Sponsors Link

6 Ciri-Ciri Pengendalian Sosial Dalam Anggota Masyarakat

Sponsors Link

Dalam berlangsungnya suatu kehidupan bermasyarakat pasti tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Adanya suatu aturan, nilai, serta norma sosial yang diberlakukan menandakan adanya suatu pelanggaran atau penyimpangan sosial yang terjadi didalamnya. Oleh sebab itu, pengendalian sosial diperlukan dalam setiap proses interaksi sosial dan hubungan sosial di dalam lingkungan masyarakat. Pengendalian sosial dibutuhkan untuk membantu mengendalikan perilaku setiap anggota masyarakat yang menyimpang dan mengembalikannya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian sosial juga bermanfaat untuk menciptakan suatu ketenteraman dan kedamaian dalam berlangsungnya kehidupan masyarakat. Suatu pengendalian sosial sendiri juga memiliki beberapa ciri-ciri tertentu, untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut mengenai ciri-ciri pengendalian sosial beserta dengan pengertian pengendalian secara umum maupun menurut beberapa ahli.

ads

Pengertian Pengendalian Sosial

Sebelum membahas mengenai ciri-ciri pengendalian sosial, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya di sebut sebagai pengendalian sosial. Seperti yang telah di sebutkan diatas bahwa pengendalian sosial digunakan untuk mengendalikan perilaku setiap anggota masyarakat, maka pengendalian sosial dapat diartikan sebagai suatu usaha atau upaya untuk mencegah adanya penyimpangan sosial yang dilakukan dalam suatu lingkungan masyarakat. Selain itu, pengendalian sosial juga dianggap sebagai suatu upaya untuk mengajak dan mengarahkan para anggota masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai dan norma yang diberlakukan dalam masyarakat tersebut.

Beberapa ahli sendiri memberikan pendapat mereka mengenai pengertian pengendalian sosial, beberapa diantaranya adalah:

  • Astrid Susanto – Pengendalian sosial merupakan suatu kontrol baik berupa kontrol fisik, non-fisik, maupun psikologis terhadap para individu di dalam suatu kelompok atau masyarakat, agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan penilaian yang ada didalam kelompok atau masyarakat tersebut.
  • Bruce J. Cohen – Pengendalian sosial merupakan suatu cara atau metode yang dilakukan untuk mendorong atau mengarahkan perilaku seseorang dengan tujuan agar sesuai atau sejalan dengan apa yang di kehendaki oleh kelompok atau masyarakat yang bersangkutan.
  • Horton dan Hunt – Pengendalian sosial merupakan segala macam cara dan proses yang dilakukan oleh orang tua maupun suatu kelompok masyarakat tertentu dengan tujuan agar para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan dan keinginan kelompok atau masyarakat yang bersangkutan.
  • Joseph S. Roucek – Pengendalian sosial merupakan suatu upaya atau usaha yang direncanakan maupun tidak direncanakan yang mengarah kepada suatu proses untuk mendidik dan mengajari para anggota masyarakat atau individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang diberlakukan ditempat atau dilingkungan tempat tinggalnya.
  • Peter L. Beger – Pengendalian sosial merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mentertipkan kembali para anggotanya yang melakukan penyimpangan atau membangkang nilai dan norma yang menjadi dasar kehidupan masyarakat tersebut.
  • Soerjono Soekanto – Pengendalian sosial merupakan suatu proses atau cara baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan sebelumnya, dimana memiliki tujuan untuk mendidik, membimbing, mengajak, bahkan juga memaksa para anggota masyarakat agar mematuhi nilai dan norma atau kaidah yang diberlakukan dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Itulah beberapa pengertian pengendalian sosial menurut beberapa ahli, dimana dapat disimpulkan bahwa pengendalian sosial merupakan upaya atau usaha yang dilakukan dengan tujuan agar para anggota masyarakat atau individu berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkan masyarakat tersebut, termasuk juga sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku didalamnya. Selain pengertian, ada pula ciri-ciri pengendalian sosial secara umum. Apa saja ciri-ciri pengendalian sosial tersebut, berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Pengendalian Sosial

Secara umum, pengendalian sosial merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak tertentu termasuk masyarakat untuk mengatur perilaku dan tindakan para anggota masyarakat. Melalui suatu pengendalian sosial, maka perilaku masyarakat diharapkan dapat sesuai dengan nilai dan norma yang memang diberlakukan di dalam lingkungan masyarakat tersebut. Berikut ini ada beberapa ciri-ciri pengendalian sosial secara umum di dalam masyarakat:

Sponsors Link

  1. Pengendalian Sosial Merupakan Suatu Cara

Ciri-ciri pengendalian sosial yang pertama adalah bahwa pengendalian sosial merupakan suatu cara atau metode yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Cara pengendalian sosial tersebut dilakukan untuk mengendalikan pihak-pihak lainnya yang dianggap menyimpang atau tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.

Pengendalian sosial juga merupakan suatu metode karena proses pengendalian sosial itu sendiri yang mempunyai tata cara, proses, hingga tahapan-tahapan sendiri. Oleh sebab itu, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian sosial tidak dapat secara asal dilakukan begitu saja. Namun perlu adanya suatu tata cara yang digunakan untuk melakukan suatu pengendalian, sehingga proses pengendalian sosial dapat berlangsung dengan baik atau sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Pengendalian Sosial Memiliki Tujuan

Suatu pengendalian sosial dilakukan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pengendalian sosial secara umum sendiri adalah untuk mencapai suatu stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. Artinya bahwa, pengendalian sosial benar-benar secara mutlak diperlukan dalam kehidupan masyarakat agar tercapai suatu kehidupan masyarakat yang stabil dan teratur. Selain itu, pengendalian sosial juga bertujuan untuk mengurangi dan mencegah adanya suatu penyimpangan sosial yang dilakukan oleh para anggota masyarakat. Ketika penyimpangan sosial dapat dikurangi maka kehidupan masyarakat yang stabil dan teratur juga dapat mudah tercapai.

ads
  1. Terdapat Subjek dan Objek Dalam Pengendalian Sosial

Ciri-ciri pengendalian sosial yang selanjutnya adalah terdapat subjek dan objek di dalam pelaksanaan pengendalian sosial. Subjek pengendalian sosial merupakan pelaku pengendali atau pelaku yang mengupayakan terjadinya suatu pengendalian sosial, dapat berupa individu maupun kelompok yang berada di dalam suatu lingkungan tertentu.

Sedangkan objek pengendalian sosial merupakan para pelaku penyimpangan sosial atau orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap nilai dan norma yang diberlakukan di lingkungan tempat tinggalnya. Jika salah satu tidak ada berarti suatu pengendalian sosial tidak dapat berlangsung, artinya subjek dan objek merupakan suatu hal yang memang seharusnya ada dan mendorong terjadinya suatu pengendalian sosial.

  1. Pengendalian Sosial dapat Dilakukan oleh Kelompok dan Individu

Adanya suatu subjek dan objek di dalam pengendalian sosial berarti pula bahwa pengendalian sosial dapat dilakukan baik oleh kelompok maupun individu. Artinya pengendalian sosial tidak selalu hanya bersifat tunggal, seperti antara individu dengan individu saja tetapi juga dapat dilakukan oleh individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

  1. Pengendalian Sosial Memiliki Sifat Tertentu

Terdapat tiga sifat pengendalian sosial yaitu preventif, kuratif, dan represif. Pengendalian sosial preventif berlangsung sebagai suatu pencegah penyimpangan sosial, artinya dilakukan sebelum penyimpangan sosial dilakukan. Sedangkan pengendalian sosial kuratif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan ketika penyimpangan sosial dilakukan, dan pengendalian represif  merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah penyimpangan sosial selesai dilakukan.

  1. Pengendalian Sosial Dilakukan Secara Timbal Balik

Pengendalian sosial yang memiliki subjek dan objek didalamnya juga mengarahkan pada suatu hubungan timbal balik, hal ini juga yang menjadi alasan mengapa keduanya harus hadir didalam suatu pengendalian sosial. Secara sadar maupun tidak, pengendalian sosial pasti dilakukan secara timbal balik oleh kedua pihak yang bersangkutan.

Itulah beberapa ciri-ciri pengendalian sosial secara umum yang hadir di dalam masyarakat, dimana dapat disimpulkan bahwa suatu pengendalian sosial harus memiliki tujuan, cara, subjek dan objek, memiliki sifat tertentu, dan berlangsung secara timbal balik. Selain ciri-ciri tersebut, pengendalian sosial juga memiliki beberapa fungsi di dalam masyarakat.

Fungsi Pengendalian Sosial

Dari beberapa penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian sosial merupakan suatu sarana atau metode yang dilakukan baik oleh individu maupun kelompok untuk mendorong para anggota masyarakat agar bersifat dan berperilaku sesuai dengan jenis pengendalian sosial yang memang dikehendaki oleh suatu lingkungan masyarakat tertentu. Selain bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang stabil dan tertib, pengendalian sosial juga memiliki beberapa fungsi tertentu. Beberapa fungsi pengendalian sosial tersebut adalah:

Sponsors Link

  • Pengendalian sosial berfungsi untuk membantu menciptakan suatu sistem hukum dan membantu berlangsungnya sistem hukum tersebut di dalam masyarakat. Artinya dengan adanya pengendalian sosial maka sistem hukum yang diberlakukan dapat berjalan lebih baik dan dipatuhi lebih baik oleh para anggota masyarakat.
  • Pengendalian sosial juga berfungsi untuk memberikan suatu penghargaan terhadap para anggota masyarakat yang dapat berperilaku dan bertindak sesuai atau taat terhadap nilai dan norma yang diberlakukan oleh masyarakat.
  • Pengendalian sosial juga dapat berfungsi sebagai suatu upaya untuk menjaga atau memastikan nilai dan norma dalam masyarakat dipatuhi dengan benar oleh para anggota masyarakat itu sendiri. Dimana peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi adalah penting, sehingga perlu ditaati oleh setiap anggota masyarakat.
  • Selain memastikan nilai dan norma dalam masyarakat di patuhi oleh para anggota masyarakat, adanya pengendalian sosial juga berfungsi untuk mempertebal keyakinan masyarakat atas peran nilai dan norma sosial tersebut.
  • Adanya pengendalian sosial juga dapat memberikan atau mengembangkan rasa malu dan rasa takut terhadap para anggota masyarakat, sehingga dapat mencegah mereka untuk melakukan berbagai macam penyimpangan sosial yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

Itulah beberapa fungsi dari pengendalian sosial yang hadir di dalam masyarakat, dari beberapa fungsi tersebut maka dapat dipastikan bahwa pengendalian sosial memang benar-benar di butuhkan dalam berlangsungnya suatu kehidupan masyarakat. Sehingga pola perilaku dan tindakan setiap anggota masyarakat dapat diarahkan sesuai dengan nilai dan norma yang diberlakukan di dalam lingkungan masyarakat tersebut. Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri pengendalian sosial beserta dengan fungsi pengendalian sosial didalam kehidupan masyarakat, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Monday 14th, May 2018 / 03:55 Oleh :
Kategori : Sosiologi