Sponsors Link

3 Contoh Interseksi Antara Ras dan Agama di Indonesia

Sponsors Link

Mempelajari ilmu pengetahuan sosial Anda akan menemukan istilah interseksi. Sebagai masyarakat awan akan bertanya-tanya akan interseksi itu sendiri. Sesungguhnya kalau memahami lebih mendalam dan seksama interseksi akan membentuk sebuah keharmonisan yang tinggi antar sesama dalam bangsa ini. Kita mengingat Indonesia memiliki keberagaman yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dalam hal ini penting peran pemerintah daerah dalam mengelola keragaman sosial budaya. Maka, disinilah letak interseksi itu terwujud dalam berbagai kehidupan sosial dan juga peran pranata keluarga .

ads

Pengertian Interseksi

Interseksi itu sendiri merupakan persilangan atau pertemuan antara dua arah yang berbeda. Dua arah yang berbeda yang dimaksud dapat berupa suku, agama, dan ras. Hasil dari proses interseksi ini berupa persilangan atau saling menyilang antara kelompo tertentu tersebut. Semacam sebuah  perkumpulan bersama dari berbagai lini yang ada. Interseksi ini memang dapat menimbulkan solidaritas yang tinggi karena telah saling menyatu padu dalam sebuah perkumpulan.

Saluran Interseksi

Persilangan yang terjadi di masyarakat tidak terjadi secara alami atau mandiri melainkan adanya interaksi antara beberapa seksi. Berbagai seksi tersebut berkaitan dengan hubungan ekonomi, sosial dan politik;

Hubungan ekonomi:

  1. Melalui perdangangan
  2. Melalui perindustrian

Hubungan sosial:

  1. Melalui Perkawinan
  2. Melalui Pendidikan

Hubungan Politik:

  1. Melalui hubungan diplomasi antara kedua negara

Konsoliasi memagang peranan penting dalam interseksi yang terjadi di masyarakat. Baik itu interseksi terjadi karena pedangan, industri, perkawinan, dan hubungan politik. Adanya konsoliasi ini akan memperkuat suatu hubungan sosial antar masyarakat. Kita ketahui bahwa interseksi memunculkan konflik karena adanya perbedaan yang cukup tajam. Sehingga, dengan adanya konsoliasi inilah yang mampu menjadi semacam tameng setiap individu. Karena akan semakin memperteguh dan memperkuat dari masyarakat itu sendiri.

Contoh Interseksi di Indonesia

Proses interseksi yang terjadi di masyarakat dengan kebudayaan yang terbuka akan menimbulkan adanya mutual alkulturasi. Ini merupakan permasalahan umum di indonesia. Mereka yang terjalin persilangan secara terus menerus akan saling menyukai dengan kebudayaan masyarakat lain. Saling menyukai inilah yang membawa pada pengalihan kebudayaan pada suatu masyarakat.

Sebagai contoh makanan yang disukai oleh berbagai etnis lainnya. Mungkin proses ini terbilang tidak terlalu ekstrim, namun jika salah satu anggota kebudayaan merasa tidak nyaman akan timbulnya suatu konflik. Konflik berkepanjangan yang menganggu adanya interseksi itu sendiri. Untuk lebih memahmi akan interseksi tersebut berikut kami paparkan beberapa contohnya;

  • Negara yang menganut sistem demokrasi pasti akan mengalami pemilu (pemilian umum)
Sponsors Link

Pemilihan ini bertujuan untuk menentukan para pemimpin negeri ini, baik legeslatif, eksekutif, maupun yudikatif. Tujuan diadakan pemilu tidak lain ingin menciptakan iklim demokrasi yang bersih dan berasaskan Pancasila. Seluruh unsur-unsur masyarakat  ingin menciptakan pemilu yang demikian. Kita dapat melihat ketika masa pemilu tiba, semua orang berkumpul menuju TPS (tempat pemungutan Suara).

Masyarakat pemilih berkumpul tidak hanya tergolong dalam satu suku, agama, maupun adat istiadat. Tentu mereka saling berlainan, meskipun demikian bertemu dalam satu tujuan untuk menyumbangkan suara memilih pemimpin. Tidak memerdulikan memilih calon A atau pun calon B. Saling bertemu tanpa terikat oleh agama maupun suku. Proses inilah yang menjadikan indokator adanya persilangan atau pertemuan dua kelompok lebih yang berbeda. Tidak menutup kemungkinan saling bertukar informasi berkaitan dengan aliran yang dianutnya.

  • Para anggotan dewan yang duduk dipemerintah juga menunjukkan adanya interseksi tersebut
Sponsors Link

Mengapa demikian? Para anggota dewan tersebut berasal dari seluruh masyarakat di Indonesia. Artinya tidak tidak tebang pilih, mereka bisa berasal dari Papua, Sulawesi, bahkan Jawa dan lain sebagainya. Indonesia yang memiliki keberagaman  ras dan agamatentu dalam anggota dewan inilah yang terbentuknya interseksi. Peran Nilai Dan Norma Dalam Proses Sosialisasi antar anggota menjadi titik penentu.

Mereka dalam satu instansi duduk bersama untuk merangcang kerja untuk bangsa. Di tengah-tengah itu mereka duduk bersama dalam perbedaan-perbedaan tersebut. Di sinilah terjadinya persilangan atau interseksi tersebut. Mereka saling bertukar pandangan, pendapat, bahkan kebiasaan yang dilakukan sesuai dengan aliran yang dianutnya. Pada intinya interseksi ini terwujud karena pertemuan dari beberapa kolompok dalam satu rumpun tertentu.

  • Dunia pendidikan tidak menutup kemungkinan terjadi interseksi

Hal ini dapat dilihat pada peserta didik yang hiterogen. Hiterogen atau tidak sejenis inilah bukan persoalan fisik ataupun tingkat ekonominya. Melainkan pada berbagai macam ras dan agama yang dianut oleh peserta didik. Mungkin mereka tidak pernah berpikir dapat menganut kepercayaan yang berbeda. Karena bawaan oleh masyarakat dan lingkungan ketika lahir. Peran Pranata Pendidikan inilah yang mampu mengalihkan akan perbedaan itu. Di samping memang perbedaan memang menjadi pelangi untuk masyarakat Indonesia.

Ketika berada di sekolah terjalin proses interaksi sosial,  yang intens antar individu, baik itu terjadi di dalam kelas maupun tidak. Melalui interaksi inilah peserta didik secara tidak langsung mengalami proses interseksi atau persilangan antar anggota masyarakat, yang mana anggota masyarakat itu sendiri adalah peserta didik.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Wednesday 30th, May 2018 / 03:18 Oleh :
Kategori : Pendidikan