Sponsors Link

Ciri-Ciri dan Karakteristik Patologi Sosial Di Masyarakat

Sponsors Link

Beberapa tahun lalu orang-orang menyebut kondisi yang bertentangan dengan moralitas sosial sebagai penyakit sosial. Kondisi tersebut berkenaan dengan kemiskinan, perjudian, pencurian dan semua tindakan atau perilaku lainnya yang termasuk penyakit sosial dan harus segera diatasi. Akan tetapi, istilah untuk tindakan yang tidak sesuai dengan stabilitas lokal, moralitas sosial, solidaritas keluarga, pola kesederhanaan, disiplin kebaikan, hukum formal, dan lain-lain mulai bergeser menjadi sebuah istilah yang lebih berbobot dan lebih baik. Istilah penyakit sosial sekarang berganti menjadi patologi sosial. Ketahui pula bentuk penyimpangan sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Perlu Anda tahu bahwa beberapa masalah sosial yang ada memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

ads
  • Segala tindakan yang melanggar dan juga memperkosa adat istiadat. Namun dengan catatan bahwasanya adat istiadat tersebut memang diperlukan di dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
  • Kondisi sosial yang memang dianggap pengganggu, berbahaya, serta merugikan orang lain.

Pengertian Patologi Sosial

Sebelum kita membahas tentang ciri-ciri dan karakteristik patologi sosial, Anda sebaiknya paham tentang apa itu patologi sosial. Patologi sosial merupakan sebuah ilmu yang di dalamnya mempelajari semua hal yang berhubungan dengan penyakit sosial yang terjadi dalam masyarakat. Kita tahu bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Interaksi tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya kondisi sosial yang bertentangan dan berbahaya sehingga diperlukan sebuah ilmu khusus yang mempelajari semua permasalahan tersebut agar kemudian bisa segera diatasi.

Contoh Patologi Sosial

Ada beberapa contoh patologi sosial yang seperti bertentangan dengan macam-macam nilai sosial yang berlaku di lingkungan masyarakat.

  • Kemiskinankondisi sosial yang seperti ini sulit untuk dihindari dan bahkan terkesan sulit untuk dihilangkan. Akan tetapi, yang bisa dilakukan adalah berusaha mengurangi nilai atau presentase kemiskinan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.
  • Perjudian, masalah ini juga terkesan sulit untuk dihindari karena perjudian bisa dilakukan dimana saja. Ada perjudian kecil ada juga perjudian besar yang dilakukan oleh-oleh orang yang dengan jabatan penting di tempat kerjanya.
  • Alkoholisme, contoh patologi sosial yang ketiga ini juga cenderung sulit dibersihkan. Alkoholisme menyerang bukan hanya orang dewasa melainkan remaja yang masih berusaha mengenal jati dirinya dan berusaha meniti karir.

Ciri-ciri Patologi Sosial

Apa saja yang menjadi ciri dari patologi sosial? Untuk mengetahui jawabannya maka silahkan anda simak penjelasan kami di bawah ini.

  • Masalah sosial yang mempunyai kaitan erat terhadap nilai-nilai moral yang dianut atau berlaku terhadap seluruh anggota masyarakat.
  • Masalah sosial yang tersebut timbul dari kesalahan umum yang dibuat oleh masyarakat. Artinya, terdapat sebuah persepsi mengenai ancaman yang bisa ditimbulkan yang berasal dari masalah tersebut.
  • Timbulnya suatu pemahaman dan kesadaran bahwasanya masalah tersebut tidak bisa diatasi sendiri, kecuali dengan adanya kerjasama antara anggota masyarakat. Maksudnya, anggota masyarakat harus saling bahu-membahu agar masalah tersebut bisa diatasi bersama-sama.

Selain beberapa ciri-ciri masalah sosial atau patologi sosial yang sudah kami sebutkan di atas, masih ada beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui juga, yaitu:

  • Merupakan kondisi yang dinyatakan setiap anggota masyarakat.
  • Menjadi sebuah hal yang signifikan bagi masyarakat.
  • Tidak adanya kesesuaian antara nila-nilai atau norma yang berlaku di dalam masyarakat.
  • Adanya suatu keputusan dan juga upaya yang dilakukan secara bersama-sama untuk mengubah dan mengatasi permasalahan yang ada tersebut.

Anda juga harus memahami  karakteristik patologi sosial. Di bawah ini akan kami bagikan beberapa hal yang termasuk ke dalam karakteristik patologi sosial.

1. Dirasakan Semua Orang

Karakteristik yang pertama adalah masalah tersebut bisa dirasakan atau dialami oleh semua orang. Namun permasalahan tersebut tidak membatasi jumlah atau presentase orang yang mengalaminya. Maka dari itu, meskipun permasalahan yang terjadi hanya dirasakan oleh 2 orang saja, hal ini masih memungkinkan permasalahan tersebut masuk ke dalam masalah sosial.

Sponsors Link

2. Menimbulkan Dampak yang Tidak Menyenangkan

Karakteristik yang kedua adalah masalah yang terjadi menimbulkan suatu kondisi yang tidak menyenangkan. Kita tahu bahwa terjadinya masalah tersebut bukan merupakan keinginan semua orang. Inilah yang menjadikannya menimbulkan sebuah kondisi yang tidak menyenangkan diantara anggota masyarakat.

3. Membutuhkan Pemecahan

Jika ada masalah sudah pasti harus ada solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak ada satu orang pun yang tidak memikirkan cara atau malah betah dengan permasalahan yang terjadi tanpa melakukan usaha apapun. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah sosial dibutuhkan sebuah pemecahan khusus yang biasanya akan didiskusikan secara bersama-sama. Mereka akan mulai mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan kemudian mencari informasi seputar dampak yang ditimbulkannya. Barulah kemudian akan dicarikan sebuah solusi yang tepat sehingga masalah tersebut segera bisa diatasi.

4. Pemecahan Dilakukan Secara Kolektif

Pemecahan masalah yang dilakukan harus secara kolektif dan menyeluruh dan juga harus melibatkan semua pihak. Artinya, semua pihak harus benar-benar ikut terlibat di dalam penyelesaian masalah agar kemudian bisa merasakan bersama-sama dampak positif yang akan dirasakan.

Inilah yang memang seharusnya menjadi sebuah upaya mengatasi masalah sosial yang ada di Indonesia. Salah satunya menyelesaikan masalah ketenagakerjaan Indonesia atau juga masalah pengangguran dan kemiskinan yang ada di Indonesia. Demikian informasi dari kami mengenai apa saja ciri-ciri dan karakteristik patologi sosial. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Friday 16th, August 2019 / 09:38 Oleh :
Kategori : Ekonomi