Sponsors Link

5 Ciri Ciri Sosialisasi Ekualitas dalam Masyarakat Indonesia

Sponsors Link

Sosialisasi adalah proses interaksi yang terjadi setiap harinya dari manusia lahir ke dunia. Proses ini terbagi ke dalam beberapa Tahap-Tahap Sosialisasi dan jenis, salah satunya adalah sosialisasi ekualitas. Sosialisasi ekualitas ini adalah jenis sosialisasi yang melibatkan pihak-pihak yang sederajad atau setara kedudukannya di dalam lembaga sosial. Adapun ciri ciri sosialisasi ekualitas akan dijelaskan sebagai berikut.

ads
  1. Melibatkan pihak yang kedudukannya sederajat

Seperti yang dijelaskan di atas, sosialisasi ekualitas adalah sebuah proses sosialisasi yang dilakukan antara dua pihak yang sama kedudukannya. Dalam hal ini sosialisasi ekualitas dilakukan dengan banyak tujuan. Contoh Proses Sosialisasi ekualitas antara teman sebaya, sosialisasi antara karyawan perusahaan dengan karyawan lain, juga sosialisasi antara murid dengan murid yang lain. Di dalam sosialisasi ekualitas tidak ada pihak yang lebih tinggi atau pihak yang lebih rendah kedudukannya. Mereka berasal dari Macam Macam Kelas Sosial yang sama.

  1. Tidak ada proses paksaan

Ciri ciri sosialisasi ekualitas berikutnya adalah relatif tidak ada proses paksaan di dalamnya. Karena kebanyakan Proses Terjadinya Interaksi Sosial dalam sosialisasi ekualitas ini terjadi mengalir begitu saja. Apalagi karena didukung oleh latar belakang pihak-pihak yang sama, setiap orang yang berada di dalam sosialisasi ini merasa sepemahaman, senasib, dan sepenanggungan. Sehingga kesamaan-kesamaan ini melahirkan proses sosialisasi yang tanpa paksaan.

  1. Lebih mudah diterima oleh individu

Ciri ciri sosialisasi ekualitas lainnya adalah lebih mudah diterima oleh individu. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu seperti teman sebaya akan lebih nyaman bergaul dengan teman sebaya lainnya. Demikian juga untuk karyawan perusahaan yang akan lebih nyaman bersosialisasi dengan karyawan lainnya. Hal ini dikarenakan adanya kedudukan yang sederajad yang menyebabkan individu-individu lebih mudah menerima kehadiran pihak lain dalam sosialisasi ekualitas.

  1. Interaksi sosial yang baik

Ciri ciri sosialisasi ekualitas berikutnya adalah terciptanya interaksi sosial yang baik. Seperti yang diketahui bersama, interaksi sosial antar teman sebaya akan berbeda dengan interaksi sosial antara murid dengan guru. Tentu saja karena ada faktor perbedaan yang panjang yang menyebabkan Syarat Terjadinya Interaksi Sosial antara murid dengan guru cenderung kaku. Namun, sosialisasi ekualitas akan melahirkan interaksi yang baik dan lebih dinamis.

  1. Proses sosialisasi dilakukan secara terbuka

Proses sosialisasi ekualitas ini kebanyakan terjadi secara terbuka. Di dalamnya terdapat orang-orang yang saling berbagi pengalaman, berbagi cerita, dan semisalnya. Sementara orang lain menanggapi dengan leluasa. Sehingga proses sosialisasi ekualitas ini lebih terbuka. Hal ini pula yang menjadikan pihak-pihak dalam lingkungan sosialisasi ekualitas kebanyakan akan saling mendukung, saling melindungi, dan saling membantu. Karena mereka merasa senasib dan sepenanggungan. Selain itu karena keterbukaan inilah kelestarian interaksi sosial ini bisa bertahan lama jika dibandingkan dengan interaksi sosial otoriter, yang merupakan salah satu Contoh Kesenjangan Sosial di Lingkungan Masyarakat.

Demikianlah beberapa ciri ciri sosialisasi ekualitas yang perlu diketahui. Sosialisasi ekualitas ini selalu terjadi pada setiap individu. Adanya persamaan sosial adalah latar belakang munculnya ekualitas. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda dan bisa memberikan referensi yang Anda butuhkan.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Wednesday 28th, November 2018 / 05:17 Oleh :
Kategori : Sosiologi