Sponsors Link

4 Contoh Interseksi Antara Pendidikan dan Mata Pencaharian di Indonesia

Sponsors Link

Kata interseksi tentu asing sebagian masyarakat kita. Terlebih yang memiliki pendidikan yang minim. Sebenarnya interseksi sendiri berperan dalam keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia. Berkat adanya interseksi ini dapat tumbuh solidaritas dan hidup berdampingan dengan penuh perbedaan. Tantu memperkuat bangun keutuhan bangsa kita kedepannya.

ads

Interseksi sendiri dalam ilmu sosiologi merupakan persilangan atau pertemuan suatu kelompok sosial dari berbagai perbedaan, baik suku, agama, ras, aliran, jenis kelamin, strata sosial, jenis pekerjaan dan lainnya. Pengertian intersensi secara pengertian sosiologi pada dasarnya proses persilangan tidak disadari oleh kelompok masyarakat tertentu. Hidup bersama dan berdampingan sehingga terwujudnya interseksi secara alamiah. wujud dari interseksi ini berbagai macam cara, misalnya persilangan antara ras dengan agama, suku dengan kuliner atau makanan, bahkan pendidikan dan mata pencaharian.

Sarana Interseksi

Meskipun interseksi terjadi secara alamiah di masyarakat, tidak menutup kemungkinan membutuhkan sarana penunjang terjadinya interseksi ini. Selain itu juga adanya faktor pendorong terjadinya hubungan sosial, sehingga terbentuk interseksi. Adapun sarana yang paling utama adalah interaksi sosial dan proses interaksi sosial asosiatif antar individu atau kelompok. Interseksi inilah yang menimbulkan berbagai persilangan di masyarakat itu sendiri. Bentuk-bentuk dari interaksi ini berbagai macam dan terjadi di mana saja, misalnya;

  1. Pasar
  2. Sekolah
  3. Melalui bahasa
  4. Kesenian
  5. Pelabuhan
  6. Pendidikan
  7. Melalui perkawinan campuran

Dampak Interseksi di Masyarakat

Interseksi yang terjadi di masyarakat di sadari atau tidak memiliki dampak yang mengikatnya. Dampak tersebut di sebabkan oleh faktor masyarakat kita yang beragam, sehingga menimbulkan pro dan kontra. Adapun dampak interseksi tersebut adalah:

  1. Memperkokoh hubungan sosial

Proses inteseksi yang terjadi di masyarakat dengan penuh keberagaman justru akan menimbulkan kekokohan hubungan sosial. Ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa perbedaan yang terjadi merupakan sebuah cara alamiah yang ada. Selain itu, melalui perbidaan itulah yang justru semakin memperkaya. Masyarakat dalam proses interseksi akan menganggap wajah tentang adanya perbedaan. Sehingga, jelas pemahaman yang demikian menimbulkan kekokohan sosial di masyarakat.

  1. Timbulnya potensi konflik

Dalam interseksi dapat timbul konflik dan masalah sosial karena adanya perbedaan yang menonjok dalam kelompok tertentu. Ciri Masalah Sosial ditandai dengan menonjolnya perbedaan ini yang menganggap kurang diterima. Selain itu, adanya aturan suatu kelompok atau masyarakat memberikan celak adanya konflik tersebut. Memang tidak mengherankan karena perbedaan sering kali menimbulkan ketidakharmonisan.

Sponsors Link

Saluran Interseksi di Indonesia

Interseksi di masyarakat tidak terjadi begitu saja, melainkan ada saluran yang membentuknya. Adapun saluran yang utama pembentukan berupa interkasi sosial dan  karakteristik gejala sosial, namun selain itu terdapat saluran lain, yaitu;

  1. Hubungan Ekonomi:
  • Hubungan Perdagangan
  • Hubungan Indukstri
  1. Hubungan sosial:
  1. Hubungan Politik:

Hubungan politik ini berupa diplomatik antar kedua negara, misalnya Indonesia dengan Jepang. Terjadi persilangan kebudayaan antar kedua negara.

ads

Contoh Interseksi Antar Pendidikan dan Mata Pencaharian

  • Masyarakat kita masih mengagungkan persoalan pendidikan

Tidak mengherankan banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Tujuan tentu sang anak ingin mendapatkan pekerjaan yang mapan dan lebih baik ketimbang orang tuanya. Namun, kenyataan belum dapat berjalan sealir dengan keinginan sang orang tua. Contoh dalam persoalan pendidikan sebagai berikut:

  1. Tono seorang anak dari keluarga berkecukupan. Bersekolah hingga jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus dari perguruan tinggi Ia memiliki pekerjaan sebagai seorang pebisnis rumah makan. Mungkin dilihat dari pendidikan yang digeluti sebelumnya tidak linier yaitu mengambil pendidikan.
  2. Berbeda dengan Adi, Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu, hidup di desa. Kehidupan yang tentu memiliki perbedaan desa dan kota. Begitu juga dengan pendidikan yang diperoleh yang serba minim pula. Hanya mampu melanjutkan sekolah hingga tamat SMP. Namun, berjalannya waktu Ia bekerja di sebuah intansi pemerintah.

Tono dan Adi di atas memberikan kesimpulan bahwa persilangan pendidikan dengan mata pencaharian. Anggapan akan pendidikan tinggi menduduki jabatan tinggi tidak nampak dalam diri Tono. Justru sebaliknya Adi yang berpendidikan rendah justru mampu bekerja lebih baik. Dalam tataran ini persilangan terjadi karena faktor lingkungan dan dalam diri seseorang.

  • Perbedaan dalam tempat tinggal

Pak Arman dan Anton yang memiliki perbedaan suku, tempat tinggal, pekerjaan, namun sama soal pendidikan memiliki mata pencaharian yang berbeda. Proses inilah yang menunjukkan adanya interseksi atau persilangan. Kita ketahui bahwa seorang pesisir identik pekerjaan sebagai seorang nelayan. Kenyataan yang terjadi justru berbeda. Pak Arman yang hidup di pesisir memiliki  pekerjaan sebagai seorang pegawai negeri sipil. Proses interseksi terjadi anatara pendidikan dengan mata pencaharian. Sehingga, dapat disimpulkan interseksi dapat terjadi dalam kelompok apapun. Dalam ulasan contohnya sebagai berikut:

  • Pak Arman berasal dari suku Jawa, hidup di pesisir menganut agama Islam. Ia juga seorang sarjana dan bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil.
  • Sedangkan, Pak Anton selaras dengan Arman yang berasal dari suku Sunda, menganur agama Islam. Juga sebagai seorang sarjana, namun bekerja sebagai seorang pengusaha.

Demikian beberapa dari ulasan tentang interseksi yang sudah di bahas beberapa contohnya dari pendidikan dan mata pencaharian yang biasa di alami oleh negara Indonesia.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Tuesday 05th, June 2018 / 07:20 Oleh :
Kategori : Pendidikan