Sponsors Link

3 Contoh Stereotipe Berdasakarkan Gender, Pekerjaan dan Etnis

Sponsors Link

Masyarakat terdiri atas macam-macam kelompok sosial yang memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan tersendiri ini dapat dikenali dari ciri fisik, pekerjaan, dan unsur-unsur budaya yang tampak di sekelilingnya. Bila dalam konteks positif, kekhasan ini dapat membuahkan integrasi sosial. Namun dalam konteks negatif, adanya perbedaan antar kelompok sosial mampu memunculkan contoh fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yang dikenal dengan istilah stereotipe.

ads

Stereotipe secara lebih spesifik dapat dijelaskan sebagai generalisasi mengenai suatu kelompok sosial, yang mana karakteristik tertentu diberlakukan pada seluruh anggota kelompok tersebut, tanpa mengindahkan adanya variasi yang ada pada anggota-anggotanya. Stereotipe dengan ini berawal dari persepsi sepintas individu atau kelompok saat berinteraksi dengan individu/kelompok lain.

Jenis-jenis Stereotipe

Stereotipe diklasifikasikan menjadi tiga kategori umum yang meliputi :

  • Stereotipe Gender

Stereotipe gender merupakan kepercayaan akan adanya perbedaan ciri-ciri, atribut atau peran yang dimiliki laki-laki dan perempuan. Stereotipe jenis ini seringkali menjadi faktor penyebab masalah sosial berupa diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

  • Stereotipe Pekerjaan

Stereotipe pekerjaan ialah kepercayaan atas perbedaan jenis pekerjaan yang ditekuni. Setiap pekerjaan dipercaya akan identik dengan sifat-sifat tertentu yang akan mewarnai proses terjadinya interaksi sosial dalam keberlangsungan hidup.

  • Stereotipe Etnis

Stereotipe satu ini dapat dikatakan sebagai jenis stereotipe yang paling populer dari dua jenis stereotipe lainnya. Stereotipe etnis merupakan kepercayaan atas adanya perbedaan kelompok suku (etnis) satu dengan lainnya.

Selain membahas jenis-jenis stereotipe, artikel kali ini akan menyajikan contoh stereotipe dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan jenis stereotipe di atas guna menambah wawasan lingkup stereotipe.

Contoh Stereotipe Gender

Contoh stereotipe gender muncul pada wanita yang bekerja sebagai petugas humas. Sudah menjadi rahasia umum, jika wanita secara lahiriah diciptakan dengan fisik yang menarik. Belum lagi, wanita umumnya dibina untuk berperilaku lemah lembut. Dua potensi ini cukup mumpuni dan dianggap menjadi senjata ampuh dalam upaya menjalin kerja sama, khususnya melobi klien.

Adanya anggapan mengenai kecantikan dan unggulnya dalam kemampuan berbicara (membujuk) membuat pekerjaan sebagai petugas humas lebih cocok untuk wanita dibandingkan laki-laki, sedangkan wanita yang bekerja sebagai petugas humas di sektor bisnis, khususnya bisnis perhotelan identik dengan label negatif karena terkesan sebagai wanita ‘perayu’ klien melalui berbagai cara. Padahal, tidak semua petugas humas wanita berperilaku negatif demi menjalin kerja sama dengan klien.

Contoh Stereotipe Pekerjaan

Sponsors Link

Masyarakat seringkali memiliki ukuran-ukuran tertentu yang dihargai di lingkungan sosialnya. Ukuran-ukuran tersebut tak jarang menjadi faktor pembentuk stratifikasi sosial hingga faktor penyebab munculnya stereotipe pekerjaan. Sosok seorang guru dalam masyarakat dipercaya sebagai sosok yang bijak dan dapat dijadikan panutan. Padahal belum tentu semua guru mampu menjadi sosok teladan bagi orang lain. Hal ini merupakan contoh sterotipe pada bidang pekerjaan guru yang telah berkembang di masyarakat.

Contoh Stereotipe Etnis

Stereotipe etnis merupakan jenis stereotipe yang dapat dijumpai hampir di seluruh jenis masyarakat, khususnya masyarakat multikultural seperti Indonesia. Keragaman suku bangsa dan budaya yang dimiliki berpotensi menghadirkan stereotipe-stereotipe antar kelompok etnis. Contoh stereotipe etnis yang berkembang di Indonesia misalnya stereotipe terhadap etnis Jawa dan etnis Minang. Etnis Jawa terkenal sebagai etnis yang sopan dan halus, serta menjaga keharmonisan budaya dan hubungan sosial. Ada pun etnis Minang terkenal sebagai etnis pekerja keras yang unggul dalam berdagang, namun seringkali dianggap culas dan licik karena filosofi “tahimpik di ateh, takuruang di lua” (terhimpit di atas, terkurung di luar).

Demikianlah penjelasan mengenai contoh stereotipe yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat memudahkan kita untuk menemukan lebih banyak contoh stereotipe di antara macam-macam realitas sosial yang kita jalani.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Saturday 22nd, September 2018 / 03:12 Oleh :
Kategori : Sosiologi