Sponsors Link

6 Contoh Disintegrasi Bangsa yang Pernah Terjadi di Indonesia

Sponsors Link

Zaman semakin berkembang, dan karena berkembangnya zaman inilah sehingga banyak orang yang lebih mementingkan kepentingan pribadi jika dibandingkan dengan kepentingan umum. Memang hal ini sering kita lihat, dan jika dibiarkan secara terus – menerus maka akan menimbulkan disintegrasi bangsa. Disintegrasi bangsa memang memiliki beberapa perbedaan dari disintegrasi sosial.

ads

Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia, disintegrasi adalah hilangnya keutuhan dan kesatuan, sedangkan secara umum disintegrasi bangsa memiliki artian bahwa suatu bangsa yang mengalami perpecahan. Misalnya saja kondisi suatu bangsa yang mengalami perpecahan seperti pertikaian yang dilakukan secara terus – menerus, dan segala macam konflik yang bisa menimbulkan terjadinya disintegrasi bangsa. Jika suatu bangsa memiliki masalah sosial yang pernah terjadi zaman dulu, bisa saja terungkit kembali walaupun dengan bentuk yang berbeda.

Contoh Disintegrasi Bangsa

Bangsa Indonesia memiliki bukti bahwa telah merasakan apa itu disintegrasi bangsa. Sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia merasakan disintegrasi bangsa adalah rasa nasionalisme yang sejak dulu dibangun dengan kuat saat ini perlahan – lahan mulai runtuh. Asas persamaan juga tidak berlaku akibat ketidak adilan pengalokasian kekayaan yang tidak seimbang antara daerah dan juga pusat. Aristoteles mengucapkan bahwa terlalu mengumbar asas kejejahteraan, sejatinya akan menjadi salah satu penyebab ancaman dari disintegrasi bangsa, disamping instabilitas pelaku politik sudah tidak lagi bersikap netral. Meskipun banyak yang menganggap filosofi klasik aristoteles dianggap sudah usang, namun ternyata sangat penting untuk dijadikan sebagai acuan.

Berbagai contoh disintegrasi bangsa yang memang tidak jauh berbeda dengan contoh disintegrasi sosial bisa kita lihat di bawah ini :

  • Kasus G 30 S PKI

PKI atau Partai Komunis Indonesia memang merupakan partai komunis yang paling terbesar di dunia, pada tahun 1965 saja jumlah anggota PKI mencapai 3. 5 juta anggota, memang sangat banyak jumlahnya. Anggota 3. 5 juta tadi belum termasuk jumlah anggota pemudanya yang mencapai 3 juta pada saat itu. Sesuai dengan namanya memang peristiwa ini terjadi pada 30 September dan tentunya sangat meninggalkan luka mendalam bagi kita. Karena kejadian ini banyak masyarakat yang menjadi korban, bahkan PKI menculik enam jendral  dan seorang kapten, diantaranya yaitu : komandan TNI AD, Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jendral Suprapto, Letnan Jendral MT Haryono, Letnan Jendral S Parman, Mayor Jendral DI Panjaitan, Mayor Jendral Sutoyo Siswomiharjo, Dan Yang Trakhir Kapten Pierre Tendean.

Mirisnya lagi, jenazah mereka ditemukan di sebuah sumur lubang buaya yang berlokasi di Jakarta. Banyak sekali korban jiwa, setidaknya di pulau Jawa dan Bali jumlah korban mencapai 500.000 orang. Karena hal inilah sebagian tokoh PKI dijatuhi hukuman mati dan sebagiannya lagi diadili. Tidak sampai disitu, penangkapan besar – besaran pun juga terjadi bagi siapa saja yang dianggap sebagai simpatisan atau memiliki keterkaitan dengan PKI. Maka dari itu kasus G 30 S PKI menjadi salah satu contoh disintegrasi bangsa yang paling mengerikan.

  • Perang Antar Suku Di Papua

Perang antar suku di Papua ini bisa dikatakan sebagai contoh konflik horizontal. Karena konflik horizontal memang sebuah konflik antara perorangan atau unsur-unsur komunitas kelompok dengan derajat yang sama. Seperti yang kita ketahui bahwa tanah Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki berbagai macam masalah sosial. Perang antar suku di Papua memang tidak mencakup hanya satu hal, melainkan beberapa hal misalnya saja perbedaan suku, budaya, kelompok atau golongan tertentu, yang dapat merugikan dan melanggar norma – norma yang ada. Sebenarnya kita bisa merasakan manfaat keberagaman budaya di Indonesia, hanya saja memang karena banyaknya budaya, maka ada beberapa wilayah yang berseteru, seperti contohnya di Papua ini.

Sponsors Link

Sebenarnya konflik perang di Papua sudah beberapa kali melakukan perdamaian dengan bantuan Pemda, lembaga kemasyarakatan, dan gereja yang dimana memang memiliki dasar pemahaman yang sama. Peran ketiga lembaga tersebut pun tidak lebih dari sekedar polisi penjaga agar perang – perang yang terjadi di wilayah Papua bisa dikendalikan. Perang suku bisa kita lihat sebagai salah satu hal yang negatif dan dengan tingkat kriminalitas tinggi.

  • Kasus Di Singkil Aceh

Biasanya kita melihat pengerusakan tempat – tempat ibadah dilakukan kepada umat minoritas, namun di Singkil Aceh kita menemukan bahwa pengerusakan dilakukan pada mayoritas (umat muslim). Kasus terjadinya pengerusakan ini bisa ditimbulkan karena kelompok mayoritas di Aceh Singkil marah dan tidak menyukai proses Pemda yang sangat lamban dalam menyelesaikan kasus gereja yang tidak memiliki legal formal dalam mendirikannya atau bisa juga karena kelompok minoritas yang tidak atau kurang menghargai religiusitas setempat.

  • Bertepatan dengan HUT RMS, Ada Pengibaran Bendera Di Kota Ambon

Pada tahun 2016 tepatnya di kawasan Halong, kota Ambon, Maluku, sebuah bendera RMS atau Republik Maluku Selatan dikibarkan oleh orang yang tidak dikenal. Pengibaran bendera tersebut bukan tidak memiliki arti, karena pengibarannya terkait dalam HUT RMS yang biasanya diperingati oleh para pendukung dan simpatisannya pada setiap tanggal 25 april. Karena kejadian ini, warga sekitar menonton pengibaran bendera tersebut, namun warga enggan berkomentar perihal pengibaran bendera. Hanya saja ada salah satu sumber yang memberitahukan bahwa bendera sudah berkibar sejak pagi.

ads
  • Amuk Massa Di Tanjung Balai, Vihara dan Klenteng Dibakar

Pembakaran tempat ibadah ini bermula pada saat ibadah sholat isya, ada salah satu wanita Tionghoa yang meminta agar pengeras suara dikecilkan. Puncaknya terjadi pada tengah malam sekitaran pukul 23.00, pembakarannya memang tidak mengarah kepada bangunannya sendiri namun lebih kepada alat – alat ibadah dan kendaraan sekitar. Karena hal ini setidaknya ada enam vihara dan kelenteng yang diserang beberapa warga. Sekitar 7 orang sudah diamankan, dan polisi masih mendalami terkait masalah tersebut.

  • Konflik Di Aceh yang Mengancam Integrasi Bangsa

Contoh disintegrasi bangsa yang terakhir adalah Gerakan Aceh Merdeka diduga masih melancarkan aksi – aksinya, sehingga membuat keamanan di Nanggroe Aceh Darussalam masih mengkhawatirkan hingga saat ini. Konflik yang sudah terjadi selama bertahun – tahun ini memang sangat mengancam kehidupan bermasyarakat dan juga mengancam integrasi bangsa. Memang tidak mudah untuk mengembalikan kondisi Aceh yang aman dan damai, maka dari itu pendekatan sosial kultural secara bersama memang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah. Meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan kondisi Aceh yang aman, setidaknya dengan cara demikian sudah bisa membantu.

Penyebab Disintegrasi Bangsa

Setelah mengetahui apa saja contoh disintegrasi bangsa, kita akan mengetahui apa saja yang menjadi penyebab disintegrasi bangsa. Seperti yang kita ketahui bahwa suatu kejadian yang terjadi tidak mungkin jika tidak ada penyebabnya. Mari kita ketahui apa saja yang menjadi penyebabnya :

  • Maraknya Penyebaran Ideology Selain Pancasila

Indonesia sendiri menganut ideology pancasila. Meskipun Indonesia berpandangan pada ideology pancasila tetap saja ada ideology – ideology selain pancasila yang berkembang di kalangan masyarakat. Keberadaan ideology selain pancasila tersebut membuat ancaman mengikisnya persatuan dan pengalaman pancasila dari rakyat Indonesia itu sendiri. Yang lebih parahnya lagi adalah bisa menyebabkan hancurnya suatu tatanan hidup bermasyarakat. Contoh ideology yang saat ini diperangi keberadaannya karena dapat dianggap menimbulkan hal negatif yaitu komunisme, leninisme, marxisme, dan neoliberalisme.

  • Ketimpangan Di Bidang Demografi

Jumlah penduduk di Indonesia sangatlah banyak, setiap tahunnya selalu bertambah. Karena jumlah penduduk yang sangat banyak, maka penyebaran penduduk pun tidak merata dengan tingkat kebutuhan yang berbeda – beda pula. Ada daerah yang mengalami tingkat kependudukan tinggi dan juga ada yang rendah, dan penduduk – penduduk juga harus memenuhi kebutuhannya. Ketika di daerah tinggal tidak mencukupi akan kebutuhan mereka, maka hal inilah yang menyebabkan disintegrasi bangsa.

  • Lambatnya Kemajuan Ekonomi

Meskipun investor asing banyak berdatangan ke Indonesia, namun kenyataannya adalah kemajuan ekonomi di Indonesia sangat lambat. Usaha kerakyatan berupa UMKM seperti dilindas, karena hal inilah yang membuat kesenjangan besar antara miskin dan kaya, bahkan kita bisa menyebutnya “si miskin makin miskin dan kaya semakin kaya”. Lambatnya kemajuan ekonomi bisa menimbulkan perpecahan.

Sponsors Link

  • Pergolakan Di Berbagai Daerah

Pergolakan di berbagai daerah terjadi pasti memiliki penyebab. Salah satu Faktor penyebab terjadinya pergolakan daerah yaitu kemunculan tokoh pelopor pergolakan. Bukan tidak mungkin pergolakan di daerah terjadi karena adanya seseorang atau kelompok yang mempelopori pergolakan tersebut.

  • Perubaha Sosial

Dampak positif dan negatif perubahan sosial memang bisa kita rasakan. Dari adanya perubahan sosial maka banyak masyarakat yang bisa menerima dan tidak menerimanya. Hal ini wajar terjadi karena setiap individu memiliki pandangan yang berbeda mengenai tujuan yang semula ingin dicapai, dan terjadinya pertentangan antara norma – norma yang ada di dalam masyarakat.

Contoh disintegrasi bangsa dan penyebabnya sudah kita ketahui, dan sekarang bagaimana cara mengatasinya?, kita dapat mengatasinya cara – cara berikut ini :

  • Menegaskan hukum – hukum yang berlaku di Indonesia.
  • Upaya integrasi nasional memang harus dijalankan sebisa dan semaksimal mungkin.
  • Hukum yang berlau harus berdasarkan atas pancasila dan tidak untuk mementingkan suatu golongan atau pribadi manapun.
  • Meningkatkan rasa nasionalisme yang kuat.
  • Menjunjung tinggi keadilan.
  • Toleransi antar umat beragama, antar suku, dan ras harus lebih ditingkatkan lagi.

Kita sebagai warga Negara Indonesia sudah sepantasnya mencegah disintegrasi bangsa, dan meningkatkan integrasi nasional. Menjunjung tinggi kebhinekaan memang sangat penting karena di Indonesia sendiri memiliki beragam agama, suku, budaya, dan ras.

Sponsors Link
, ,




Post Date: Friday 22nd, June 2018 / 08:09 Oleh :
Kategori : Sosiologi