Sponsors Link

5 Contoh Etnosentrisme Yang Terjadi Di Indonesia

Sponsors Link

Etnosentrisme mungkin merupakan sebuah istilah yang masih jarang kita dengar. Meskipun contoh etnosentrisme sendiri pernah kita temui di masyarakat kita. di artikel kali ini kita akan mempelajari dengan lebih lengkap mengenai apa itu etnosentrisme dan juga contoh etnosentrisme di Indonesia yang bisa menambah wawasan kita. Simak terus, ya!

ads

Etnosentris sendiri berasal dari kata etnik. Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain dengan menggunakan standar nilai budaya kita sendiri sebagai tolak ukurnya. Etnosentrisme juga bisa diartikan sebagai persepsi yang dimiliki oleh kebudayaan yang dimiliki bahwa kebudayaannyalah yang lebih baik dibandingkan kebudayaan yang lain. Maka, bisa disimpulkan bahwa etnosentrisme merupakan fanatisme terhadap suku bangsa tertentu. Para ahli pun memiliki pemaparan mengenai arti dari etnosentrisme ini. Untuk bisa lebih memahami arti etnosentrisme, berikut ini adalah pengertian etnosentrime menurut beberapa ahli:

  1. Sumnel (Lubis, 1999), mengartikan etnosentrisme sebagai kecenderungan manusia dalam mengikuti naluri biologisnya untuk lebih mementingkan diri sendiri dan menganggap diri sendiri lebih ungggul dari orang lain dan menjadi seorang individualistik.
  2. Hariyono (1993), mengartikan etnosentrisme sebagai perasaan in group dan out group dalam suatu dasar sikap yang dilakukan oleh seseorang.
  3. Harris (1985) memaparkan etnosentrisme sebagai kecenderungan seseorang untuk menganggap kelompoknya sendiri lebih baik dibandingkan kelompok yang lain sehingga bisa mendorongnya melakukan tindakan-tindakan yang tidak rasional, seperti kekerasan, perang, tawuran, dan lain-lain.
  4. Zastrow (Lubis, 1999) mengungkapkan bahwa etnosentrisme adalah setiap yang dilakukan oleh kelompok etnis secara tertutup tanpa menimbang keadaan kelompok lain di luar mereka.

Dari pengertian-pengertian etnosentrisme yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa etnosentrisme adalah sikap kelompok dalam masyarakat yang tertutup dan cenderung menilai kelompoknya sebagai yang terbaik dibandingkan kelompok lain, serta menganggap kelompok lainnya sebagai kelompok yang tidak baik. Hal inilah yang bisa menjadi perbedaan chauvinisme dan etnosentrisme.

Orang-orang yang etnosentris akan menilai kelompok lain atau budaya lain secara relatif dengan membandingkannya terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri. Biasanya, penilaian ini dilakukan berkaitan dengan bahasa, kebiasaan, perilaku, hingga agama. Hal ini dikarenakan setiap kebudayaan atau etnis biasanya memiliki ciri khas atau identitas tersendiri sebagai suku bangsa. Lebih mudahnya, etnosentrisme merupakan pandangan fanatik terhadap kelompok atau suku bangsanya sendiri dan menganggap bahwa cara hidup bangsanya adalah cara hidup yang paling baik.

Etnosentrisme ini bisa terlihat atau tidak terlihat. Meski etnosentrisme dipandang sebagai sifat alami dari psikologis manusia, etnosentrisme ini tetap memiliki konotasi yang buruk di masyarakat. Hal ini bisa dikarenakan etnosentrisme bisa menimbulkan dampak negatif, bagi masyarakat. Berikut ini adalah dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh etnosentrisme:

  1. Bisa menjadi penyebab terjadinya konflik, terutama konflik sosial antar suku bangsa.
  2. Terdapat aliran politik.
  3. Bisa menjadi penghambat proses asimilasi dan integrasi.
  4. Membuat objektivitas ilmu pengetahuan berkurang.
  5. Menghambat faktor akulturasi budaya atau menghambat terjadinya pertukaran budaya .

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa perilaku etnosentrisme ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat. Dampak positif dari etnosentrisme itu antara lain sebagai berikut:

  1. Menjaga stabilitas dan keutuhan budaya tertentu.
  2. Meningkatkan semangat patriotisme.
  3. Meningkatkan rasa setia kepada bangsa.
  4. Meneguhkan rasa cinta kepada kebudayaan atau bangsanya sendiri.

Faktor Penyebab Etnosentrisme

Etnosentrisme ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya etnosentrisme di dalam sebuah kelompok atau suku bangsa. Faktor-faktor apa sajakah itu?. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan etnosentrisme yang perlu kita ketahui agar bisa lebih memahami fenomena etnosentrisme ini:

Sponsors Link

  • Faktor Kebudayaan Dalam Berpolitik

Hal pertama yang mendorong terjadinya etnosentrisme adalah budaya politik di dalam sebuah masyarakat. Budaya politik yang cenderung tradisional dan tidak rasional membuat masyarakat di dalamnya hanya melihat budayanya sendiri sebagai budaya yang terbaik. Budaya seperti ini sangat subjektif dan sangat mengikat secara emosional. Masyarakat yang terlibat dalam politik ini seringkali hanya mementingkan kepentingan mereka dan kelompok mereka sendiri, baik itu suku, etnis, agama, partai, dan lain sebagainya.

  • Pluralitas Sebuah Bangsa

Semakin banyak suku, agama, ras, atau golongan di sebuah wilayah bisa menyebabkan banyak masalah sosial ataupun konflik untuk terjadi. Hal ini dikarenakan, biasanya, setiap golongan suku, ras, agama ataupun kelompok lainnya ini ingin memegang kekuasaan dan menguasai kelompok yang lainnya. Hal inilah yang paling banyak terjadi di Indonesia, yaitu contoh pluralisme dalam masyarakat yang bisa menimbulkan konflik sosial.

  • Stereotipe

Stereotipe adalah keyakinan seseorang terhadap orang lain. Penyebab stereotipe ini sendiri bisa dari pengetahuan yang dia dapatkan ataupun pengalaman yang pernah dia alami dengan orang lain atau kelompok lain. Stereotipe ini bisa mempengaruhi etnosentrisme karena dia akan menganggap kelompok atau orang lain itu buruk, berdasarkan pengalaman buruk yang pernah dia alami sebelumnya.

  • Prasangka Sosial

Prasangka sosial adalah sikap buruk yang diarahkan kepada orang atau kelompok lain dengan dasar perbandingan terhadap kelompoknya sendiri. Prasangka sosial ini hampir sama dengan stereotipe, namun ada perbedaan stereotipe dan prasangka yang membuat prasangka sosial ini sebagai faktor tersendiri. Terdapat aspek lain dari prasangka sosial ini, yaitu jarang sosial yaitu sikap yang menunjukkan tingkat penerimaan seseorang terhadap orang atau kelompok lain dalam interaksi yang mereka miliki.

ads

Contoh Etnosentrisme

Setelah kita mengetahui pengertian dan faktor pendorong yang menyebabkan etnosentrisme ini, kita bisa lebih memahami bahwa cukup banyak kejadian di sekitar kita yang menjadi contoh dari etnosentrisme. Berikut ini adalah beberapa contoh etnosentrisme yang paling ramai diperbincangkan:

  • Perilaku Carok Masyarakat Madura

Carok mungkin telah sering dianggap sebagai budaya yang dimiliki oleh masyarakat Madura. Menurut Latief Wiyata, carok merupakan upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki Madura jika dia merasa harga dirinya terusik. Jika dilihat sekilas, carok ini merupakan tindakan yang brutal dan tidak manusiawi, terutama jika tindakan ini dilihat dari perspektif masyarakat yang menganggap penyelesaian masalah menggunakan kekerasan adalah tindakan yang tidak rasional dan tidak beradab.

Akan tetapi, bagi masyarakat Madura, budaya carok ini adalah sesuatu yang sakral dan harus dipertahankan di masyarakat karena menyangkut harga diri mereka. Perbedaan pandangan ini bisa terjadi karena perbedaan konteks sosial budaya dari terjadinya carok tersebut di masyarakat Madura. Budaya carok di masyarakat Madura ini bisa menjadi contoh dari macam-macam fenomena budaya.

  • Penggunaan Koteka Di Masyarakat Papua

Contoh etnosentrisme selanjutnya, masih di Indonesia, adalah budaya menggunakan koteka di masyarakat Papua. Bagi masyarakat Papua, menggunakan koteka merupakan hal yang wajar dan menjadi budaya yang mereka banggakan. Akan tetapi, jika dilihat dari sudut pandang masyarakat di luar Papua, penggunaan koteka ini merupakan hal yang memalukan dan tidak mengikuti perkembangan zaman yang sudah modern.

  • Konflik Antara Suku Dayak Dan Suku Madura

Konflik ini juga disebut dengan konflik Sampit, yang berawal pada bulan Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun. Sebenarnya konflik ini telah bermula sejak adanya program transmigrasi dari pemerintah yang mendatangkan suku Madura pertama di Kalimantan pada tahun 1930 yang lama kelamaan dianggap sebagai ancaman oleh suku Dayak, suku asli Kalimantan. Konflik antar etnis ini merupakan contoh masalah sosial budaya di Indonesia akibat pandangan terhadap suku atau kelompok lain yang dianggap mengancam dan tidak sesuai dengan nilai yang mereka anut.

  • Kasus Bullying

Jika kita melihat pada fenomena terkini, kasus bullying, mengejek atau mengucilkan teman merupakan contoh masalah remaja yang termasuk juga dalam contoh etnosentrisme yang banyak terjadi di sekitar kita. Bullying seringkali dilakukan akibat seseorang melihat orang lain berbeda dengan dirinya atau kelompoknya, misalnya berbeda ras, suku, agama, atau hal-hal lainnya sehingga mendorong orang atau kelompok tersebut untuk mengejek atau mem-bully orang lain yang berbeda tersebut.

  • Kasus-kasus Di DPR

Orang-orang yang ada di dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah orang-orang pilihan yang datang dari partai-partai politik yang ada dan bertugas untuk mewakili suara rakyat. Namun, sayangnya ada beberapa oknum yang terlalu menjunjung tinggi kepentingan kelompok atau partainya sehingga mereka tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat. Hal ini pada akhirnya bisa membawa konflik di dalam DPR sendiri ataupun konflik antara DPR dengan rakyat yang seharusnya diwakili.

Sponsors Link

Melihat contoh-contoh di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan perilaku etnosentrisme ini membawa dampak negatif alih-alih dampak positifnya. Oleh karena itu, rasanya perilaku ini kita cegah, atau setidaknya kita kendalikan agar bisa meminimalisir dampak negatif yang terjadi. Hal ini terutama dengan negara kita yang memiliki dasar Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu, sehingga konflik akibat etnosentrisme seharusnya tidak pernah terjadi.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah konflik akibat etnosentrisme ini adalah dengan meningkatkan rasa toleransi terhadap berbagai budaya yang ada di Indonesia. Toleransi ini bisa membawa rasa saling menghargai dan menyadari bahwa tidak ada kebudayaan yang lebih baik atau lebih buruk dibandingkan kebudayaan lain sehingga bisa menjaga kestabilan dan keutuhan dalam masyarakat. Lebih jauh lagi, toleransi ini bisa menjadi cara mengatasi rasisme yang efektif untuk diterapkan di masyarakat.

Demikian pembahasan mengenai contoh etnosentrisme beserta penjelasan lengkap tentang pengertian dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya etnosentrisme. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Saturday 09th, March 2019 / 02:56 Oleh :
Kategori : Sosiologi