Sponsors Link

12 Contoh Sosiologi Hukum yang Sering Ditemukan Dilingkungan Sekitar Masyarakat

Sponsors Link

Sebelum anda mempelajari lebih dalam mengenai sosiologi hukum pastikan anda mengenal hukum terlebih dahulu dan melihat perbedaan sosiologi agama dan antropologi agama, dalam ilmu teori tampaknya sosiologi hukum sudah tidak asing lagi untuk dipelajari. Di Indonesia tentunya berbeda dengan Negara- Negara lain, memiliki dasar hukumnya sendiri apalagi Indonesia sendiri merupakan Negara hukum. Dalam hukum di Indonesia, dasar yang digunakan yaitu adalah UUD 1945 dan Pancasila sebagai pedomannya. Undang- undang dasar 1945 sendiri mengalami beberapa kali perubahan mulai dari awal penciptaannya hingga saat ini. Tentunya perubahan- perubahan pada UUD 1945 ini didasari oleh peraturan- peraturan dan pasal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan mengingat keadaan bangsa Indonesia saat ini sangat berbeda dengan dulu setelah masa penjajahan. Dan pancasila sendiri merupakan bagia terpenting yang harus ada dalam pembukaan UUD 1945.

ads

Secara umum anda bisa melihat Contoh Sosiologi Bersifat Non Etis Di Lingkungan Sekitar Masyarakat, hukum dapat diartikan sebagai peraturan ataupun batasan dalam hidup mengenai tingkah laku dan sudut pandang dalam masyarakat dengan sifat terikat dan aka nada sanksi yang tegas pada pelanggarnya. Hukum sendiri memiliki dua jenis yaitu hukum secara tertulis dan tidak tertulis, ini merupakan jenis hukum dibedakan dari bentuknya. Jika hukum tertulis, maka akan berlaku pasal- pasal, nomor, serta ayat yang dituliskan dalam sebuah kertas ataupun buku seperti UUD 1945 amandemen maupun peraturan perundang- undangan. Sedangkan untuk hukum yang tidak tertulis, maka hukum tersebut hanya diucapkan begitu saja dan akan dipercaya oleh seluruh orang di daerah tersebut. Hukum ini biasanya menyangkut dengan hukum sosial dan hukum adat dimana tidak ada kepenulisan dalam hukum tersebut namun dilakukan dan ada sanksi yang diberikan. Sanksi dalam hukum tidak tertulis sangat berbeda dengan hukum tertulis karena sanksi diberikan berdasarkan persetujuan semua orang yang meyakini hukum tersebut.

Pengertian Hukum Berdasarkan Pandangan

Itulah sedikit penjelasan mengenai hukum secara umum, adapun beberapa pengertian hukum menurut para ahli. Pertama, menurut Van Vollenhoven hukum merupakan sebuah gejala dalam pergaulan hidup dengan gejolak secara terus menerus dan bertabrakan dengan gejala- gejala hidup ataupun fenomena yang berbeda. Sedangkan menurut Soediman, hukum merupakan sebuah pemikiran maupun anggapan orang mengenai antara adil dan tidaknya sebuah permasalahan antar manusia.

Secara garis besar berbeda dengan perbedaan sosiologi hukum dan politik hukum, pengertian hukum berdasarkan teori dibagi menjadi 3 bagian. Tentunya ini berbeda- beda dan anda juga perlu mengetahuinya karena ini merupakan dasar untuk mempelajari ilmu sosiologi hukum. Perbedaan- perbedaan ini didasari oleh pandangan hukum di masyarakat, tentunya setiap masyarakat memiliki sudut pandangnya sendiri mengenai hukum. Dan berikut ini merupakan 3 pengertian hukum dilihat dari sudut pandangnya.

  • Kumpulan Ide

Dalam hal ini, hukum dipandang sebagai kumpulan ide maupun nilai bersifat abstrak dengan konsekuensi berupa metodologi filosofis.

  • Sistem

Selain dipandang sebagai ide, hukum juga dipandang sebagai salah satu sistem peraturan bersifat abstrak, dalam hal ini maka pusat perhatian terfokus pada hukum sebagai sebuah lembaga otonom dimana konsekuensinya bersifat normatif- analitis.

  • Sarana Masyarakat

Hukum tampaknya juga dipandang sebagai salah satu sarana maupun alat untuk mengatur ketertiban serta ketaatan masyarakat untuk menciptakan lingkungan serta kehidupan yang kondusif bagi masyarakat tersebut. Dalam hal ini berbeda dengan perbedaan ilmu sosiologi dengan ilmu hukum, metode yang digunakan yaitu metode sosiologis dimana dengan adanya hukum dapat mencapai tujuan- tujuan serta memenuhi segala kebutuhan konkrit dalam masyarakat.

Itulah beberapa pengertian mengenai hukum yang perlu anda pahami terlebih dahulu sebelum anda mempelajari ilmu sosiologi hukum. Berikutnya anda juga harus mengenal dengan baik mengenai dasar dari sosiologi hukum. Untuk itu berikut akan kami sampaikan tentang pengertian secara umum dari sosiologi hukum terlebih dahulu. Tentunya ini juga berkaitan dengan pengertian akhir mengenai hukum dimana metode penggunaanya yaitu sosiologis. Secara umum, sosiologi hukum merupakan salah satu cabang ilmu hukum berbeda dengan tujuan mempelajari sosiologi fashion, dimana cabang ilmu ini merupakan cabang ilmu hukum termuda dari cabang ilmu hukum lain. Ini tentunya dapat dilihat dari sedikitnya hasil karya kepenulisan maupun penelitian mengenai sosiologi hukum. Dan ini juga dikarenakan tingkat eksistensi dari sosiologi hukum sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri dan banyak mengalami pertentangan oleh para ahli hukum maupun sosiologi.

Sponsors Link

Fungsi- Fungsi Sosiologi Hukum

Dalam sistemnya, sosiologi hukum meneliti tentang kepatuhan maupun ketaatan dan keyakinan masyarakat maupun individu terhadap hukum dan kegagalan serta faktor- faktor yang mempengaruhi terhadap hukum. Selain itu, sosiologi hukum juga merupakan salah satu dari cabang ilmu sosiologi umum. Selain meneliti, sosiologi hukum juga menganalisa tentang jalannya suatu hukum dalam masyarakat. Analisa pada sosiologi hukum didasari oleh hukum terhadap penggunanya agar mengetahui secara detail pengaruh hukum dalam suatu masyarakat. Disini tentunya eksistensi cabang ilmu sosiologi hukum sangat penting, dengan mempelajari lebih dalam mengenai sosiologi hukum maka diharapkan anda bisa mengetahui apa saja pengaruh adanya hukum di masyarakat. Selain itu anda juga bisa lebih menaati hukum di Indonesia.

Berbeda dengan cabang ilmu sosiologi umum maupun hukum lainnya berbeda dengan contoh transformasi konflik dalam sosiologi, ilmu sosiologi hukum memiliki ciri utama dan penting bagi anda untuk mengetahuinya. Sosiologi hukum memiliki ciri empiris dimana sosiologi hukum ini merupakan salah satu gejala di masyarakat dengan sifat nyata tidak bersifat spekulatif. Selain itu, sosiologi hukum juga memiliki cirri berupa pendekatan instrumental melalui disiplin ilmu teoritis dimana ini mempelajari fungsi hukum dilihat secara sosiologis. Dengan adanya pendekatan melalui disiplin ilmu, masyarakat secara mudah mendapatkan prinsip- prinsip hukum dan ketertiban didasari rasionalisme dan dogmatis dengan dasar akurat dan tidak lepas dari pendekatan hukum alam. Sosiologi hukum sendiri tidak hanya dipelajari begitu saja, adapun fungsi dari sosiologi hukum dan ini juga salah satu dasar mengapa cabang ilmu sosiologi hukum perlu dipelajari secara mendalam.

ads
  • Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif dalam masyarakat.
  • Untuk mengetahui dan memahami perkembangan hukum secara tertulis maupun tidak tertulis dalam masyarakat.
  • Untuk menganalisis penerapan hukum di masyarakat.
  • Untuk membangun sebuah fenomena bersifat hukum di lingkup masyarakat.
  • Untuk mempertahankan masalah- masalah sosial terkait dengan adanya penerapan hukum di masyarakat.

Contoh Sosiologi Hukum

Itulah fungsi- fungsi utama dari adanya cabang ilmu sosiologi hukum, selain itu sosiologi hukum juga memiliki fungsi utama dalam praktik hukum. Hal ini tentunya karena dalam menganalisa, sosiologi hukum menganalisis data bersifat empiris. Sosiologi hukum juga sangat berfungsi untuk mendukung adanya pembaharuan dalam memproses hukum terkait dengan UU dan kebijakan sosial. Dengan menganalisa UU maupun kebijakan sosial menggunakan Sosiologi hukum maka dapat ditemukan ketidakstabilan dalam menjalankan UU maupun kebijakan sosial tersebut dalam masyarakat yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi khusus.

Hasil dari analisa dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan maupun pembaruan dalam proses dan ini merupakan sebuah proses pengembangan maupun dari hukum terkait. Walaupun sosiologi hukum memiliki peran penting dan fungsi terhadap dunia hukum apalagi seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan Negara hukum, namun sosiologi hukum juga memiliki kekurangan. Kekurangan pada sosiologi ini terletak pada perkembangan dari ilmu sosiologi hukum yang sedikit terhambat. Selain itu adapun permasalahan sebagai contoh sosiologi hukum. Dan berikut ini merupakan contoh sosiologi hukum.

  1. Adanya kasus korupsi E- KTP dilakukan oleh pejabat Negara, dalam hal ini hukum yang diberikan selain melihat UU sebagai pedoman yaitu melihat akibat tindakan dan seberapa besar kerugian yang dialami oleh masyarakat.
  2. Adanya kasus pembunuhan siswa SMA oleh orang tidak dikenal, ini memiliki dua solusi yaitu secara hukum dan sosiologi.
  3. Pembentukan Suatu peraturan perundang- undangan dimana dalam pembentukan harus bisa menyeimbangkan antara aspek hukum dan sosiologi.
  4. Kasus penggelapan dana di suatu perusahaan dimana dalam kasusnya ditindak melalui hukum sedangkan dampaknya sangat erat hubungannya dalam aspek sosiologi.
  5. Penanganan kasus penyalah gunaan penjualan obat di sebuah apotik ditangani oleh hukum dan berdampak di lingkup sosiologi.
  6. Upah buruh pabrik yang tidak sesuai dengan jam kerja merupakan salah satu contoh dari kasus sosiologi hukum.
  7. Kenakalan remaja merupakan salah satu kasus sosiologi hukum ditinjau dari tingginya kriminalitas di tingkat remaja.
  8. Penjualan miras kepada remaja di bawah umur dimana ini merupakan salah satu contoh sosiologi hukum ditinjau dari kenakalan remaja yang merupakan aspek dari sosiologi dan penanganan melalui hukum.
  9. UU PMA terhadap adanya gejala eknomi, UU pemilu dan partai politik terhadap gejala politik, UU hak cipta 1982 terhadap gejala budaya, UU perguruan tinggi terkait dengan gejala pendidikan.
  10. Penipuan online dan pemerasan merupakan salah satu bentuk tindak kriminal dimana ini juga merupakan salah satu kasusu sosiologi hukum ditinjau dari dampak sosiologi dan penanganannya secara hukum.
  11. Sengketa tanah dan perebutan harta warisan tidak didasari dengan surat wasiat merupakan salah satu contoh sosiologi hukum ditinjau dari bentuk hukum yang berlaku dan dampak sosiologi bagi individu terkait.
  12. Pengemis merupakan salah satu contoh sosiologi hukum apabila melakukan pencurian dan tindakan penipuan.

Itulah hal- hal mengenai sosiologi hukum mulai dari pengertian hingga contohnya berbeda dengan tujuan mempelajari sosiologi periklanan, semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Friday 01st, March 2019 / 02:58 Oleh :
Kategori : Hukum