Sponsors Link

10 Contoh Kelompok Statistik yang Sering Terjadi di Indonesia

Sponsors Link

Manusia sebagai makhluk sosial cenderung hidup berkelompok dan tidak bisa bertahan hidup dengan layak sendirian. Kelompok-kelompok ini dikenal dengan sebutan kelompok sosial. Kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi dan secara sadar paham bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tertentu yang juga memiliki faktor pembentuk kelompok sosial tertentu. Kelompok sosial ini memiliki syarat terbentuknya kelompok sosial pembentukan yang tertentu.

ads

Dalam berkegiatan, ada berbagai macam aktivitas dan kesamaan yang dimiliki manusia. Hal ini sangat berpengaruh bagi kelompok sosial. Ada berbagai macam kelompok sosial yang terbentuk di kehidupan bermasyarakat. Para ahli sosiologi mengklasifikasikan semua kelompok ini ke dalam macam-macam kelompok sosial tertentu. Berdasarkan cara terbentuknya, kelompok sosial dapat dikategorikan menjadi macam-macam kelompok semu dan kelompok nyata.

Kelompok semu adalah kelompok yang terbentuk secara spontan dan tidak terorganisir, misalnya kerumunan manusia di lapangan yang terbentuk akibat adanya pertunjukan sirkus. Kelompok nyata adalah kelompok yang terbentuk secara lebih terorganisir dan keberadaannya selalu ada sampai anggotanya tidak lagi memiliki kesamaan atau keinginan untuk berkelompok lagi. Kelompok nyata dibagi lagi menjadi beberapa jenis, diantaranya kelompok statistik, kelompok sosietal, kelompok sosial, dan kelompok asosiasi.

Pada pembahasan kali ini, akan diuraikan mengenai kelompok statistik, terutama tentang contoh kelompok statistik.

Kelompok statistik adalah kelompok yang terbentuk bukan dari keinginan dan kesadaran anggotanya, melainkan terbentuk karena kesamaan anggotanya secara karakteristik tertentu. Pengertian ini agak melenceng dari pengertian kelompok sosial, namun masih bisa dikategorikan sebagai kelompok sosial karena kelompok statistik memiliki kegunaan tertentu walaupun sesama anggotanya belum tentu mengenal satu sama lain.

Berikut adalah contoh-contoh dari kelompok statistik:

1. Kelompok anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia

Kelompok ini memiliki kesamaan anggota yaitu sama-sama berusia di bawah lima tahun dan tinggal di Indonesia. Seluruh anggotanya tidak saling berinteraksi dan tidak menyadari keanggotaannya namun kelompok ini selalu ada dan bermanfaat. Misal, data kelompok anak berusia di bawah lima tahun ini digunakan untuk mengetahui angka kelahiran dan kematian bayi, serta berguna untuk mengetahui persebaran usia penduduk Indonesia. Setiap tahunnya anggota kelompok ini selalu bertambah dan berkurang.

2. Kelompok masyarakat pengguna angkutan umum

Kelompok ini seluruh anggotanya merupakan pengguna angkutan umum, namun sesama anggota tidak saling menyadari keberadaan satu sama lain. Data pengguna angkutan umum ini berguna untuk mengetahui keefektifan jumlah sarana yang ada, atau untuk mengetahui perkembangan jumlah anggotanya sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi fasilitas angkutan umum.

3. Kelompok masyarakat yang kurang mampu di suatu daerah

Kelompok ini beranggotakan masyarakat yang kurang mampu di suatu daerah. Data ini juga dapat berguna untuk mengetahui kondisi masyarakat, jumlah bantuan yang perlu dialokasikan, serta sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

4. Kelompok masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau mata pencaharian tetap

Sponsors Link

Data kelompok masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau mata pencaharian tetap dibutuhkan untuk mengetahui perbandingan antara lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah kelompok pencari kerja atau untuk mengetahui tujuan komposisi penduduk Indonesia. Sesama anggota kelompok ini tidak memiliki interaksi atau pun kesadaran akan satu sama lain.

5. Kelompok anak usia Sekolah Menengah Atas (SMA)

Kelompok ini berbeda dengan organisasi siswa di SMA atau OSIS. Kelompok anak usia SMA ini lebih bersifat statistik, karena anggotanya tidak saling berinteraksi dan menyadari keanggotaannya. Data ini diperlukan misalnya untuk mengetahui kecukupan kapasitas perguruan tinggi, atau untuk membandingkan jumlah anak usia sekolah menengah atas yang benar-benar bersekolah dengan yang sudah putus sekolah sebagai indikator keberhasilan pendidikan.

6. Kelompok pekerja dengan usia 40 hingga 50 tahun

7. Kelompok penduduk Indonesia yang berhak mendapatkan hak pilih di Pemilu

8. Kelompok pemuda yang aktif berkegiatan kerja bakti di lingkungan daerahnya

9. Kelompok petani bawang di Indonesia

Sponsors Link

10. Kelompok penduduk Indonesia yang sudah tamat pendidikan di perguruan tinggi

Selain contoh-contoh di atas, masih banyak lagi kelompok statistik lainnya, misal kelompok masyarakat dengan usia tertentu, kelompok masyarakat berdasarkan jenis mata pencahariannya, dan lain-lain. Pengelompokkan ini terjadi secara tidak sadar oleh anggotanya namun tidak pula terbentuk secara spontan seperti kerumunan. Kelompok ini bermanfaat di dunia statistik, sehingga disebut sebagai kelompok statistik.

Berikut adalah syarat-syarat suatu kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok statistik:

  • Anggotanya terkumpulkan secara atau tidak direncanakan dan tanpa kesadaran anggotanya, namun juga tidak secara spontan
  • Tidak mengikat anggotanya dengan keanggotaan atau syarat tertentu lainnya
  • Tidak terdapat hubungan interaksi antar anggota di dalamnya
  • Tidak ada komunikasi secara kontinu, namun kehadiran kelompok selalu ada
  • Semua anggotanya tercatat memiliki karakteristik tertentu yang sama

Demikian penjelasan mengenai contoh kelompok statistik. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Monday 24th, September 2018 / 05:09 Oleh :
Kategori : Sosiologi