Sponsors Link

4 Contoh Penetrasi Damai dan Penetrasi Kekerasan Dalam Wacana Keilmuan

Sponsors Link

Kata penetrasi mungkin masih asing di telinga Anda. Penetrasi sebenarnya memiliki kaitan dengan kebudayaan. Maksdunya masuknya kebudayaan yang ada di masyarakat. Penetrasi diartikan proses masuknya sebuah kebudayaan, masukknya kebudayaan ini dapat berbagai cara ada yang melalui jalan damai yang mampu menghindarkan konfik dan jalan kekerasan atau paksaan yang menyebabkan pemicu konflik.

ads

Memang berkaitan dengan budaya sangat sensitif di masyarakat. Sebab kita ketahui budaya merupakan sebuah kebiasaan masyarakat yang telah ada sejak dahulu. Serta diturunkan dari nenek moyangnya. Tidak mengherankan ketika ada bangsa lain yang ingin mengambil, mencaplok, atau ada masuknya budaya lain sering diperdebatkan secara matang. Bahkan, dapat menyebabkan koflik dalam Proses Interaksi Sosial. Untuk itulah, penetrasi damai penting untuk dipahami dan diaplikasikan dalam masyarakat.

Masyarakat dalam memahami kebudayaan memiliki cara pandang tersendiri. Melalui cara pandang inilah yang akan merubah masyarakat dalam keselarasan dengan kebudayaan yang dianutnya. Adapun cara pandang masyarakat terhadap budaya sebagai berikut;

  1. Kebudayaan itu dianggap sebagai peradaban

Cara pandang ini menganggap kebudayaan satu dengan kebudayaan lainnya dapat dibandingkan. Ada salah satu kebudayaan lain yang dianggap lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. Pandangan demikian akan menimbulkan berbagai gejolak dalam masyarakat. Muncul anggapan masyarakat yang tidak sesuai dengan kebudayaannya dianggap tidak berbudaya. Padahal kebudayaan itu sendiri merupakan kebiasaan atau aktivitas atau cara pandang masyarakat.

  1. Kebudayaan itu dianggap sebagai sudut pandang umum

Pemikiran demikian mengarahkan pada kebudayaan itu memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing. Selain itu, anggap bahwa kebudayaan itu tidak dapat dibangkan. Meskipun demikian masih ada pemisah antara manusia yang berbudaya, dengan manusia yang tidak berbudaya.

  1. Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi

Pandangan ini menganggap bahwa kebudayaan merupakan produk dari stabilisasi yang terjadi untuk menekan adanya persamaan dan kesadaran dala kehidupan masyarakat. Tingkapan pandangan ini lebih tinggi dibangkan dua pandangan di atas. Sebab ada pandangan kebudayaan proses persamaan dan kesadaran dalam masyarakat.

Penetrasi Damai

Penetrasi damai merupakan cara masuknya sebuah kebudayaan denga jalan damai. Jalan yang mampu menghindarkan dari berbagai macam konflik di masyarakat. Melalui masuknya budaya dengan jalan damai ini menambah khasanah budaya yang ada di masyarakat. proses ini cocok Perkembangan Wilayah Indonesia yang beragam berbagai suku, agama, ras, dan gologan.

Penetrasi Paksaan

Penetrasi paksaan merupakan proses masuknya kebudayaan yang dilakukan dengan jalan paksaan. Jalan ini berpotensi merusak karena dilakukan dengan kekerasan. Selain itu, juga dapat menimbulkan berbagai goncangan dan konflik sosial yang ada di masyarakat. Cara ini dinggap sebagai cara yang kurang beretika, sebab kebudayaan itu merupakan ruh dari masyarakat. Apabila dicampuradukkan dengan kebudayaan lain. Terlebih itu dilakukan dengan paksaan akan menimbulkan berbagai macam konflik sosial. Selain itu, akan ada Perubahan kehidupan sosial dan budaya.

Contoh Penetrasi Damai

  1. Akulturasi Budaya
Sponsors Link

Akulturasi bersatunya dua kebudayaan yang membentuk kebudayaan baru, namun dalam prosesnya tetap tidak meninggalkan kebudayaan aslinya. Contoh dari penetrasi damai ini berupa, Candi Borobudur. Candi yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia dan begitu megang.

Ternyata candri ini merupakan perpadauan budaya Indonesia dengan India. Hal ini dapat dilihat dari relief yang mengambarkan kebudayaan masyarakat sekitar. Sedangkan, tujuan dari dididirkan candi itu sebagai alat sebayang. Hal ini ada pengaruh Hindu Budha di Indonesia. Tentu mampu terbentuk candi megah ini karena adanya penetrasi kebudayaan secara damai. Sehingga, masyarakat menerima akan adanya candi tersebut.

  1. Masuknya Hindu-Islam ke Indonesia

Masyarakat Indonesia dahulu masih menganut sistem animisme dinamisme, yaitu sistem kepercayaan yang menganggap benda-banda memilili kekuatan gaib. Tidak mengherankan dahulu menyembah kayu, baru, dan keris. Seiring berjalannya waktu masuklah agama Hindu dan Islam ke Indonesia dengan membawa kebudayaan. Hindu misalnya membawa kebudayaan semisal genduren, tumpeng dan lainnya. Masuknya tersebut tanpa disadari dan tanpa adanya paksaan oleh tokoh agama tertentu. Sehingga, masyarakat Indonesia secara sukarela mengikuti budaya tersebut.

Sponsors Link

Sedangkan agama Islam, masuk ke Indonesia juga demikian tanpa adanya paksaan. Justru mengabungkan kebudayan Hindu dengan Islam. Salah satunya budaya genduren, slametan, dan lainnya yang masih ada di Indonesia. Tetapi, dengan menggunakan cara islami.

Contoh Penetrasi Paksaan atau kekerasan

  1. Penetrasi pada masa kolonial Belanda

Masa penjajahan Belanda ke Indonesia selama 350 tahun banyak berbagai budaya Belanda yang harus di tanamkan secara paksa ke masyarakat Indonesia. Salah satu yang masih membekas dalam ingatan adalah adanya tanam paksa. Tanam paksa ini tidak sesuai dengan masyarakat Indonsia. Selain itu, juga merugikan karena rakyat tidak mendapatkan hasil dari tanaman tersebut.

Selain itu, rakyat Indonesia juga harus menggunakan lagu kebangsaan Indonesia setiap upacara. Sedangkan, masyarakat Indonesia sendiri memiliki lagu kebangsaan sendiri yang penting untuk dijadikan semangat nasionalisme. Dua hal ini merupakan contoh penetrasi secara kekerasan karena dilakukan secara paksaan kepada masyarakat Indonesia. Saat itu juga kondisi penduduk Indonesia yang sedang kacau.

  1. Penetrasi kebudayaan masa penjajahan

Kebudayaan barat yang dibawa para penjajah ke Indonesia tidak mudah hilang hingga sekarang. Salah satunya adalah sistem pemerintahan. Meskipun tetap dipakai, cara masuk kebudayaan itu melalui jalan yang kurang etis, yaitu kekerasan. Masyarakat Indonesia saat itu harus menggunakan kebudayaan negara penjajah dan unsur-unsur budaya sendiri harus dilupakan. Sedangkan, masyarakat Indonesia sendiri memiliki kebudayaan yang ada sejak zaman dahulu. Jalan kekerasan dan paksaan inilah yang menimbulkan berbagai gejolak di masyarakat saat itu.

Itulah pembahasan yang sudah dibahas tentang bagaimana penetrasi damai dan juga kekerasan yang sudah di bahas.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Friday 22nd, June 2018 / 08:30 Oleh :
Kategori : Pendidikan