Sponsors Link

10 Ciri-Ciri Konsumerisme Dalam Sosiologi Dengan Penjelasan Terlengkap

Sponsors Link

Sebetulnya proses konsumsi adalah sebuah proses yang wajar dalam kehidupan. Setiap manusia hidup memerlukan suatu barang atau jasa untuk digunakan sampai habis selama dia beraktifitas upaya manusia memenuhi kebutuhan. Namun ketika proses konsumsi ini menjadi konsumtif maka, dampak negatifnya akan lebih banyak. Apalagi jika orang tersebut tidak mampu untuk memenuhi kepuasan sifat konsumtifnya, maka yang terjadi adalah mencari cara apapun untuk memenuhinya. Dan hal ini bisa berujung pada tindak dampak masalah sosial.

ads

Sifat konsumtif ini adalah penyakit yang diderita oleh orang-orang yang menganut paham konsumerisme. Banyak sekali ciri-ciri konsumerisme yang terjadi pada masyarakat, berikut uraiannya:

  1. Contoh kelompok eksklusivisme dalam pergaulan sosial. Karena ingin dipandang berbeda dari orang-orang disekitarnya atau dalam kelompoknya maka orang tersebut akan selalu berusaha membeli barang-barang yang terbaru dan termahal.
  2. Perasaan bangga terhadap diri sendiri akan membuat seseorang selalu ingin menonjol diantara kelompoknya, oleh karena itu orang-orang tersebut akan selalu berusaha membeli barang yang up to date dan limited edition. Hal ini akan membuat dirinya merasa lebih percaya diri dalam pergaulan dengan masyarakat disekitarnya.
  3. Pergaulan yang salah juga akan membuat seseorang menjadi konsumtif. Ketika temannya membeli barang, maka orang tersebut langsung membeli barang yang sama atau mungkin juga yang lebih mahal hanya karena tidak mau kalah dari temannya tersebut.
  4. Perasaan rendah diri pada sebagian orang akan dilarikan pada sifat konsumtif. Agar merasa lebih menarik maka orang-orang ini membeli barang-barang mahal dan langka agar menjadi perhatian orang lain.
  5. Shopping maniac atau sangat tergila-gila untuk berbelanja. Bagi orang yang punya sifat konsumtif, belanja adalah hobi dan bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka akan membeli barang yang mereka suka dan inginkan, bukan yang mereka butuhkan.
  6. Merasa puas jika membeli barang yang mahal, walau barang tersebut belum tentu mutunya bagus.
  7. Membeli barang yang sama dari dua produsen yang berbeda hanya karena rasa ingin tahu saja dan jika sudah tahu maka mereka akan merasa puas.
  8. Orang-orang penganut paham konsumerisme akan cenderung menyelesaikan segala masalah dengan menggunakan uang. Karena bagi mereka uang adalah segala-galanya, dengan uang mereka bisa memenuhi rasa puas mereka.
  9. Ketika berbelanja, mereka akan tergiur dengan harga diskon, iming-iming hadiah atau kemasan yang menarik tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak.
  10. Ketika sebuah merk terkenal menjadi sebuah acuan dalam pergaulan, maka orang-orang konsumtif ini akan melakukan segala cara untuk memiliki barang dari merk terkenal tersebut.

Itulah ciri-ciri konsumerisme yang terjadi dalam masyarakat. Arus dampak globalisasi dan faktor penyebab westernisasi turut mendukung terjadinya konsumerisme ini. Kecepatan informasi yang didukung oleh canggihnya teknologi, membuat orang-orang mudah terpengaruh oleh iklan-iklan dan gaya hidup idolanya.

Beberapa hal yang bisa mencegah konsumerisme berkembang adalah bimbingan dari orang tua dan orang-orang yang berpengaruh disekitarnya. Dengan pengertian-pengertian yang masuk akal maka lambat laun diharapkan sifat konsumtifnya akan berubah ke arah yang lebih baik. Misalnya dengan menyarankan mereka untuk berbisnis berdasarkan sifat konsumtifnya, ya mereka bisa berbelanja sepuasnya tapi barang-barang belanjaanya tersebut harus mereka jual kembali.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Saturday 20th, October 2018 / 01:55 Oleh :
Kategori : Sosiologi