Sponsors Link

6 Ciri-Ciri Utama Perilaku Menyimpang Dalam Pengertiannya

Sponsors Link

Dalam suatu perkembangan dan berlangsungnya kehidupan masyarakat pasti tidak akan lepas dari adanya proses interaksi sosial, hubungan sosial, hingga proses sosialisasi. Proses-proses sosial tersebut merupakan suatu contoh tindakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya serta untuk bertahan hidup. Di dalam terjadinya proses tersebut, secara sadar atau tidak setiap individu pasti pernah melakukan suatu perilaku menyimpang atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Perilaku menyimpang pastinya juga dapat terjadi dimana saja, artinya dimana suatu perilaku menyimpang akan terjadi oleh individu maupun kelompok tidak dapat diprediksi sebelumnya. Walaupun tidak dapat diprediksi, namun perilaku menyimpang memiliki beberapa ciri-ciri. Apa saja ciri-ciri  perilaku menyimpang? Simak ulasan berikut ini.

ads

Pengertian Perilaku Menyimpang

Sebelum mengetahui mengenai ciri-ciri perilaku menyimpang, perlu di ketahui terlebih dahulu apa yang sebenarnya disebut sebagai suatu perilaku menyimpang. Secara umum perilaku menyimpang dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Perilaku menyimpang juga di anggap sebagai suatu hasil dari proses sosial yang berlangsung tidak sempurna, sehingga menimbulkan ketidakmampuan individu untuk menilai dan menerapkan nilai dan norma yang sesuai dengan apa yang masyarakat terapkan dan harapkan. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap faktor pembentukan kepribadian individu, yang kemudian lebih mengarah pada suatu perilaku menyimpang.

Selain pengertian diatas, para ahli juga memberikan pendapat mereka mengenai pengertian perilaku menyimpang, beberapa diantaranya seperti:

  • Paul B. Horton

Menurut Paul B. Horton, perilaku menyimpang merupakan suatu perilaku yang dianggap atau dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap adanya norma-norma dalam masyarakat.

  • James W. Van der Zaden

James W. Van der Zaden juga memberikan pendapatnya mengenai perilaku menyimpang, dimana menurutnya perilaku menyimpang merupakan suatu perilaku yang oleh sejumlah besar orang dinilai dan dianggap sebagai suatu hal atau perilaku dan tindakan yang tercela serta di luar batas toleransi.

  • Robert M. Z, Lawang

Menurut Robert M. Z. Lawang, perilaku menyimpang merupakan semua tindakan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya menimbulkan suatu usaha dari yang berwenang dalam sistem sosial tersebut untuk memperbaiki serta mengarahkan ke arah yang lebih benar perilaku menyimpang tersebut.

  • Becker

Selain ke tiga ahli diatas, Becker juga memberikan pengertiannya terhadap perilaku menyimpang, dimana perilaku menyimpang dianggap sebagai suatu hal yang bukan merupakan kualitas yang dilakukan individu, tetapi merupakan suatu konsekuensi dari adanya peraturan serta penerapan sangsi yang dijalankan oleh individu atau kelompok yang lainnya terhadap perilaku atau tindakan tersebut.

Dari beberapa pengertian perilaku menyimpang diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku menyimpang merupakan suatu perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan dianggap sebagai suatu perilaku yang tercela atau diluar batas toleransi, sehingga dibutuhkan upaya lebih untuk memperbaikinya.

Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang

Dilihat dari pengertiannya, maka ciri-ciri utama perilaku atau tindakan dapat dianggap sebagai suatu perilaku menyimpang adalah sesuai atau tidaknya dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Selain itu, Paul B. Horton dan Chester L. Hunt juga memberikan pendapatnya mengenai ciri-ciri perilaku menyimpang. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Penyimpangan Harus Dapat Didefinisikan
Sponsors Link

Ciri-ciri perilaku menyimpang yang pertama adalah bahwa penyimpangan tersebut harus dapat didefinisikan, artinya tidak semua tindakan dapat begitu saja dinilai atau dianggap sebagai suatu perilaku menyimpang. Hal ini juga disebabkan karena perilaku menyimpang sendiri bukanlah semata-mata ciri tindakan yang dilakukan seorang individu saja, tetapi juga merupakan suatu akibat daru adanya perilaku dan penerapan sanksi terhadap tindakan yang dilakukan tersebut.

Maka dari itu, suatu penilaian terhadap tindakan yang dianggap menyimpang harus didasarkan pada kriteria tertentu serta harus diketahui pula faktor penyebabnya terjadinya perilaku menyimpang. Adapun ciri atau kriteria utama dari perilaku atau tindakan yang dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku menyimpang adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat.

Artinya, jika suatu tindakan yang dilakukan seorang individu tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan nilai dan norma dalam masyarakat maka dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku menyimpang. Namun, apa bila tindakan atau perilaku yang dilakukan masih wajah atau setidaknya masih sesuai sedang nilai dan norma yang ada maka tindakan tersebut tidak termasuk sebagai suatu perilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi dalam masyarakat sangatlah penting karena menjadi suatu landasan penilaian terhadap perilaku atau tindakan para anggota masyarakat itu sendiri.

  1. Penyimpangan Dapat Diterima dan Ditolak
ads

Selain dapat didefinisikan, perilaku menyimpang juga dapat diterima maupun ditolak oleh masyarakat, artinya bahwa tidak semua perilaku menyimpang bersifat negatif tetapi ada pula yang bersifat positif. Perilaku menyimpang dikatakan positif apabila perilaku atau tindakan yang dilakukan masih diterima bahkan juga dihormati serta dipuji oleh masyarakat, seperti penemuan baru oleh para ahli serta seorang jenius yang mengemukakan berbagai pendapat baru yang terkadang justru bertentangan dengan pendapat umum.

Sedangkan suatu perilaku atau tindakan menyimpang akan dikatakan negatif apabila perilaku atau tindakan tersebut ditolak atau tidak diterima kehadirannya oleh masyarakat, seperti perilaku atau tindakan yang menyebabkan berbagai bentuk-bentuk konflik sosial, pembunuhan, perampokan, dan contoh-contoh perilaku tidak bermoral lainnya.

  1. Penyimpangan Relatif dan Penyimpangan Mutlak

Ciri-ciri perilaku menyimpang selanjutnya adalah penyimpangan dapat dikategorikan sebagai suatu penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, dimana ini berarti bahwa penilaian terhadap satu tindakan yang dianggap menyimpang dengan tindakan lainnya yang dianggap menyimpang juga didasarkan pada frekuensi atau kadar penyimpangan.

Dimana pada dasarnya, semua individu pasti pernah sesekali melakukan suatu tindakan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat tetapi masih dalam batas-batas tertentu yang bersifat relatif. Terlebih lagi dalam masyarakat modern, dimana tidak akan ada satu orang pun yang tergolong atau termasuk sebagai seorang yang sepenuhnya penurut atau konformasi dan tidak ada pula satu orang pun yang sepenuhnya menyimpang atau selalu melakukan hal-hal menyimpang.

Hal ini dikarenakan jika seseorang hanya termasuk dalam salah satu kategori tersebut maka mereka justru akan mengalami berbagai masalah serta kesulitan dalam hidupnya. Bahkan orang yang sejak awal hanya selalu melakukan penyimpangan mutlak atau perilaku menyimpang terus menerus juga lama kelamaan harus berkompromi dengan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, dari sinilah tindakan seseorang dapat tergolong dalam tindakan yang terkadang menyimpang atau relatif dan tindakan yang sering melakukan penyimpangan atau mutlak.

  1. Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Ataukah Budaya Ideal

Ciri-ciri perilaku menyimpang juga dapat dilihat dari apakah tindakan yang dilakukan merupakan penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Dimana budaya ideal merupakan segala peraturan hukum yang diberlakukan dan dijadikan pedoman di dalam suatu lingkungan masyarakat, walaupun pada kenyataan tidak ada satu orang pun yang akan benar-benar patuh terhadap peraturan resmi yang diberlakukan tersebut. Sedangkan budaya nyata merupakan suatu kebudayaan atau peraturan yang dianggap telah membudaya serta bersifat nyata atau benar-benar terjadi dalam berlangsungnya kehidupan masyarakat.

Antara budaya nyata dengan budaya ideal sendiri juga sering terjadi kesenjangan, terlebih lagi peraturan yang telah menjadi suatu pengetahuan umum sehari-hari menjadi suatu peraturan yang cenderung lebih sering atau lebih banyak dilanggar. Sebagai contoh seperti peraturan pemakaian helm pada saat mengendarai sepeda motor, namun pada kehidupan sehari-hari masih banyak yang melanggar peraturan tersebut dengan berbagai alasan dibelakangnya.

  1. Terdapat Norma-Norma Penghindaran Didalam Penyimpangan
Sponsors Link

Ciri-ciri perilaku menyimpang selanjutnya adalah adanya norma-norma penghindaran didalam penyimpangan tersebut. Dimana norma-norma penghindaran terbentuk karena adanya nilai dan norma dalam masyarakat yang melarang suatu perbuatan yang benar-benar ingin diperbuat oleh kebanyakan orang.

Jadi, norma penghindaran merupakan suatu pola perilaku atau pola perbuatan yang dilakukan kebanyakan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tetapi tetap tidak menentang nilai dan norma yang diberlakukan dalam masyarakat secara terbuka. Atau dengan kata lain norma penghindaran dapat di anggap sebagai suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat setengah melembaga atau semi institutionalized.

  1. Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif atau Menyesuaikan

Ciri-ciri perilaku menyimpang menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt yang terakhir adalah penyimpangan sosial bersifat adaptif atau menyesuaikan. Seperti yang sudah disebutkan pada ciri-ciri sebelumnya, bahwa tidak semua perilaku menyimpang bersifat negatif maka tidak semua perilaku penyimpangan sosial juga dapat menjadi ancaman. Hal ini disebabkan karena terkadang perilaku menyimpang juga dianggap sebagai suatu alat pemelihara stabilitas sosial.

Dimana  di satu pihak, masyarakat menganggap perilaku menyimpang tidak diperlukan karena mereka memerlukan suatu keteraturan atau kepastian dalam kehidupannya. Artinya bahwa, harus ada batasan-batasan tertentu terhadap perilaku dan tindakan bagi setiap anggota masyarakat tersebut yang sesuai dengan harapan serta keinginan masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan di lain pihak, ada pula yang menganggap perilaku menyimpang memang diperlukan sebagai suatu cara untuk menyesuaikan kebudayaan yang ada dengan perubahan sosial yang selalu terjadi. Hal ini juga disebabkan karena tidak ada satupun masyarakat yang mampu bertahan dalam kondisi statis atau sama selamanya dalam jangka waktu yang lama.

Itulah beberapa ciri-ciri perilaku menyimpang dalam kehidupan masyarakat, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Tuesday 15th, May 2018 / 04:11 Oleh :
Kategori : Sosiologi