Sponsors Link

4 Contoh Transformasi Konflik Dalam Sosiologi yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Di dalam kehidupan sosial pasti ada konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik sendiri bisa muncul di karenakan berbagai macam sebab dan salah satunya adalah perbedaan pendapat yang sering kali membuat hubungan antar masyarakat menjadi renggang. Perbedaan pendapat ini bisa berupa pilihan pemimpin daerah maupun yang lainnya. Transformasi konflik adalah sebuah paham atau pendapat jika seseorang seharusnya melihat konflik dari keseluruhan bukan dari satu pihak saja. Karena dengan melihat konflik dari semua pihak maka akan di temukan cara mengatasi konflik yang lebih adil dan mudah tentunya. Adapun contoh transformasi konflik dalam sosiologi adalah sebagai berikut ini.

ads

1. Perubahan setiap individu menjadi pribadi yang lebih baik

Tujuan dari adanya transformasi konflik adalah untuk mengatasi konflik dengan cara yang lebih baik. Jika biasanya konflik selalu melibatkan emosi di dalamnya sehingga pertengkaran tidak bisa di hindarkan maka dengan adanya transformasi konflik ini maka pertikaian bisa di cegah. Inilah perbedaan kejahatan dengan kriminal. Dengan adanya transformasi konflik ini maka setiap individu yang terkena konflik dengan orang lain maka akan lebih bisa menyikapinya dengan lebih baik. Perubahan yang terjadi pada seseorang ini bisa berupa kondisi mental maupun perubahan kondisi fisiknya. Faktor-faktor penyebab terjadinya kriminalitas yang harus di ketahui.

2. Hubungan masyarakat semakin baik

Konflik yang terjadi di dalam masyarakat tidak hanya bisa berakibat buruk pada di sendiri saja namun juga bisa berdampak pada orang lain. Contohnya jika Anda terlibat pertengkaran dengan orang lain karena perbedaan pendapat maka hubungan Anda dan orang tersebut tidak lagi seharmonis dulu. Beberapa kelebihan dan kekurangan konsiliasi yang sangat penting. Jika hal tersebut di biarkan maka bisa menyebar ke kelompok masyarakat yang lebih luas. Tetapi jika transformasi konflik sudah di berlakukan di dalam masyarakat maka konflik yang terjadi bisa di tangani dengan lebih baik. Bahkan setiap masyarakat akan memiliki rasa tolerasnsi yang lebih baik. Ini pengertian subordinasi dalam hukum.

3. Munculnya keadilan secara prosedural

Di Indonesia masih sangat jarang sekali penyelesaian sebuah konflik dengan berdasarkan keputusan bersama oleh anggota masyarakat. Biasanya penyelesaian konflik berdasar pada keputusan satu kelompok saja dan mengakibatkan permasalahan baru bagi kelompok lain yang tidak menyukai penyelesaian tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum dan harus di ketahui. Semenjak munculnya transformasi konflik di Indonesia maka penyelesaian sebuah konflik yang terjadi di masyarakat sudah di dasarkan pada keputusan bersama oleh semua masyarakat bukan hanya keputusan satu kelompok masyarakat saja. Jadi keadilan bisa lebih di dapatkan dan juga di rasakan. Inilah permasalahan hukum di Indonesia yang harus di pelajari.

4. Perubahan di kebudayaan

Jika dulu sebuah kekerasan pada orang yang salah adalah hal yang biasa saja karena memang budaya yang di miliki oleh nenek moyang seperti itu. Namun saat ini sejak adanya transformasi konflik dalam sosiologi maka kekerasan adalah hal yang sangat di larang untuk menyelesaikan sebuah pertikaian. Daftar negara yang menganut demokrasi proletar di seluruh dunia. Nah itu tadi beberapa contoh transformasi konflik dalam sosiologi.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Friday 01st, February 2019 / 07:48 Oleh :
Kategori : Sosiologi