Sponsors Link

9 Ciri-ciri Inovasi Menurut Umum dan Rogers Dalam Kehidupan

Sponsors Link

Inovasi di era saat ini seakan hal wajib yang harus dimiliki setiap orang bila ingin berkembang dan tidak ketinggalan jaman. Bagaimana tidak ? Di era yang semua serba teknologi, setiap orang akan berlomba untuk menyajikan aspek inovasi yang berbeda dalam dirinya supaya ia terlihat menonjol diantara orang lain, baik dalam bentuk penemuan maupun “penampilan”.

ads

Inovasi sendiri memiliki pengertian sebagai suatu proses, pemanfaatan atau pengembangan dengan melakukan penciptaan terhadap suatu hal baru atau yang berbeda dari sebelumnya. Orang – orang dengan kemampuan untuk menciptakan suatu inovasi baru atau berbeda, seringkali dianggap sebagai sosok yang kreatif atau biasa disebut sebagai innovator.

Ciri ciri inovasi

Lalu, seperti apakah ciri – ciri inovasi yang dapat kita kenali pada masyarakat sekitar kita? Berikut penjelasan 9 ciri ciri inovasi menurut umum dan Rogers beserta contohnya :

Menurut umum:

  1. Memiliki ciri khas

Suatu bentuk inovasi baik dalam bentuk penemuan ataupun aspek penampilan haruslah terlihat menonjol dengan memiliki ciri khas yang tidak akan dapat ditemukan pada temuan atau penampilan pada umumnya. Sebagai contoh, inovasi dalam bentuk penemuan ini banyak dilakukan oleh perusahaan waralaba makanan siap saji yang dalam tiap bulan melakukan inovasi dengan menampilkan menu baru tanpa meninggalkan ciri khas rasa dari merek mereka.

Kemudian inovasi dalam segi penampilan ini banyak kita temui di lingkungan sekitar kita. Dimana anak muda era digital saat ini menyuguhkan inovasi dengan ciri khas yang sangat menonjol hingga terlihat jelas sekali ciri ciri stratifikasi sosial terbuka yang tanpa sengaja berhasil terbentuk. Sebagai contoh, selebgram Awkarin yang dikenal melalui kontroversinya, via vallen dengan dangdut koplo, mimi peri dengan mode unik dan tingkah konyolnya serta baru – baru ini ada nuraini dan bowo dari aplikasi tik tok yang muncul dengan ciri khas dan kontroversi masing – masing.

  1. Mengandung unsur yang baru

Suatu inovasi yang terlahir sebagai sebuah karya atau hasil dari pemikiran tentu harus memiliki aspek karakteristik mengandung unsure original atau baru yang belum pernah dicetuskan atau dipublikasikan sebelumnya.

  1. Sudah direncanakan sebelumnya

Inovasi tidak bisa dilahirkan dan dipublikasikan ke depan khalayak ramai secara tergesa – gesa tanpa perencanaan dan persiapan yang matang. Sebagai contoh, lagu gangnam style yang dinyanyikan oleh PSY dari YG Entertainment ini, di awal kemuncullannya di tahun 2012 sangat menyedot perhatian dunia. Bahkan lagu ini banyak diadopsi untuk ditampilkan ulang oleh banyak penyanyi di belahan dunia dengan genre musik yang berbeda. Hingga pengusaha mainan pun, menggunakan lagu gangnam style sebagai musik latar di hampir semua mainan produksinya guna menarik minat anak – anak.

Tapi tahukah Anda, bila ternyata PSY selaku penyanyi sudah mempersiapkan lirik lagu ini dua tahun sebelumnya dengan melakukan riset terhadap banyak bintang untuk diajak tampil dalam video klip. Seperti anak kecil yang tengah asyik berjoget di awal video, ternyata PSY menemukannya ketika tidak sengaja melihatnya menari gerakan Michael Jackson dengan penuh konyol dalam acara Korea’s Got Talent. Bahkan setiap koreografi yang ditampilkan oleh PSY terlahir dari waktu yang cukup lama untuk membuat gerakan menari yang sederhana, menggelitik, konyol dan tentu tidak mudah dilupakan. Gerakan seakan menunggangi kuda ini berhasil memikat mata seluruh dunia baik dari kalangan anak – anak, remaja, dewasa hingga generasi tua pun berhasil dihipnotisnya dengan menampilkan contoh kelas sosial dalam video klip.

Sponsors Link

  1. Memiliki tujuan dan target tertentu

Seperti yang sudah dibahas di poin – poin sebelumnya. Inovasi terlahir tentu dengan suatu alasan yang memiliki tujuan dan target tertentu. Termasuk dalam hal ini, arah dan strategi untuk mencapai tujuan dan target tertentu sudah direncakan dan dijadwalkan sebelumnya. Dimana bila inovasi ini dicetuskan sebelumnya sudah dipikirkan untuk siapa dicetuskan, manfaatnya apa bila dicetuskan dan hasil apa yang akan didapat bila inovasi ini terlahir.

Menurut Rogers (1983):

  1. Memberikan keuntungan relatif

Inovasi yang terlahir ke khalayak ramai dianggap lebih baik dari gagasan ide atau penemuan sebelumnya bila berhasil memberikan keuntungan relatif. Dalam hal ini inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya, dilihat dari sudut nilai ekonomi yang berhasil diciptakan, faktor status sosial yang terdiri dari macam macam kelas sosial, juga tingkat kesenangan, kepuasan dan kegembiraan yang meningkat. Maka inovasi ini akan semakin cepat dikenali oleh orang – orang dan tersebar luas alias terkenal.

  1. Menghasilkan kompatibel
ads

Dimana inovasi yang dilahirkan ini haruslah juga menghasilkan kompatibel dalam proses interaksi sosial. Yakni tingkatan yang digunakan untuk menilai suatu inovasi berdasar nilai – nilai yang ada di masyarakat, pengalaman – pengalaman dari masa lalu serta tingkat kebutuhan bagi penerimanya.

Dalam hal ini sangat diyakini sekali oleh masyarakat yang masih memegang teguh nilai atau norma adat dan tradisi di lingkungannya sebagai bentuk hubungan sosial. Inovasi yang terlahir dan berkembang haruslah mengikuti atau menyesuaikan norma adat dan tradisi tersebut.

Sebagai contoh, penyebarluasan alat kontrasepsi oleh pemerintah sebagai bentuk menekan ledakan penduduk, tidak akan berhasil atau bahkan tidak diterima oleh suatu masyarakat dengan keyakinan agama atau adat yang melarang penggunaan alat kontrasepsi tersebut. Seketika inovasi yang terlahir pun menjadi terhambat dan terlambat dalam penyebarannya.

  1. Memiliki kompleksitas

Inovasi yang terlahir dan dikembangkan di masyarakat haruslah memiliki kompleksitas sebagai tolak ukur sudah sejauh mana inovasi ini dapat dipahami dan digunakan oleh masyarakat. Inovasi yang dengan mudah dipahami atau digunakan oleh penerimanya, akan semakin cepat tersebar atau terkenal. Berbanding terbalik bila inovasi yang tersebar ini sulit dipahami oleh penerimanya, maka proses penyebaran inovasi ini pun akan terlambat.

Sebagai contoh, petugas kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan sebagai upaya mengatasi masalah sosial dengan memberikan informasi untuk membiasakan merebus air minum guna menghindari penyebaran kuman yang menyebabkan sakit perut. Hasil penerimaan informasi yang didapat dari petugas kesehatan ini bagi masyarakat lingkungan kota dengan masyarakat pedesaan yang masih berpegang pada norma adat, tentu akan sangat berbeda. Atau bahkan masyarakat pedesaan akan sukar menerima informasi yang didapat tersebut. Hal inilah yang harus dipertimbangkan dalam penyebaran inovasi. Haruslah kompleksitas atau fleksibel bagi penerimanya supaya inovasi cepat tersebar.

  1. Mengandung trialabilitas

Inovasi yang dicetuskan atau dikembangkan, wajib mengandung trialabilitas. Yakni inovasi tersebut sebelum mulai disebarluaskan dan memberikan efek pada perkembangan wilayah Indonesia dapat dicoba terlebih dahulu oleh penerimanya. Sehingga si penerima dapat memahami dan mengerti betul manfaat yang akan ia dapatkan ketika menerima inovasi tersebut.

Misalnya seperti ketika pemerintah mencoba mengenalkan bibit unggul padi gogo kepada semua petani di seluruh Indonesia. Kendala pertama yang akan ditemui di lapangan tentu tidak akan banyak petani yang merespon akan inovasi tersebut terkecuali ada beberapa contoh petani yang sukses memanen hasil dari bibit padi gogo. Dalam hal ini, pemerintah harus peka guna menyebarluaskan inovasinya tersebut, maka untuk uji coba pertama kali haruslah menggratiskan segala biaya pembibitan padi gogo hingga petani berhasil panen. Dengan begitu, petani lain yang sebelumnya kurang percaya ataupun tidak tertarik menjadi ikut mencoba inovasi pembibitan padi gogo. Yang kemudian inovasi akan dapat disebarluaskan tanpa lagi hambatan.

Sponsors Link

  1. Harus dapat diamati atau observability

Inovasi pada tingkat ini haruslah dapat diamati atau observability oleh si penerima. Bila suatu inovasi dapat dengan mudah diamati hasilnya, maka sendirinya akan mudah tersebar di kalangan masyarakat luas tanpa lagi keraguan. Gambaran contohnya seperti penggalakan program pemerintah untuk membasmi buta huruf hingga ke pelosok daerah di seluruh penjuru negeri. Karena setiap daerah mengandung nilai unsur adat dan budaya yang dianut, penyebarluasan inovasi ini menjadi tantangan tersendiri bila mereka merasa tidak akan ada manfaat yang dapat diterimanya. Dimana pemikiran mereka bila bisa membaca berarti harus keluar dari wilayah adat atau mereka tidak akan pergi kemana – mana sehingga kebutuhan akan membaca dianggap tidak penting untuk diajarkan pada diri mereka dan anak cucunya kelak.

Pemahaman yang salah ini haruslah dapat dipatahkan oleh pemerintah dengan merayu segelintir warga adat tersebut baik melalui orang dewasa atau terutama kalangan anak – anak. Memang dibutuhkan tenaga ekstra untuk merayu dan mendidik dengan sepenuh hati hingga benar – benar bisa membaca. Bila seluruh warga adat tersebut sudah mengamati pola penyebaran inovasi, bagaimana cara pengajaran dan seperti apa manfaat yang akan didapatnya kelak. Tentu penyebarluasan inovasi gerakan memberantas buta huruf dapat dengan mudah tersebar tanpa lagi ada haling rintang.

Itulah tadi 9 ciri ciri inovasi menurut umum dan Rogers berserta contohnya yang dapat menjadi bahan tambahan Anda dalam memahami materi ini. Semoga materi yang disajikan kali ini memberikan tambahan gambaran akan ciri ciri inovasi yang tersebar luas di masyarakat global.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 12th, July 2018 / 09:12 Oleh :
Kategori : Sosiologi