Sponsors Link

Inilah 8 Contoh Kasus Diferensiasi Agama Yang Harus Diketahui

Sponsors Link

Diferensiasi agama adalah suatu penggolongan masyarakat yang didasarkan pada kepercayaan atau agama dan ada beberapa agama yang ada di Indonesia seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu. Semua agama yang ada di Indonesia memiliki cara ibadah yang berbeda-beda dan semua cara ibadahnya memiliki ciri khas tersendiri. Agama islam menjadi mayoritas di Indonesia dan menjadi agama utama yang tumbuh serta berkembang di Indonesia. Banyak sekali konflik yang terjadi akibat perbedaan agama dan semua konflik agama bersifat sensitif. Ada banyak sekali konflik besar yang pernah terjadi di Indonesia dan dasar konfliknya berasal dari perbedaan agama. Berikut ini adalah contoh kasus diferensiasi agama:

ads

1. Konflik Poso

Konflik poso adalah salah satu konflik besar yang pernah terjadi di Indonesia dan konflik ini terjadi antara agama islam dan nasrani. Konflik Poso menjadi konflik yang berlangsung dalam waktu lama dan sejak tahun 1998 konflik berubah menjadi sebuah kekerasan, hal ini membuat banyak sekali nyawa yang melayang. Konflik Poso menjadi ciri-ciri diferensiasi agama yang tidak berjalan dengan baik, peran pemerintah kurang baik dalam mendamaikan 2 kubu ini dan konflik berlangsung dengan sangat kejam. Pada tahu 2001 dibuatlah perjanjian malino yang dihasilkan dari mediasi atas gagasan Jusuf Kalla dan perjanjian itu ditandatangani oleh dua pihak, sejak saat itu kondisi Poso menjadi kembali normal.

2. Konflik Ambon

Konflik Ambon adalah konflik yang terjadi antara umat islam dan nasrani. Konflik ini berlangsung pada tahun 1999 dan menjadi salah satu konflik agama yang menghilangkan banyak nyawa. Pada awal mulanya, konflik ini dipicu dengan pemalakan oleh 2 orang muslim ke orang nasrani dan konflik menyebar dengan berbagai isu tambahan, hal ini membuat kedua belah pihak menjadi terbakar emosinya. Ada 12 orang yang meninggal dan ada ratusan orang yang mengalami luka-luka. Ada banyak sekali penyebab diferensiasi agama dan Konflik Ambon menjadi konflik agama yang sangat mencekam, peran pemerintah setempat berhasil mendamaikan 2 kubu yang berseteru.

3. Konflik Tolikara

Konflik Tolikara terjadi antara umat islam dengan umat nasrani dan konflik ini dipicu oleh umat kristen yang membakar masjid, sampai saat ini tak ada penjelasan mengenai alasan pembakaran dilakukan. Pembakaran masjid ini terjadi saat akan dilaksanakannya sholat idul fitri dan konflik berdarah ini menghilangkan 2 nyawa dan menghanguskan 96 rumah warga muslim. Konflik ini menjadi contoh masalah sosial yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan proses mediasi yang cepat membuat konflik ini bisa di diredam. Konflik ini tak berdampak lebih meluas, karena pemerintahan setempat sangatlah baik dalam menjaga kestabilan lingkungan.

4. Konflik Aceh

Konflik Aceh juga menjadi konflik agama yang pernah terjadi di Indonesia dan konflik Aceh terjadi antara umat islam dengan umat kristen. Pada tahun 2015, tepatnya di daerah Singkil terjadi konflik yang didasarkan dari keinginan masyarakat muslim untuk melakukan pembongkaran gereja dan demonstrasi dilakukan untuk mendesak pihak pemerintah melakukan pembongkaran gereja. Konflik ini menghasilkan bentuk penyimpangan sosial yang sangat besar dan sangat merugikan. Dengan proses mediasi yang baik oleh pemerintah setempat, konflik ini bisa diselesaikan dan sampai saat ini konflik ini tak lagi terdengar, sehingga membuat kota aceh menjadi lebih cepat mengalami kemajuan.

5. Konflik Lampung Selatan

Konflik antar agama juga terjadi di Lampung selatan dan konflik ini terjadi antara umat budha dan umat islam. Konflik ini melibatkan masyarakat yang berasal dari 2 desa dan konflik Lampung ini menjadi salah satu konflik berdarah yang pernah terjadi di Indonesia. Konflik agama ini juga bisa disebut dengan konflik antar desa, karena pemicunya adalah masalah percintaan dan konflik ini meluas ke seluruh warga masyarakat. Kekerasan menjadi sebuah hal yang terjadi dalam konflik ini dan konflik ini menjadi salah satu faktor perubahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

6. Konflik Situbondo

Konflik ini terjadi di daerah Situbondo dan menjadi salah satu konflik agama terbesar yang ada di Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1996 dan peristiwa ini dipicu dari adanya rasa tidak puas yang diterima orang islam terhadap hukum orang kristen yang menghina agama islam. Konflik bermula saat orang kristen yang menista agama islam disembunyikan dalam sebuah gereja dan hal itulah yang memancing berbagai keributan yang terjadi. Konflik ini menimbulkan faktor penyebab masalah sosial dan kerusuhan pun tidak terhindarkan.

Sponsors Link

7. Konflik Sampang

Pada tahun 2012 terjadi konflik antara pengikut ahlus sunnah wal jamaah dengan penganut islam syi’ah dan konflik ini terjadi di Sampang Madura. Dengan adanya konflik ini ada 2 warga syi’ah meninggal dunia dan 6 orang lainnya mengalami luka berat. Konflik ini memang sudah berlangsung sangat lama yaitu sejak 2014, namun puncaknya baru terjadi pada tahun 2014 dan hal ini membuat unsur struktur sosial menjadi berubah. Konflik ini menjadi salah satu konflik agama yang menyita perhatian dan beritanya tersebar ke seluruh Indonesia.

8. Konflik Palestina

Konflik juga terjadi di Palestina dan konflik ini berlangsung sangat lama. Konflik ini terjadi antara agama islam dan yahudi. Salah satu pemicu konflik ini adalah perebutan wilayah Yerussalem dari tangan Palestina dan konflik ini membuat banyak sekali warga Palestina tewas. Konflik Palestina ini menjadi konflik yang tak kunjung selesai, karena Palestina menjadi pihak yang selalu dirugikan dalam berbagai peperangan yang terjadi dan banyak sekali anak muda yang tewas di tangan tentara Israel.

Demikian ulasan lengkap mengenai contoh kasus diferensiasi agama dan semoga artikelnya dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Monday 08th, July 2019 / 09:04 Oleh :
Kategori : Sosiologi