Sponsors Link

Ini Dia 21 Ciri- Ciri Meganthropus Paleojavanicus Terlengkap

Sponsors Link

Manusia purba bisa disebut sebagai nenek moyang manusia dimana mereka telah hidup berjuta- juta tahun yang lalu. Manusia purba ini tentunya populasinya menyebar hingga ke seluruh penjuru Negara dan anda juga bisa melihat ciri-ciri manusia wajak disetiap Negara pun jenis- jenis manusia purba berbeda- beda. Indonesia adalah salah satu negara yang banyak ditemukan struktur fosil manusia purba meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa hingga Flores.

ads

Manusia purba di Indonesia sendiri memiliki masa hidup berbeda- beda dan salah satu manusia purba yang paling tertua di Indonesia adalah meganthropus paleojavanicus. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata Mega berarti besar, Anthropus adalah manusia, Paleo berarti tertua dan Javanicus artinya Jawa. Sehingga bisa disimpulkan bahwa meganthropus paleojavanicus adalah manusia dengan tubuh besar paling tua di Pulau Jawa. Diperkirakan manusia purba ini hidup 2 juta tahun yang lalu.

Setiap jenis manusia purba diklasifikasikan berdasarkan ciri- cirinya berbeda dengan ciri-ciri manusia liang bua, begitu juga dengan jenis manusia purba Meganthropus Paleojavanicus ini sendiri. Ada banyak sekali ciri- ciri terdapat pada manusia purba yang telah dipelajari oleh para peneliti dan ilmuwan sebelumnya. Namun anda juga bisa melihat cara kehidupan manusia liang bua, sebelum kita membahas mengenai ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus yang sangat penting, kita bahas terlebih dahulu mengenai sejarah penemuannya.

  • Sejarah Penemuan Meganthropus Paleojavanicus

Manusia purba disebut dengan Prehistoric People (Manusia Prasejarah) yakni manusia-manusia yang hidup di zaman belum mengenal tulisan. Manusia purba ini hidup di bumi sudah sekitar 4 juta tahun yang lalu. Namun, yang perlu diingat bahwa volume otak yang dimiliki oleh manusia purba lebih tinggi dari otak manusia dan inilah mengapa struktur tulang kepala manusia purba sangat berbeda dengan struktur tulang kepala pada manusia saat ini.

Cara untuk menggali informasi mengenai manusia purba adalah melalui sisa-sisa tulang manusia, hewan, tumbuhan yang telah menjadi batu atau fosil. Berikutnya anda juga bisa melihat cara kehidupan manusia wajak, penemuan manusia purba juga dapat dilihat dari peninggalan peralatan dan perlengkapan yang digunakan manusia sebagai hasil budaya seperti peralatan rumah tangga, perhiasan, atau senjata.

Von Koenigswald adalah penemu pertama fosil manusia purba jenis Meganthropus Paleojavanicus. Manusia purba ini ditemukan pada tahun 1936 didaerah Sangiran berbeda dengan manfaat mempelajari filsafat sosial bagi manusia di Jawa Tengah. Karena fosil manusia purba jenis ini ditemukan sangat sedikit, maka informasi mengenai kedudukan dalam evolusi manusia juga belum bisa dipastikan.

Bahkan, peneliti kesulitan menghubungkan Meganthropus Paleojavanicus dengan Pithecanthropus. Van Koenigswald adalah seorang peneliti berkebangsaan Belanda yang memang sedang mencari peninggalan fosil manusia purba di Indonesia. Sekitar tahun 1934 sampai 1941, Van Koenigswald menyisir lembah Sungai Bengawan Solo.

Ia berhasil menemukan fosil manusia purba bagian tempurung tengkorak dan rahangnya. Setelah penemuan ini anda juga bisa melihat peranan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seorang manusia, banyak ilmuwan yang meneliti fosil manusia purba tersebut hingga kemudian dipastikan bahwa manusia purba ini hidup sekitar 1 hingga 2 juta tahun yang lalu.

Selain Van Koenigswald, penelitian manusia purba di Indonesia juga dipelopori oleh Eugene Dubois dari Belanda, Ny. Salenka, Ter Hear, dan Oppenoorth. Meganthropus adalah genus yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1950. Meganthropus ini memiliki rentang dari Afrika ke Eurasia.

  • Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus yang berbeda dengan upaya manusia memenuhi kebutuhannya, diantaranya adalah:

  • Hanya mengandalkan hasil alam sehingga cara hidupnya selalu bergantung pada alam.
  • Hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat sebab pada saat itu cara mereka untuk bertahan hidup adalah dengan .mengumpulkan makanan (food gathering) seperti mencari ikan-ikan di sungai.
  • Sangat hasil alam atau vegetarian kemudian hanya mengandalkan sayur dan buah-buahan.
  • Memiliki rahang bawah yang tebal dan kuat.
  • Tubuh yang dimiliki oleh manusia purba ini terlihat sangat tegap.
  • Tonjolan tulang pipi yang tebal terlihat sangat dominan.
  • Memiliki kening yang tebal menjadi ciri selanjutnya dari meganthropus paleojavanicus.
  • Otot-otot yang dimiliki oleh Meganthropus Paleojavanicus sangat kuat.
Sponsors Link

  • Seperti manusia purba lainnya, tubuh manusia purba ini tampak sangat besar.
  • Tidak memiliki dagu tetapi bagian mulutnya menonjol.
  • Bagian tulang ubun-ubunnya pendek.
  • Menonjolnya bagian belakang kepada.
  • Melebarnya bentuk hidung manusia purba ini.
  • Tonjolannya terdapat pada bagian kening.
  • Gigi dan rahangnya sangat besar.
  • Otot kunyahnya sangat kuat dengan.
  • Memiliki bentuk geraham seperti manusia.
  • Volume otaknya adalah 900 cc.
  • Tingginya adalah sekitar 2,5 meter.
  • Alat-alat yang digunakan saat memasak sangat biasa atau masih kasar. Hal ini disebabkan karena cara pembuatan alat-alat tersebut masih sangat sederhana. Alat-alat tersebut dibuat melalui teknik perbenturan antara batu satu dengan batu yang lainnya.
  • Pecahan-pecahan yang dihasilkan dari benturan batu ini menyerupai kapak. Kapak inilah yang kemudian mereka jadikan sebagai alat.

Sebagai manusia purba yang hidup di zaman batu tua, maka nama tempat penemuannya dibagi menjadi dua bagian yakni kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Hasil kebudayaan pada zaman batu tua yakni kebudayaan Pacitan adalah kapak genggam, kapak perimbas (flake).

ads

Sedangkan pada kebudayaan Ngandong terdiri dari kapak genggam, alat-alat tulang dari tanduk rusa alat-alat serpih serta budaya mengumpulkan makanan yang disebut dengan food gathering. Dari berbagai ciri-ciri diatas, berikut adalah beberapa daftar fosil berdasarkan taksonomi dari Meganthropus Paleojavanicus yang kemudian ditafsirkan ke dalam Homo Erectus, diantaranya adalah:

  1. Sangiran 6a

Fragmen mandibula (rahang) ini ditemukan oleh Kromopawiro di daerah Glagah Ombo (Utara Sangiran). Sejak ditemukan, fragmen ini diperkirakan sudah berumur 1,6 juta tahun dimana ukuran mandibula dan bentuk morfologi premolarnya sangat primitif. Hal ini kemudian dijadikan bukti penerapan genus dan spesies terbaru dari Meganthropus Paleojavanicus. Kemudian pada tahun 1941, fragmen rahang untuk pertama kalinya ditemukan oleh Von Koenigswald. Ia kemudian ditangkap oleh Jepang pada Perang Dunia II, namun berhasil mengirim cast rahang untuk Franz Weidenreich.

Setelah dilakukan penelitian, salah satu fosilnya yakni hominid adalah rahang yang paling besar dengan tinggi hampir sama dengan gorilla namun dengan bentuk yang berbeda. Sedangkan anthropoid dengan mandibula yang tingginya besar adalah simfisis yakni dua rahang bertemu. Weidenreich tidak pernah memperkirakan ukuran langsung dari hominid tersebut, tetapi ia mengatakan ukuran Gigantopithecus, yakni dua kali besar dari gorilla. Tulang rahangnya setinggi 8,5 inci (21 cm).

  1. Sangiran 7

Pada tahun 1937 sampai 1941 ditemukan fosil manusia purba berupa 54 gigi dengan umurnya sekitar 1,5 hingga 1,6 juta tahun yang lalu. Seorang peneliti yang bernama Fred Green meneliti dan menganalisis fragmen gigi. Setelah melakukan penelitian, kesimpulan yang didapat adalah fosil tersebut merupakan kelompok hominid dalam 3 gigi FS (67,72, dan 83) disimpulkan sebagai Pongo sp (orang utan).

  1. Sangiran 8

Sangiran 8 yang ditemukan adalah gigi yang utuh dan fragmen mandibula. Fosil manusia purba ini ditemukan dan diresmikan oleh P. Marks tahun 1953. Fosil sangiran 8 yang ditemukan memiliki ukuran hampir sama dan bentuknya seperti mandibula asli. Tetapi pada saat itu kondisinya mengalami kerusakan parah. Sedangkan temuan terbaru oleh Tim Jepang dan Indonesia pada dewasa ini menampilkan bahwa spesimennya lebih kecil dari spesimen H. Homo.

  1. Sangiran 27

Yang ditemukan di sangiran 27 berupa fosil tengkorak dewasa parsial lengkap tetapi hancur dalam batas ukuran Meganthropus dan di luar batas H. Homo. Fosil manusia purba ini berada di daerah Sangiran (arah utara Sungai Kemoro) pada tahun 1978.

Temuan tak sengaja yang awalnya adalah konstruksi membuat bendungan ternyata malah menemukan fosil yang berusia 1,66 juta dan 1,58 juta tahun yang lalu. Spesimen ini pun tidak memiliki jendolan ganda yang hampir bertemu di atas tempurung kepala dan punggung nucahlnya sangat tebal.

  1. Meganthropus C/Sangiran 33

Meganthropus C adalah fragment mandibula. Fosil ini ditemukan tahun 1979 dengan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan mandibula sebelumnya. Akan tetapi, yang paling lemah dari adanya penemuan ini adalah hubungannya dengan Meganthropus.

Sponsors Link

  1. Meganthropus D

Penemuan ini diakuisisi oleh Sartono pada tahun 1993. Fosil manusia purba berumur 1,4 dan 0,9 juta tahun lalu. Saat ditemukan bagian ramusnya mengalami kerusakan parah, rincian dari gigi hilang tetapi fragmen mandibula relatif terbuka.

  1. Meganthropus II/Sangiran 31

Sesuai dengan ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus yang memiliki tubuh lebih tegap dan kekar, rahang yang dimiliki juga berada dalam ukuran yang besar. Geraham pada manusia purba ini seperti manusia pada umumnya tetapi tidak memiliki dagu seperti kera.

Bagian tengkoraknya memiliki penonjolan di bagian belakang kepala dan kening. Selain itu, fosil manusia purba ini memiliki tulang pipi yang tebal. Rahang yang tebal dan kuat menunjukkan bahwa ciri-cirinya tidak lagi seperti manusia tetapi sudah seperti kera.

  1. Meganthropus III

Fosil manusia purba ini memiliki hubungan yang lemah dengan meganthropus. Penemuan fosil manusia purba adalah bagian posterior dari tengkorak hominid. Fosil ini berukuran 7 hingga 10 cm. Tyler pada tahun 1996 menggambarkan sudut oksipital dari keseluruhan tengkorak sejauh 120 derajat. Rentang ini dimiliki homo erectus.

Sebagai generasi muda tentunya penemuan-penemuan ini harus kita lestarikan dengan cara mempelajarinya dengan baik agar jenis manusia purba ini dapat diketahui pula oleh generasi berikutnya. Demikian ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus dan semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Wednesday 22nd, May 2019 / 04:36 Oleh :
Kategori : Antropologi