Sponsors Link

7 Ciri-Ciri In Group dan Out Group beserta Contohnya yang Mudah Anda Pahami

Sponsors Link

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang lebih suka hidup berkelompok dan berdekatan dengan manusia lainnya. Hal inilah yang menyebabkan umumnya manusia akan membentuk kelompok-kelompok yang masing-masing dari anggota kelompok merasakan kedekatan dan kecocokan satu sama lain. Kelompok-kelompok inilah yang selanjutnya melahirkan in group dan out group. Apakah in group dan out group itu? Apa ciri-ciri in group dan out group? Di artikel kali ini kita akan membahas lebih lengkap mengenai in group dan out group. Simak terus, ya!

ads

Pengertian In Group dan Out Group

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pada dasarnya manusia memiliki keinginan untuk berkumpul dan berkelompok. Hal ini mendorong manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang biasanya didasarkan pada kesamaan dan kecocokan satu sama lain dan bisa menjadi syarat terbentuknya kelompok sosial. Seiring dengan terbentuknya kelompok sosial ini, akan muncul rasa saling memiliki di antara anggota kelompoknya. Sikap dan perasaan yang muncul inilah yang menjadikan kelompok sosial dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu in group dan out group. Apa beda antara keduanya?

In group adalah sikap dan perasaan yang dirasakan kepada orang lain dalam satu kelompok yang sama. Individu-individu di dalam in group ini akan mengidentifikasikan dirinya dengan kelompoknya. Setiap anggota akan merasakan simpati dan merasa dekat dengan anggota lainnya. Dalam kehidupan sehari—harinya mereka akan menyebut diri dan kelompoknya sebagai ‘kelompok saya’, ‘grup saya’, dan sejenisnya. In group bisa terjadi karena individu-individu di dalam suatu kelompok merasa memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Perasaan ini yang selanjutnya membuat mereka merasa sebagai sebuah kesatuan, sementara orang lain di luar kelompok mereka bukan bagian dari diri mereka. Perasaan inilah yang disebut sebagai out group.

Berbeda dengan in group, out group bisa diartikan sebagai sikap dan perasaan yang ditunjukkan kepada ‘orang luar’ atau orang lain di luar kelompoknya. Out group adalah kelompok yang ada di luar in group. Out group ini diartikan oleh individu-individu sebagai ‘musuh’ dari kelompoknya. Penggambaran out group sering dilakukan dengan menggunakan istilah ‘kelompok mereka’, ‘grup mereka, dan lain sebagainya. Out group ini dianggap tidak memiliki kesamaan dengan individu-individu yang bersangkutan sehingga mereka dianggap tidak merasakan hal yang sama dan tidak bisa cocok dengan diri mereka. Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, sikap in group dan out group ini bisa terjadi dimana saja, baik di rumah, sekolah, kantor, dan lain-lain. Sikap ini juga secara natural muncul hampir setiap  hari sebagai sikap yang wajar ada di dalam pikiran manusia.

Proses Sikap In Group dan Out Group

Telah kita ketahui bahwa sikap in group dan out group merupakan hal yang natural terjadi pada manusia. Sikap ini merupakan dasar dari sikap yang disebut sebagai etnosentrisme. Apakah etnosentrisme itu? Dalam anggota-anggota kelompok sosial tertentu, akan sedikit banyak memiliki kecenderungan menganggap segala sesuatu, termasuk kebiasaan dalam kelompoknya sendiri, merupakan sesuatu yang terbaik jika dibandingkan dengan kebiasaan yang dimiliki kelompok lainnya. Kecenderungan inilah yang disebut sebagai etnosentrisme, yaitu sikap yang digunakan untuk memberi penilaian kepada unsur kebudayaan lainnnya dengan menggunakan kebudayaannya sendiri sebagai tolak ukur. Ada perbedaan chauvinisme dan etnosentrisme. Sikap etnosentris ini lebih sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu hingga membuat individu yang bersangkutan mengalami kesulitan mengubahnya, meskipun dia menyadari ada kesalahan dengan sikapnya. Sikap etnosentris ini diajarkan kepada anggota kelompok sosial bersamaan dengan nilai-nilai kebudayaan yang lain baik secara sadar maupun tidak sadar.

Dalam proses pengenalan sikap etnosentris bersama kebudayaan kelompok lain ini seringkali digunakan ciri-ciri sterreotipe etnis atau gambaran dan anggapan yang sifatnya mengejek objek atau hal tertentu. Proses seperti ini sering dapat kita lihat dalam sikap suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis lainnya. Contohnya saja pada kelompok etnis kulit putih terhadap kelompok etnis negro di Amerika Serikat yang juga merupakan contoh konflik rasial di dunia. Namun, sikap etnosentris ini bisa berdasar pada banyak hal yang saling berhubungan atau bahkan saling berlawanan dengan yang lainnya. Artinya, sikap etnosentris ini begitu kompleks, tidak hanya tergantung pada etnis kelompok saja. Misalnya, seseorang yang tergabung dalam suatu kelompok etnis tertentu bisa sama memiliki sikap yang berbeda dengan sikap kelompoknya karena dia memeluk agama yang berbeda atau dilahirkan di tempat yang berbeda.

Sponsors Link

Dalam masyarakat yang lebih komponen sosialnya lebih sederhana, kelompok sosial in group dan out group mungkin saja tidak terlalu banyak, terutama jika dibandingkan dengan masyarakat yang lebih kompleks. Hubungan kelompok sosial dengan masyarakat multikultural ini bisa dikarenakan dalam kelompok masyarakat yang lebih sederhana perbedaan-perbedaan yang ada di dalam masyarakat itu tidak terlalu terlihat dengan jelas. Namun, in group bisa dikatakan ada pada setiap kelompok sosial bagi anggota kelompok itu sendiri. Konsep seperti ini bisa diterapkan pada berbagai kelompok sosial, mulai dari kelompok sosial yang kecil sampai kelompok sosial yang besar, selama anggota dalam kelompok tersebut melakukan indentifikasi dengan kelompoknya.

Ciri-Ciri In Group dan Contohnya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, in group adalah kelompok sosial dimana orang-orang di dalamnya merasa memiliki kesamaan dan kecocokan. Dari sini kita bisa membayangkan ciri-ciri dari in group yang mudah diamati. Diantara ciri-ciri tersebut adalah adanya faktor pembentuk kelompok sosial berupa faktor simpati dan perasaan dekat dengan anggota kelompoknya. Individu di dalam kelompok in group ini merasa bisa merasakan ikatan batin karena mereka menganggap mereka adalah sebuah kesatuan. Selain itu, di dalam kelompok in group juga akan terbentuk kerja sama, persahabatan, keteraturan dan suasana yang damai. Mereka akan cenderung kompak karena mereka memiliki pemikiran yang sama, merasa cocok dan ingin membantu anggota lain di dalam kelompok. hal ini bisa terjadi karena adanya faktor simpati yang disebutkan sebelumnya.

ads

Tidak hanya itu, orang-orang di dalam in group juga akan saling peduli dan merasa terikat dengan kelompoknya. Jika ada salah satu anggota kelompok yang merasakan kesulitan, maka anggota kelompok yang lain tidak akan segan untuk membantu dan menolongnya karena mereka merasakan kesulitan yang dialami oleh satu anggota kelompok itu adalah kesulitan bersama yang harus dipecahkan juga bersama-sama.Contoh dari in group ini misalnya kelompok kelas di sekolah yang merasa mereka sebagai sebuah kesatuan sehingga mereka saling peduli satu sama lain. Dalam kelas yang terbentuk in group ini akan merasa kompak dan tidak menganggap teman sekelasnya sebagai saingan atau kompetitor, melainkan mereka akan saling membantu satu sama lain melalui belajar bersama, saling mendukung dan bentuk-bentuk kepedulian lainnya.

Ciri-Ciri Out Group dan Contohnya

Out group memiliki ciri-ciri yang berbanding terbalik dengan in group. Jika in group terbentuk atas dasar fakto simpati dan kepedulian, out group memiliki ciri-ciri berupa antagonisme dan antipati. Terdapat rasa tidak peduli dan benci dalam out group. Tidak hanya itu, out group juga ditunjukkan dengan adanya rasa permusuhan dan sikap saling membenci.Hal ini bisa terjadi karena out group merupakan pandangan kepada orang-orang di luar kelompoknya, yang dianggap tidak sama atau tidak cocok dengan mereka. Mereka akan merasa tidak peduli, yang selanjutnya akan ditunjukkan dengan sikap antipati, kepada orang lain di luar kelompok. Kedua sikap ini, tidak peduli dan antipati, akan selalu ada secara berdampingan. Bahkan, lebih jauh lagi, rasa tidak peduli dan antipati ini bisa dirasakan secara bersamaan oleh seluruh anggota kelompok dengan orang lain atau kelompok lain yang ada selain kelompok mereka sendiri.

Sebagai contoh dari out group adalah dalam kelas yang disebutkan sebagai in group tadi, mereka akan menganggap orang lain di luar kelas mereka sebagai out group. Maka, siswa di dalam kelas tersebut tidak akan peduli jika kelas lain di luar kelas mereka mengalami kesulitan dalam pelajaran dan juga tidak ada rasa ingin membantu kelas lain tersebut. Bahkan, bisa jadi mereka melihat kelas lain sebagai ‘musuh’ atau ‘kompetitor’ dari kelas mereka. Hal ini bisa menjadi faktor pendorong dinamika kelompok sosial. Perlu diketahui, contoh kelompok sosial in group dan out group ini tidak hanya bisa ada di sekolah atau kelas saja. In group dan out group bisa muncul di kantor, kelompok politik, dan kelompok masyarakat lainnya.Maka, dari uraian di atas kita bisa menyimpulkan bahwa ciri-ciri in group adalah sebagai berikut:

  • Terdapat rasa simpati dan peduli dengan sesama anggota kelompok
  • Merasakan kesamaan dan kecocokan dengan anggota lainnya
  • Adanya rasa kerja sama, persahabatan dan keteraturan dalam kelompok
  • Timbul suasana damai di dalam kelompok tersebut

Sementara itu, ciri-ciri dari out group adalah kebalikan dari in group, antara lain:

  • Didasari oleh antagonisme dan antipati
  • Tidak ada rasa kepedulian
  • Adanya sikap permusuhan dan saling membenci

Dengan artikel ini diharapkan kita lebih memahami apa ciri-ciri in group dan out group yang hampir selalu ada dalam keseharian kita di masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , , , ,




Post Date: Tuesday 05th, March 2019 / 07:03 Oleh :
Kategori : Sosiologi