena terjadi banyak sekali konflik antar sesama bangsa Indonesia sehingga mereka cenderung terfokus dengan konflik- konflik tersebut.
  • Tidak ada pihak yang diuntungkan namun banyak sekali pihak dari bangsa Indonesia terutama rakyat kecil dirugikan karena pemanfaatan terhadap sesama.
  • Terjadi kebingungan antar sesama bangsa Indonesia dimana mereka mengalami penurunan rasa percaya dan empati terhadap sesama.
  • Terjadi perpecahan partai politik sehingga terjadi kebingungan oleh masyarakat Indonesia dalam hal pemilihan wakil rakyat.
  • Tidak mengetahui wakil rakyat bahwa pemimpin yang baik dan benar berbeda dengan dampak positif dan negatif konflik sosial dalam lingkungan masyarakat, karena timbulnya kecurigaan besar di antara banyak kubu pendukung.
  • Banyak orang lebih memilih menjadi GOLPUT atau golongan putih karena takut dengan suaranya sendiri, ini yang terjadi jika disintegrasi sudah menyangkut masalah politik.
Sponsors Link

  • Menurunkan tingkat kemakmuran bangsa jika terus menerus tidak ada solusi yang dilakukan karena adanya konflik dimana mana.
  • Dapat memecah belah bangsa sendiri dan menimbulkan banyak wilayah yang ingin merdeka sendiri atau memisahkan diri dari suatu Negara.
  • Banyak sekali aturan undang- undang dilanggar karena masyarakat ragu dan tidak percaya lagi pada aturan.
  • Banyak sekali korban yang tertekan sehingga meningkatkan angka kriminalitas serta kematian di suatu Negara, ini sangat miris sehingga disintegrasi bangsa harus segera diatasi.
  • Sulitnya pemerintah menyatukan kembali bangsanya setelah adanya masa peralihan dari pemimpin lama ke pemimpin yang baru karena masih saja ada kubu maupun kelompok yang ingin menjatuhkan pemerintah baru.
  • Banyaknya berita tidak benar atau hoax beredar dan membuat bangsa semakin kebingungan mengenai dunia luar sehingga mereka jadi saling curiga.
  • Menurunnya tingkat logika bangsa karena termakan oleh rasa ketidakpercayaannya pada orang lain dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

Itulah dampak positif dan negatif disintegrasi bangsa yang dapat kami sampaikan, pastikan anda membaca dengan tepat dan cermat sehingga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Selamat membaca.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Wednesday 10th, April 2019 / 02:17 Oleh :
Kategori : Sosiologi