Sponsors Link

12 Contoh Titik Triangulasi dan Garis Kontur Pada Tingkat di Peta

Sponsors Link

Kita telah mengenal beragam pengertian peta yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu peta topografi. Peta topografi adalah peta yang menggambarkan relief muka bumi menggunakan garis bumi (baca juga: dampak letak astronomis Indonesia) dan garis kontur (garis yang menghubungkan daerah-daerah yang memiliki ketinggian sama). Kenampakan muka bumi yang digambarkan dapat berupa kenampakan alam alami maupun kenampakan buatan di benua asia.

ads

Berkaitan dengan peta topografi, terdapat dua unsur penting yang perlu diketahui guna mengenali relief permukaan bumi pada peta topografi. Dua unsur tersebut adalah titik triangulasi dan garis kontur.

Titik Triangulasi

Titik triangulasi atau titik ketinggian merupakan titik atau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Titik triangulasi umumnya ditandai dengan simbol segitiga pada puncak gunung, bukit atau tanda lainnya sesuai tingkat ketinggian. Titik triangulasi memiliki tingkatan tertentu. Berikut tingkatan titik triangulasi, contoh angka pada titik triangulasi, dan cara membacanya.

  1. Primer ∆ = P.140/3078 (dibaca titik ketinggian golongan I, nomor 140, tinggi 3.078 mdpl)
  2. Sekunder ∆ = S.142/2890 (dibaca titik ketinggian golongan II, nomor 142, tinggi 2.890 mdpl)
  3. Tersier ∆ = T.140/2.125 (dibaca titik ketinggian golongan III, nomor 140, tinggi 2.125 mdpl)
  4. Quarter ∆ = Q.132/1765  (dibaca titik ketinggian golongan IV, nomor 132, tinggi 1.765 mdpl)
  5. T.P (tussen point) ∆ = TS.86/983 (dibaca titik ketinggian antara, nomor 86, tinggi 983 mdpl)

Keterangan :

  • Angka di atas tanda garis menyatakan nomor registrasi pilar tersebut dari jawatan tertentu;
  • Angka di bawah tanda garis menyatakan tinggi mutlak tempat tersebut dari permukaan laut yang dinyatakan dalam satuan meter.

Garis Kontur

Sama halnya dengan titik triangulasi, garis kontur juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi ketinggian suatu tempat pada peta. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama. Garis kontur memiliki interval vertikal yang tetap, dengan kata lain penentuan jarak vertikal antara dua garis ketinggian didasarkan pada skalanya. Garis kontur memiliki pola-pola khusus yang baku dalam penggambaran bentuk muka bumi pada peta. Beberapa pola khusus yang langsung berkaitan dengan cara mengenali kondisi suatu tempat pada peta dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri garis kontur di bawah ini.

  1. Jarak antar garis kontur yang semakin rapat atau berdekatan menggambarkan tempat tersebut berlereng curam, begitu juga sebaliknya. Pola seperti ini dapat ditemukan juga pada punggungan sebagai penampakan tebing, sedangkan pada lembahan sebagai penggambaran air terjun;
  2. Garis kontur bulat yang memiliki ukuran terkecil dibandingkan kontur-kontur lainnya merupakan puncak dari suatu gunung;
  3. Garis kontur yang bergerigi menggambarkan tempat tersebut mengalami dipresi puncak (baca juga: bencana alam di Indonesia), sehingga nilai ketinggiannya berkurang. Contoh pola seperti ini digunakan untuk menggambarkan kawah, danau, dan kaldera;
  4. Kontur tidak mungkin berpotongan dan bercabang. Peta seringkali menampakkan kontur yang terlihat berpotongan atau bercabang, penampakkan tersebut apabila dilihat lebih detail terjadi antara kontur satu dengan lainnya, dalam artian masih tetap menyambung. Contoh pola ini dapat ditemukan pada penggambaran jalan dan kenampakan alam.
  5. Pola garis kontur yang menyerupai bentuk huruf “U” pada ujung lekukannya menunjukkan punggungan gunung atau bukit;
  6. Lembah pada peta digambarkan dengan rangkaian garis kontur menyerupai bentuk huruf “V” yang ujung tajamnya menjorok ke dalam mendekati puncak;
  7. Garis kontur yang menggambarkan garis pantai diberi tanda angka 0 meter, sedangkan yang menunjukkan kedalaman dasar batas wilayah laut di Indonesia diberi tanda (-).

Adapun cara mengetahui perbedaan ketingian tempat satu dengan tempat lainnya dapat dihitung menggunakan rumus interval kontur (contour interval – CI). Rumus ini digunakan karena interval kontur bersifat tetap meski kerapatan konturnya berubah-ubah.

Rumus Contour Interval (CI)

  • 1/2000 x penyebut skala
  • Contoh :
    Skala 1 : 100.000
  • 1/2000 x 100.000 = 50 m

Berdasarkan hasil perhitungan, jarak antara tempat pada garis kontur pertama dengan tempat pada garis kontur kedua adalah 50 meter. Itu tadi penjelasan mengenai titik triangulasi, garis kontur, berikut contoh dan cara membacanya dalam peta. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Friday 06th, July 2018 / 09:50 Oleh :
Kategori : Pendidikan