Sponsors Link

5 Contoh Sikap Chauvinisme Dalam Kehidupan Sehari-Hari di Indonesia

Sponsors Link

Chauvinisme adalah suatu bentuk perasaan cinta bangsa, penuh royalitas tinggi, fanatisme dan kesetiaan pada negara tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain. Lain halnya dengan perbedaan westernisasi dan hedonisme, paham ini bangga dengan negaranya sendiri secara berlebihan dan merendahkan kualitas negara lain sebagai bangsa yang tidak baik. Berikut adalah beberapa pengertian chauvinisme dari para ahli:

ads
  • Inoviana (2014)

Chauvinisme adalah bentuk kesetiaan yang ekstrim terhadap suatu negara tanpa mempertimbangkan pendapat dari orang lain

  • Mirandalaurensi (2014)

Chauvinisme adalah tindakan yang mengagungkan satu negara dan meremehkan negara lain

  • St-times (2013)

Chauvinisme adalah bentuk rasa cinta tanah air yang berlebihan dan merendahkan bangsa lain

Dari beberapa pengertian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa chauvinisme bukan sarana sosialisasi politik melainkan suatu kesetiaan seeorang terhadap suatu negara secara berlebihan seperti contoh lingkungan sosial  dan menganggap negara lain tidak baik. Oleh karena itulah, sikap chauvinisme di Indonesia harus dihilangkan, dihindari bahkan ditolak. Selain karena bertentangan dengan isi Pancasila, chauvinisme juga mendorong terjadinya pelanggaran HAM.

Contoh Sikap Chauvinisme

Berbeda dengan contoh fasisme ,dapun contoh sikap chauvinisme, diantaranya adalah :

  1. Pembatasan produk impor

Pembatasan produk impor atau bahkan menutup adanya impor barang dengan tujuan ingin memajukan produk lokal. Memang hal ini sekilas baik, tujuannya adalah untuk mengembangkan produk lokal yang ada di Indonesia. Akan tetapi, hal ini justru mematikan bangsa kita sendiri sebab kita tidak bisa menunujukkan kemampuan kita untuk bersaing dengan produk-produk luar negeri.

  1. Kerusuhan mengatasnamakan SARA

Kerusuhan-kerusuhan mengatasnamakan SARA bertujuan untuk menonjolkan kelebihan suatu kelompok dan menganggap remeh kelompok lain. Padahal, apabila peristiwa ini terjadi terus menerus akan menimbulkan perpecahan dan citra Indonesia menjadi buruk di mata dunia.

  1. Merendahkan negara lain

Merendahkan negara lain karena ketidakmampuan bangsa kita sendiri dalam mengatasi masalah. Hal semacam ini tidak bisa dinamakan sebagai bentuk nasionalisme, tetapi sudah masuk ke arah chauvinisme. Apapun masalah yang terjadi di Indonesia menjadi kewajiban bangsa sendiri untuk menyelesaikannya bukan malah menyalahkan negara lain.

  1. Menganiaya warga asing

Chauvinisme terkadang juga ditunjukkan dari sikap penganiayaan terhadap warga asing. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan sebab sangat bertentangan dengan Pancasila sila kedua yakni “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Jika hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan jenis-jenis masalah sosial seperti dampak kesenjangan sosial serta warga asing akan menjadi enggan untuk datang ke Indonesia dan devisa negara pun menjadi turun.

  1. Menggangap remeh negara lain

Sikap chauvinisme yang tidak bisa dibenarkan berikutnya adalah mengganggap remeh negara lain. Bukan malah dianggap sebagai negara yang cinta tanah air, perilaku pada tahap pembentukan kepribadian yang salah semacam ini akan dianggap sebagai sikap  tidak menghargai kepentingan negara lain.

Dampak dari adanya sikap chauvinisme tersebut, diantaranya :

  • Melupakan Tuhan Yang Maha Esa
  • Memunculkan peperangan dan pertikaian bangsa dan negara
  • Merusak perdamaian dunia
  • Seseorang menjadi lebih tertutup untuk bersosialisasi dengan orang lain
  • Membuat seseorang menjadi susah berfikir positif tentang kebaikan bangsa lain
  • Seseorang menjadi sombong dan angkuh
  • Tidak bisa menghargai hasil karya bangsa lain
  • Menjadikan individu memiliki sifat yang kejam, keras kepala dan suka menghina

Demikian contoh sikap chauvinisme, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, ,




Post Date: Friday 07th, December 2018 / 08:20 Oleh :
Kategori : Pendidikan