Sponsors Link

10 Ciri-Ciri Kelompok Asosiasi yang Mudah Untuk Anda Pelajari

Sponsors Link

Sejak individu lahir, ia secara otomatis akan langsung menjadi bagian dari suatu kelompok tertentu. Seperti kita ketahui, suatu kelompok atau kelas sosial terbentuk karena adanya fungsi status sosial dan pertemuan individu yang disertai komunikasi hingga menciptakan macam-macam kelas sosial yang beragam. Namun, tidak semua perkumpulan manusia disebut sebagai kelompok sebab harus memiliki beberapa ciri-ciri kelompok sosial. Seorang sosiolog bernama Robert Biersted menjelaskan 3 syarat utama adanya suatu kelompok, antara lain:

ads
  • Adanya suatu organisasi yang diebntuk oleh masyarakat didalamnya
  • Adanya suatu interaksi sosial dan komunikasi terus menerus antar anggota kelompok
  • Adanya kesadaran jenis yang tercipta dari masyarakat didalam perkumpulan tersebut

Sutau kelompok sosial merupakan suatu naluri manusia yang tadinya tidak mau hidup bersama, namun akhirnya timbul rasa ingin bergabung dengan orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang bergabung dalam suatu kelompok harus didasarkan oleh keinginannya sendiri. Selain karena kesamaan dan kemauan, pembentukan suatu kelompok diawali karena kontak sosial yang menimbulkan adanya bentuk hubungan sosial atau proses sosial. Kata kontak sendiri didapat dai bahasa Latin “con” berarti “tango” yang artinya menyentuh. Jadi, dapat dikatakan bahwa arti kontak sosial adalah sama-sama menyentuh sebagai syarat terjadinya interaksi sosial, namun menyentuh yang dimaksud bukan hanya koneksi fisik. Arti menyentuh menyebabkan adanya kesadaran untuk saling berhubungan atau berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Salah satu jenis kelompok sosial yang terbentuk karena adanya interaksi secara terus menerus adalah kelompok asosiasi. Apa itu kelompok asosiasi? Bagaimana ciri-ciri kelompok asosiasi didalamnya? Berikut ulasannya!

Ciri-Ciri Kelompok Asosiasi

Kelompok asosiasi adalah kelompok yang satu-satunya paling memenuhi 3 syarat utama terbentuknya suatu kelompok yang sudah dijelaskan oleh Robert Biersted diatas. Sebab didalam sebuah asosiasi terdapat interaksi sosial anggota kelompok dimana terdapat suatu organisasi yang menaugi dibawahnya. Kelompok asosiasi dibentuk secara terorganisir dengan struktur kepengurusan yang formal. Dimana setiap anggota kelompok memiliki kesadaran, kesamaan sesuatu hal sepeti hobi, adanya hubungan kekerabatan dan keinginan dalam mewujudkan proses interaksi sosial dan suatu tujuan tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

Anggota kelompok asosiasi biasanya terdiri dari dua atau lebih anggota bahkan jumlah anggotanya bisa mengalami penambahan secara berkala. Meskipun biasanya hanya sebagian masyarakat saja yang memahami benar kata asosias, namun terdapat satu, dua atau bahkan lebih kelompok asosiasi dengan kepentingan dan tujuan yang beragam. Ciri-ciri adanya kelompok asosiasi adalah sebagai berikut :

  • Kelompok ini terbentuk karena memang sudah sengaja direncanakan sebelumnya
  • Setelah terbentuk, kelompok ini diorganisir secara nyata di dalam suatu wadah
  • Untuk menciptakan hubungan erat antara anggota kelompok asosiasi dengan masyarakat harus dibangun interaksi dan komunikasi secaa terus menerus
  • Masing-masing angggota memiliki kesadaran kelompok yang kuat agar saling mendukung satu sama lain
  • Kehadiran kelompok asosiasi tetap tidak berubah

Sedangakan ciri-ciri adanya kelompok asosiasi menurut Robert M.Z. Lawang antara lain ;

  • Kelompok asosiasi yang dibentuk sifatnya permanen dan berlanjut secara terus menerus
  • Memiliki suatu identitas yakni tegas didalamnya
  • Anggotanya didata secara lengkap dan terperinci
  • Program kerja yang dilakukan terus berjalan sesuai aturan secara terus menerus
  • Selain daftar keanggotaannya yang terperinci dengan baik, prosedur keanggotaan kelompok asosiasi sendiri adalah jelas

Demikian ciri-ciri kelompok asosiasi, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 27th, December 2018 / 03:00 Oleh :
Kategori : Sosiologi