Sponsors Link

7 Ciri-Ciri Primordialisme di Dalam Masyarakat Multikultural

Sponsors Link

Sudah menjadi suatu takdir bahwa setiap manusia yang lahir di dunia merupakan bagian dari makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, dimana salah satu contoh tindakan sebagai makhluk sosial adalah dengan  terjalin nya suatu proses interaksi sosial dan hubungan sosial. Interaksi sosial dan hubungan sosial tersebut yang kemudian membentuk suatu lingkungan sosial atau juga biasa disebut sebagai suatu masyarakat sosial, hal ini didorong pula dengan adanya kebiasaan yang sama antara anggota masyarakat.

ads

Kebiasaan masing-masing masyarakat tersebutlah yang kemudian menciptakan suatu keanekaragaman budaya. Itulah sebabnya muncul suatu istilah masyarakat multikultural, pengertian masyarakat multikultural sendiri adalah terdapat banyak sekali keanekaragaman budaya, bahasa, kebiasaan, tradisi, dan lain sebagainya dalam suatu masyarakat secara keseluruhan. Kondisi tersebut pula yang mendorong munculnya suatu istilah primordial atau primordialisme. Apa itu promordialisme dan bagaimana ciri-ciri primordialisme? Berikut penjelasannya.

Pengertian Primordialisme

Pada dasarnya  setiap individu akan hidup didalam berbagai bentuk-bentuk masyarakat multikultural walaupun mereka tinggal di daerah asalnya, hal ini disebabkan karena kebudayaan yang akan selalu berkembang dan selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman. Setiap individu pasti akan hidup berdampingan di dalam suatu masyarakat multikultural, maka sikap positif terhadap setiap perbedaan haruslah dijunjung oleh setiap individu yang ada. Hal ini diperlukan karena setiap kelompok masyarakat pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, oleh sebab itu dengan saling menghargai perbedaan maka dapat saling membantu memenuhi kebutuhan masing-masing dan membangun kehidupan masyarakat bersama-sama, sehingga kesejahteraan seluruh kelompok masyarakat dapat tercapai.

Istilah primordial atau primordialisme sendiri tidak jauh hubungannya dengan adanya kelompok-kelompok di dalam masyarakat. Primordial merupakan suatu istilah yang mengarah kepada suatu ikatan yang terjalin di dalam suatu masyarakat yang bersifat keaslian, sebagai contoh seperti kesukuan, kekerabatan, keagamaan, dan juga kelompok, atau juga dapat berasal dari sifat yang dibawa oleh setiap individu sejak lahir. Biasanya sifat-sifat yang dimiliki tersebut akan bersifat tradisional. Primordial akan berubah menjadi suatu primordialisme apabila sikap setiap individu atau sikap setiap anggota didalam kelompok atau ikatan-ikatan di dalam masyarakat lebih berorientasi terhadap kepentingan kelompok itu sendiri dibanding kepentingan diri sendiri.

Beberapa ahli juga memberikan pendapatnya mengenai pengertian primordialisme, beberapa diantaranya adalah:

  • Robuskha and Shepsle – Primordialisme merupakan suatu loyalitas yang diberikan oleh suatu kelompok secara berlebihan terhadap budaya subnasional, sebagai contoh seperti suku bangsa, agama, ras, keluarga, dan lain sebagainya.
  • Stephen K. Sanderson – Primordialisme merupakan sesuatu yang berkaitan dengan studi atau pembelajaran mengenai etnisitas, dimana terdapat paham atau pandangan mengenai identitas etnis yang dianggap merupakan suatu hal yang sulit dihapuskan dan melekat erat pada setiap individu.
  • Ramlan Surbakti – Primordialisme merupakan suatu keterkaitan antara individu satu dengan individu yang lainnya di dalam suatu kelompok yang didasarkan atas suatu ikatan kekerabatan, suku, maupun adat istiadat, sehingga akan menghasilkan suatu pola perilaku dan pola pikiran yang sama hingga menciptakan cita-cita yang sama pula.

Itulah beberapa pengertian primordialisme menurut para ahli, dimana dapat disimpulkan bahwa primordialisme merupakan suatu keterkaitan antar individu didalam suatu kelompok yang memberikan loyalitas berlebihan terhadap suku, agama, adat istiadat, budaya, dan lain sebagainya yang ada didalam kelompok tersebut. Sehingga akan menghasilkan suatu upaya untuk mencapai cita-cita yang sama. Selain pengertian primordialisme diatas, primordialisme juga memiliki beberapa ciri-ciri tertentu yang hadir didalam suatu kehidupan masyarakat. Apa saja ciri-ciri primordialisme tersebut? simak penjelasan berikut ini.

Ciri-Ciri Primordialisme

Sponsors Link

Secara umum, primordialisme dianggap merupakan suatu pandangan yang memegang teguh segala hal yang memang sudah dibawa oleh setiap individu sejak lahir, baik itu tradisi, suku, budaya, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang telah ada dan menetap di dalam lingkungan pertama individu tersebut. Kondisi tersebut yang nantinya mengarahkan individu kepada suatu sikap dimana kepentingan kelompok lebih diutamakan dibandingkan dengan kepentingan pribadinya sendiri. Hal ini juga merupakan salah satu dari ciri-ciri primordialisme di dalam kehidupan masyarakat multikultural. Lalu apa saja ciri-ciri primordialisme secara umum, berikut beberapa ciri-ciri primordialisme:

  1. Primordialisme sebagai Konsekuensi dari Masyarakat Multikultural

Ciri-ciri primordialisme yang pertama adalah bahwa primordialisme merupakan suatu akibat atau konsekuensi yang ditimbulkan dari adanya kemajemukan masyarakat atau kehidupan masyarakat multikultural. Kehidupan masyarakat multikultural yang mengandung berbagai macam perbedaan budaya, ras, suku, dan lain sebagainya mengarahkan kepada terciptanya suatu diferensiasi sosial, sehingga adanya diferensiasi sosial tersebut juga memicu terjadinya primordialisme.

Primordialisme sebagai konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural atau kemajemukan masyarakat dianggap sebagai suatu pandangan atau sikap yang teguh yang di tunjukkan oleh individu terhadap segala hal yang telah melekat dari awal hidupnya, seperti suku bangsa, agama, kepercayaan, ras, tradisi, dan lain sebagainya.

  1. Primordialisme Menjadi suatu Identitas Kelompok
ads

Ciri-ciri primordialisme yang kedua adalah bahwa primordialisme merupakan suatu identitas bagi sebuah kelompok atau golongan sosial di dalam masyarakat. Dimana primordialisme sebagai suatu identitas kelompok menjadi faktor penting dalam upaya memperkuat ikatan antara anggota kelompok maupun bagi ikatan golongan atau kelompok yang bersangkutan.

Hal ini dimaksudkan untuk dapat menghadapi segala bentuk ancaman yang mungkin hadir dari luar kelompok tersebut. Oleh sebab itulah, setiap anggota kelompok memberikan loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya hingga mementingkan kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi. Selain itu, mereka juga berpegang teguh terhadap prinsip kelompok dan memiliki cita-cita yang sama yang ingin dicapai.

  1. Primordialisme dapat Membangkitkan Permusuhan

Primordialisme memang bersangkutan erat dengan adanya suatu ikatan yang erat antar individu didalam kelompok maupun ikatan antar kelompok atau golongan. Namun sadar maupun tidak, hal tersebut justru dapat memungkinkan atau memicu timbulnya suatu prasangka dan permusuhan antara golongan atau kelompok sosial lainnya.

Kondisi tersebut disebabkan karena setiap kelompok akan menganggap kelompok mereka lebih baik dan benar dibanding kelompok sosial lainnya, sehingga perselisihan atau permusuhan diantaranya tidak dapat dihindari lagi. Oleh sebab itu, walaupun primordialisme menjadi suatu faktor penting dalam membangun suatu ikatan yang erat namun juga dapat berubah atau memicu permusuhan didalam kehidupan masyarakat multikultural.

  1. Adanya Anggapan Istimewa oleh Individu terhadap Kelompok

Seperti didalam pengertian primordialisme sendiri, bahwa terdapat loyalitas yang tinggi yang diberikan oleh individu atau anggota kelompok terhadap kelompoknya, maka ciri-ciri primordialisme selanjutnya adalah di dalam primordialisme akan ada anggapan istimewa oleh individu atau anggota kelompok terhadap kelompoknya. Anggapan istimewa tersebut yang mendorong individu untuk berpegang teguh terhadap kelompoknya hingga selalu mementingkan kepentingan kelompok dibanding dengan kepentingan pribadinya. Kondisi ini pula yang sering mendorong individu untuk beranggapan bahwa kelompoknya lebih baik dibanding dengan kelompok sosial yang lainnya.

  1. Adanya Sikap untuk Mempertahankan Keutuhan Kelompok

Seperti yang telah disebutkan dalam ciri-ciri primordialisme sebelumnya, bahwa primordialisme menjadi suatu faktor penting dalam membangun ikatan yang erat antar anggota kelompok maupun antar kelompok atau golongan, maka ciri-ciri primordialisme selanjutnya adalah di dalam primordialisme terdapat suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok atau kesatuan sosial dari berbagai ancaman yang dapat hadir dari luar kelompok sosial tersebut. Adanya sikap ini juga didasarkan pada adanya anggapan istimewa dan loyalitas yang tinggi yang diberikan oleh setiap anggota kelompok terhadap eksistensi kelompok tersebut. Sehingga mereka akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk mempertahankan keutuhan kelompok dari berbagai ancaman dari luar.

  1. Adanya Nilai-Nilai yang Berkaitan dengan Sistem Keyakinan

Didalam suatu primordialisme oleh individu didalam suatu kelompok sosial juga harus ada nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, karena dengan adanya nilai-nilai tersebut pola pikiran serta pola perilaku yang dimiliki setiap individu atau anggota kelompok akan sama. Kondisi tersebut yang nanti nya juga dapat memicu timbulnya suatu cita-cita yang sama yang ingin dicapai bersama oleh para anggota kelompok atau oleh kelompok itu sendiri.

Sponsors Link

Nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan tersebut seperti nilai keagamaan, pandangan hidup, adat istiadat, nilai dan norma, dan lain sebagainya. Dimana peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi juga penting, selain itu nilai-nilai tersebut juga penting di dalam membangun kehidupan atau menjalani kehidupan ditengah-tengah kemajemukan masyarakat atau masyarakat multikultural yang penuh dengan diferensiasi sosial, sehingga individu tidak akan mudah terpengaruh oleh individu atau kelompok sosial lain disekitarnya.

  1. Adanya Cita-Cita yang Sama

Telah disebutkan beberapa kali didalam penjelasan sebelumnya, bahwa primordialisme menciptakan suatu cita-cita yang sama dan ingin dicapai bersama oleh para individu didalam suatu kelompok sosial tertentu, maka ciri-ciri primordialisme yang terakhir adalah adanya suatu cita-cita yang sama dan ingin dicapai bersama oleh suatu kelompok sosial.

Adanya cita-cita yang sama ini juga yang ikut mempererat ikatan yang terjadi didalam kelompok, karena setiap anggota kelompok akan berusaha untuk mencapai atau mewujudkan cita-cita kelompok bersama melalui loyalitas dan kepercayaan yang dimilikinya. Tanpa adanya suatu cita-cita yang sama maka arah dan tujuan kelompok akan menjadi tidak jelas, bahkan memungkinkan menjadi lebih rentang terhadap pengaruh atau ancaman dari luar kelompok. Oleh sebab itu, cita-cita yang sama dalam suatu kelompok sosial juga penting adanya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri primordialisme secara umum yang hadir di dalam kehidupan masyarakat multikultural atau didalam kemajemukan masyarakat, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 13th, May 2018 / 03:51 Oleh :
Kategori : Sosiologi