Sponsors Link

Ciri- Ciri Pithecanthropus Mojokertensis, Erectus, Soloensis, dan Robustus

Sponsors Link

Pithecanthropus soloensis, mojokertensis, erectus, dan robustus adalah salah satu jenis manusia purba yang ada di Indonesia. Keempat manusia purba ini ditemukan di berbagai tempat yang berbeda. Berbeda tempat penemuan sangat menentukan kondisi fisik dan anda juga bisa melihat ciri-ciri manusia wajak, cara memperoleh makanan maupun cara bertahan hidup. Perbedaan ciri fisik yang ditunjukkan sangat mempengaruhi kemampuan manusia purba untuk bertahan hidup di tempat tinggalnya. Lalu apa saja ciri-ciri dari keempat manusia purba tersebut? Berikut ulasannya!

ads

Ciri-Ciri Pithecanthropus Soloensis, Mojokertensis, Erectus, Dan Robustus

Berikut adalah beberapa ciri-ciri pithecanthropus soloensis, mojokertensis, erectus, dan robustus, diantaranya adalah:

  • Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis adalah manusia purba yang fosilnya berada di pesisir sungai Bengawan Solo. G.H.R Von Koenigswald, Oppenoorth dan Ter Haar adalah penemu pithecanthropus soloensis yang hidup pada zaman purba sejak 900.000 tahun lalu di Ngandong, Blora, Jawa Tengah pada tahun 1931 sampai 1934. Berasal dari bahasa Latin, phithecos berarti kera, anthropus berarti manusia, dan soloensis adalah daerah atau kawasan fosil tersebut ditemukan. Jadi, pithecanthropus soloensis adalah manusia kera dari Solo. Ciri-ciri pithecanthropus soloensis yaitu :

  1. Tinggi tubuh manusia purba ini mencapai 165 sampai 180 cm.
  2. Kapasitas otak antara 750 sampai 1350 cc.
  3. Manusia purba ini memiliki gigi geraham besar dan rahang yang kuat sehingga sangat ampuh untuk mengoyak makanan.
  4. Hidung yang dimiliki snagat lebar namun tidak memiliki dagu.
  5. Tonjolan yang terdapat di kening terlihat tebal dan melintang di wajah.
  6. Otot yang lebar terdapat di bagian tengkuk.
  7. Tulang pipi yang dimiliki terlihat menonjol.
  8. Tempurung tengkoraknya terlihat lonjong.
  9. Dahinya lebih tinggi dan terisi.
  10. Manusia purba ini belum mengenal aksara karena ada di zaman Paleolitikum.
  11. Lebih banyak mengandalakan sumber daya alam karena seluruh kehidupannya tergantung di alam.
  12. Terlihat seperti kera yang berjalan tegak.
  13. Hidup bepindah-pindah tempat (nomaden).
  14. Cepat mendapatkan sumber makanan sebab makanan yang tersedia biasanya ada di alam bebas.
  15. Benda peninggalan yang dibawa oleh pithecanthropus soloensis adalah berupa kapak penetak, kapak genggam, alat serpih dan alat-alat dari tulang.
  • Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur. Penemu fosil ini ditemukan tahun 1936 sampai 1941 oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald. Berasal dari bahasa Latin, phithecos berarti kera, anthropus yaitu manusia, mojokertensis adalah tempat ditemukan fosil yakni Mojokerto. Jadi, pithecanthropus mojokertensis berarti manusia kera yang berasal dari Mojokerto. Ciri-ciri pithecanthropus mojokertensis berbeda dengan  Ciri-ciri Manusia Liang Bua Yang Wajib Diketahui, yaitu:

  1. Tinggi badannya adalah 165 sampai 180 cm.
  2. Berdiri tegak dengan otot bagian tengkuk kecil.
  3. Bagian muka menonjol ke depan dan bagian dahi menjorok ke belakang.
  4. Keningnya menonjol dan tidak memiliki dagu.
  5. Volume otak berkisar 750-1300 cc.
  6. Memiliki gigi pengunyah (geraham) yang kuat untuk mengunyak makanan.
  7. Rahangnya kuat dengan tulang ubun tengkorak tebal dan menonjol.
  8. Hidup berkelompok.
  9. Badannya terlihat sangat kekar dan tegap.
  10. Hidungnya lebar dengan tulang pipi menonjol.
  11. Tempat tinggalnya berpindah-pindah dan tidak menetap atau nomaden.
  12. Mencari makan dengan cara berburu dengan bergantung di alam.
  13. Belum memahami cara memasak yang benar sehingga memakan hewan buruan secara mentah.
  14. Jika tidak menemukannya di hutan anda juga bisa melihat cara kehidupan manusia liang bua pada masanya, manusia purba jenis ini mencari makanan biasanya di sepanjang lembah dan hantaran sungai.
  15. Alat atau hasil budayanya adalah kapak genggam, pahat genggam, alat serpih, kapak penetak, kapak perimbas dan alat-alat tulang.
  16. Kelompok dipimpin oleh laki-laki yang lebih tua terdiri dari 4-15 individu saling berdampingan.
Sponsors Link

  • Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus erectus berasal dari bahasa Latin, phitecos yaitu kera, anthropus artinya manusia berbeda dengan proses terjadinya interaksi sosial, dan erectus yang berarti tegak. Manusia purba ini ditemukan pertama kali oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 dalam perjalanan panjangnya ke Benua Asia. Sebab Ia saat itu sedang menjalankan misi menemukan bukti dan sejarah nenek moyang manusia. Ditemukan di daerah Trinil (Ngawi) berupa tulang kaki, tulang rahang (bagian atas) dan geraham. Peneliti meyakini bahwa manusia purba ini menyerupai manusia dan menjadi status dari genus yang berbeda. Ciri-ciri pithecanthropus erectus adalah:

  • Hidup sekitar 500 ribu sampai 1 juta tahun lalu.
  • Volume otaknya sudah mencapai 900 cc.
  • Tinggi badan sekitar 165-180 cm.
  • Bentuk wajah seperti kera dengan memiliki bobot sekitar 80-110 kg.
  • Dagunya terlihat kecil tetapi mulutnya sangat menonjol.
  • Ubun-ubunnya pendek dengan bagian kepala belakang menonjol.
  • Terdapat tonjolan dibagian kening dan melintang sepanjang pelipis.
  • Tulang pipi menebal dengan postur tubuh tegap.
  • Memiliki gigi serta rahang yang kuat dan besar sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengunyah makanan.
  • Memiliki hidung yang tebal.
  • Manusia purba ini memiliki perawakan seperti kera.
  • Nomaden atau berpindah-pindah tempat tinggalnya.
ads
  • Sama seperti manusia purba kebanyakan anda juga bisa melihat cara kehidupan manusia wajak, ia juga senang melakukan perburuan.
  • Hidup bergantung dengan alam sebab bahan makanan yang dikonsumsi didapatkan dari alam.
  • Senang menciptakan alat-alat yang terbuat dari bahan baku berupa tulang dan batu untuk membantu aktivitas keseharian.
  • Peninggalannya berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, pahat genggam dan alat-alat serpih.
  • Selalu bersinergi dengan alam.
  • Hidup berkelompok dengan tugas manusia purba adalah berburu hewan sedangkan wanita mengumpulkan makanan dan mengasuh anak-anak mereka.
  • Pithecanthropus Robustus

Pithecanthropus robustus adalah manusia purba yang hidup pada jaman prasejarah di Indonesia. Manusia purba ini sering dikaitkan dengan pithecanthropus mojokertensis karena ditemukan di pulau Jawa. Manusia purba pithecanthropus robustus banyak ditemukan di daerah Mojokerto, Kedungbribus, Trinil, Sangiran, Sambung Macan, Kota Sragen dan Ngandong. Pithecanthropus robustus diperkirakan hidup dua perempat juta sampai setengah juta tahun yang lalu. Ditemukan pada tahun 1936 oleh seorang pekerja yang dipimpin oleh ahli purbakala Dufyjes bernama Tjokrohandoro.

Manusia purba yang ditemukan adalah berupa fosil tengkorak anak-anak di daerah Kepuh, Klagen, Mojokerto. Berasal dari bahasa Latin, pithecine berarti kera, anthropos artinya manusia dan robustus yang berarti kuat. Dengan kata lain, pithecanthropus robustus adalah kera yang besar dan memiliki tubuh yang sangat kuat. Ciri-ciri pithecanthropus robustus diantaranya sebagai berikut:

  1. Badan tegap tetapi tidak sama dengan perawakan Meganthropus.
  2. Tinggi badannya 165-180 cm.
  3. Gigi geraham dan tulang rahang yang dimiliki sangat kuat.
  4. Keningnya sangat menonjol tetapi tidak memiliki dagu.
  5. Volume otaknya belum sempurna berbeda dengan manfaat mempelajari filsafat sosial, yakni sekitar 750-1300 cc.
  6. Tulang pada atap tengkoraknya lonjong dan teksturnya tebal.
  7. Alat pengunyah dan otot tengkuknya kecil.
  8. Pola kehidupannya unik dan tradisional.
  9. Senang memanfaatkan alam sebab kehidupan atau aktivitas yang ditunjukkan sangat bergantung pada alam.
  10. Senang berburu di hutan demi mendapatkan makanan berbeda dengan Upaya Manusia Memenuhi Kebutuhan, mereka tidak hanya memburu hewan- hewan kecil seperti kelinci dan ayam saja tetapi juga hewan berukuran sangat besar secara berkelompok.
  11. Alat perburuan biasanya adalah tombak atau jebakan tradisional.
  12. Cara hidupnya juga dengan mengumpulkan makanan dari alam namun saat makanan alam sulit dicari maka manusia purba jenis ini akan berburu atau menangkap hewan di sungai.
  13. Belum hidup secara menetap atau berpindah-pindah berbeda dengan  Peranan Sosialisasi Dalam Pembentukan Kepribadian Manusia, ini juga bisa disebut dengan nomaden.
  14. Hidup secara berkelompok dengan pemimpin.
  15. Belum memahami memasak sehingga manusia ini memakannya secara mentah hasil perburuannya.
Sponsors Link

Hasil budaya dari Pithecanthropus robustus adalah :

  1. Kapak genggam yang mirip dengan kapak perimbas dengan ukuran lebih kecil. Cara memakainya adalah digenggam ke bagian yang lebih kecil. Biasanya kapak ini digunakan untuk memotong daging, menggali umbi-umbian, dan menguliti binatang.
  2. Pahat genggam juga termasuk budaya yang dibawa oleh pithecanthropus robustus. Alat ini berfungsi untuk menggemburkan tanah dan mencari umbi-umbian dan sangat tajam.
  3. Alat serpih biasa digunakan untuk pisau, mata panah, dan alat pemotong. Ditemukan oleh Von Koenigswald tahun 1935 di Sangiran, Gua Lawa, Cabbenge (Sulawesi Selatan), Timor, dan Roti. Alat-alatnya berkisar antara 10-20 cm.
  4. Kapak penetak juga termasuk budaya yang dibawa. Mirip kapak perimbas tetapi bentuknya besar. Biasanya digunakan untuk membelah kayu, bambu atau pohon. Alat ini biasa disebut dengan chopping tool yang ditemukan di seluruh Nusantara.
  5. Kapak perimbas juga termasuk artefak manusia purba sebagai penetak dan pemotong, serta memahat tulang, merimbas kayu dan senjata. Ditemukan di daerah Jawa Tengah, Sukabumi, Lahat. Bahkan juga ditemukan di luar negeri seperti Beijing, Myanmar, Pakistan, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
  6. Alat-alat tulang juga ditemukan di Ngandong, Ngawi, Jawa Timur. Berfungsi untuk pisau, belati serta mata tombak. Selain itu juga digunakan untuk mengorek umbi-umbian dan keladi di dalam tanah. Bahkan alat ini juga bisa digunakan sebagai alat pemancing ikan.

Demikian ciri-ciri pithecanthropus soloensis, mojokertensis, erectus, dan robust yang dapat kami sampaikan. Keempat jenis manusia purba ini memiliki ciri yang berbeda sesuai dengan masa ditemukan dan tempat tinggalnya. Terus tambah wawasan artikel Anda tentang jenis-jenis manusia purba lainnya dan semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Wednesday 22nd, May 2019 / 05:14 Oleh :
Kategori : Antropologi